Tojo, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah, Kab. Tojo Una-Una

Kerajaan Tojo terletak di Sulawesi, Kabupaten Tojo Una-Una, prov. Sulawesi Tengah.

The kingdom of Tojo was located in central Sulawesi, east from Poso.

Klik foto untuk besar !

Kab. Tojo Una Una

Kab. Tojo Una Una

Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah / History kerajaan Tojo

Pada mulanya penduduk yang mendiami daerah Poso berada di bawah kekuasaan Pemerintah Raja-Raja yang terdiri dari Raja Poso, Raja Napu, Raja Mori, Raja Tojo, Raja Una Una dan Raja Bungku yang satu sama lain tidak ada hubungannya.

Awal sejarah terbentuknya Tojo, bermula dari penjemputan bakal raja Pilewiti oleh orang Manuru “Talamoa” dari sausu menuju Tojo. Dikisahkan dalam perjalanan dari Bambalowo sekitar tahun 1770 bersama pengawalnya 40 orang laki-laki menuju Tojo dengan menggunakan perahu Sampan Batang. Ringkas cerita di dalam perjalanan terjadi dialog dan tanya jawab antara Talamoa dengan Pilewiti yang menanyakan semua sungai yang dilewati dari Sausu sampai dengan Tanjung Pati-Pati yang pada akhirnya Pilewiti menunjuk sungai Tojo sebagai tempat untuk didiami, karena menurut beliau tempat tersebut (Tojo) adalah yang terbaik dari semua yang di lewatinya dari Sausu hingga Pati-Pati sehingga Tojo ditetapkan sebagai pusat kerajaan. Dari cerita singkat inilah menggambarkan kepada kita semua bahwa sesungguhnya wilayah kekuasaan kerajaan Tojo mulai dari Pati-Pati sampai dengan Pandiri (Korontomasa). Dipilihnya desa Tojo sebagai pusat kerajaan Tojo memiliki arti filosofis yang sangat dalam dengan kata Tojo atau Matojo (dalam bahasa bugis kuat) yaitu ada kekuatan yang tersimpan di kalangan masyarakat Tojo terutama dalam keberanian dalam menghadapi segala tantangan termasuk keuletan dalam mengarungi lautan dan mencari pimpinannya (Raja). Dari cerita inilah awal nama Tojo dikenal dan menjadi pusat kerajaan.

– Sumber: http://wisataampana.blogspot.co.id/2015/03/kabupaten-tojo-una-una.html

Peta Sulawesi abad ke-19
klik peta untuk besar


Kronologis Pengangkatan Tandjumbulu sebagai Raja Todjo

Dikisahkan bahwa raja Kolomboi dengan istri yang ke-1 Taka Tuduntaka diketahui tidak mempunyai keturunan dan istri ke 2 mempunyai anak seorang laki-laki yang bernama Tandjumbulu dan seorang perempuan bernama Lila, maka calon kandidat raja pada waktu itu adalah Tandjumbulu akan tetapi sesuai kondisi saat itu dimana pemerintahan Belanda telah mempunyai pengaruh, maka Raja Taka Tuduntaka menyurat kepada pihak pemerintah Belanda dalam hal ini adalah asisten Residen di Manado dimana menyatakan dirinya dan kemudian pada bulan Desember tahun 1927 Asisten Residen tiba di Tojo dari Manado dan menginap di Rumah kerajaan bersama pengawalnya, yang sekaligus mengatur persiapan pemilihan. Dikarenakan calon Raja Tojo ada tiga orang, masing-masing :
Abdul Hamid Muslaeni (Putera 1 dari Muslaeni dengan Raja Taka Tuduntaka)
Tandjumbulu (Putera dari Raja Kolomboi dengan istri ke 2 marga Lembah dari Mardika Tawaeli). Keesokan harinya tanggal 1 januari 1928 masyarakat keempat suku yang mendiami wilayah Tojo sudah siap di Aula Kantor Raja untuk melaksanakan pemilihan. Pada hari itu pula hasil pemilihan sudah diketahui beberapa jumlah suara untuk masing-masing Kandidat. Adapun hasil yang terpampang dipapan tulis sebagai berikut:
1. Abdul Kadir Lasupu
2. Abdul Hamid Muslaeni
3. Tandjumbulu.
Hasil dari pengumpulan suara sebenarnya dimenangkan oleh Abdul Kadir Lasupu, tetapi kemenangan tersebut di Veto oleh Pabicara Kerajaan Hi. Mbue Lasupu. Perlu diketahui bahwa pengaruh dari Hi. Mbue Lasupu masih sangat kuat karena beliau pada waktu itu masih sebagai Pabicara Kerajaan Tojo sebagai orang yang dituakan, beliau mengatakan bahwa aturan yang ada di kerajaan sejak dahulu bahwa siapa saja yang menjadi Raja Tojo maka beliau sebagai turunan Andi Lasupu tetap sebagai Panglima Perang/Pabicara Kerajaan sehingga jika anaknya yang diangkat menjadi Raja sangat tidak relevan serta beliau anti terhadap penjajah, baru ternyata bisluit pengangkatan dari tujuh datuk yang tergabung dalam Tinja Patasulapa.
Dengan alasan itu sehingga Asisten Residen juga dapat memakluminya, dan sesuai dengan petunjuk Hi. Mbue Lasupu ditunjukan Tandjumbulu anak dari Raja Kolomboi untuk menjadi raja Tojo menggantikan Taka Tuduntaka yang mana disetujui pula Asisten Residen. Sehingga pada saat itu dikeluarkan Besliut penobatan Raja Tojo oleh Asisten Residen Manado (sudah pemerintahan Belanda yang mengangkat). Pada pemerintahan Tandjumbulu, kerajaan masih mengadakan perlawanan melawan Belanda tetap berlangsung dan pusat pemerintahan masih di Tojo. Setelah 11 (sebelas) tahun pemerintahan kerajaan berjalan, oleh raja Tandjumbulu pusat pemerintahan/perkantoran dipindahkan ke Rato Ampana untuk melaksanakan strategi perjuangan (tahun 1938), karena kebutulan pula Hi. Mbue Lasupu (Pabicara Kerajaan/Panglima Perang) sudah lebih dahulu pindah Rato Ampana yang sebelumnya adalah rintisan orang tuanya Andi Lasupu. Daerah Rato Ampana dibentuk menjadi sebuah kampong oleh Hi. Mbue Lasupu pada tahun 1918 yang diberi nama kampong Ampana yang artinya  Ampa adalah jerat yang berbisa sedangkan  adalah yang mematikan dan beliau sebagai kepala kampungnya yang pertama, sedangkan penduduk asli Rato Ampana adalah bernama Tarampu. Demikianlah sejak itu (tahun 1938) Raja Tandjumbulu melaksanakan tugas-tugas kerajaan bersama-sama Hi. Mbue Lasupu di Rato Ampana.

Sumber: http://komunitashistoriasul-teng.simplesite.com/430649051/4579009/posting/sejarah-touna


Kekuasan kerajaan di wilayah suku-suku To Poso

Untuk kekuasan kerajaan, klik di sini


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tojo: http://wisataampana.blogspot.co.id/2015/03/kabupaten-tojo-una-una.html
– Sejarah kerajaan Tojo: http://moslemwiki.com/Kabupaten_Tojo_Una_Una#Kerajaan_Tojo
Sejarah kerajaan Tojo: http://sejarawantouna.blogspot.co.id/2009/02/sejarah-kerajaan-tojo_04.html
Raja Kerajaan Todjo terakhir: https://id.wikipedia.org/wiki/Muslaini

Pengangkatan Tandjumbulu sebagai Raja Todjo: http://komunitashistoriasul-teng.simplesite.com/430649051/4579009/posting/sejarah-touna


Foto

Kanan: Raja Tandjumbulu

——————-

Foto yang menggambarkan keterkaitan Antara Kerajaan Una-una, Todjo dan Banggai.
Dari kiri ke kanan: Lapalege Laborahima (Togean Una Una), Tandjumbulu (Tojo), Amir (Banggai Luwuk).
Sumber foto: Fachmee dan Isone Laborahima

—————–

Kerajaan Tojo. Magau Muslaini of Tojo, 1907-27. Sumber foto: Hidayat MusLaini, FB

Kerajaan Tojo. Magau Muslaini of Tojo, 1907-27. Sumber foto Hidayat MusLaini, FB

Kerajaan Tojo. Magau Muslaini of Tojo, 1907-27. Sumber foto: Hidayat MusLaini, FB

—————-


 

Advertisements
1 Comment

One thought on “Tojo, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah, Kab. Tojo Una-Una

  1. Zulkarnain

    Apakah tidak ada kerajaan tojo sebelum pilewiti…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: