Pagaruyung, kesultanan / Prov. Sumatera Barat – Kab. Tanah Datar

Kerajaan Pagaruyung Darul Qarar: 1347 – 1833.
Kerajaan in adalah kerajaan Suku Minangkabau. Terletak di Sumatera, kabupaten Tanah Datar, kecamatan Tanjung Emas, prov. Sumatera Barat.

The Kingdom of Pagaruyung Darul Qarar: 1346 – 1833. Pagaruyung was the seat of the Minangkabau kings of Western Sumatra. Modern Pagaruyung is a village in Tanjung Emas subdistrict, Tanah Datar regency; prov. of West Sumatera.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Tanah Datar

Kabupaten Tanah Datar

Provinsi Sumatera Barat (hijau)

Provinsi Sumatera Barat (hijau)


* Foto Kerajaan Pagaruyung: link
* Foto istana Silinduang Bulan: link
* Foto istana Istano Basa: link

* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link


1) Tentang Raja terakhir / About the last king

Sultan terakhir Pagaruyung: Sultan Tunggal Alam Bagagar atau Sultan Alam Bagagar Syah.
Pada tanggal 2 Mei 1833, Sultan Tunggal Alam Bagagar ditangkap oleh pasukan Kolonel Elout (tentara belanda) di Batusangkar atas tuduhan pengkhianatan. Selanjutnya dibuang ke Batavia (Jakarta sekarang). Beliau wafat di Batavia 12 Februari 1849.


2) Tentang Pewaris

Setelah kematian sultan Bagagarsyah (1849) selaku sultan terakhir dalam pengasingan di Batavia, ada beberapa klaim berbeda mengenai pewarisan takhta kerajaan.

* Pada 2009, Muchdan Taher Bakrie yang mengaku sebagai pewaris sah kerajaan, hadir dalam upacara penobatan Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan, Muhriz ibni Munawir di Istana Besar Seri Menanti, Kuala Pilah. Ia mengklaim bahwa Bagagarsyah diasingkan ke Batavia bersama anak pertamanya, Sultan Mangun Tuah. Berdasarkan silsilah tersebut, menurutnya, Sultan Mangun Tuah mempunyai enam orang anak dan ia merupakan merupakan cucu dari anak pertama Sultan Mangun Tuah yang bernama Raja Sabaruddin. Ia mengklaim sebagai pewaris yang sah terhadap pemerintahan Raja Alam Minangkabau terakhir dan menyatakan sedang menjejaki cucu Sultan Jamin (anak Sultan Mangun Tuah) yang dipercayai berada di Batu Kikir, Kuala Pilah.

* Di Pagaruyung sendiri terdapat seorang “pemangku daulat raja alam” bernama Haji Muhammad Taufiq Thaib; membawahi 67 kerajaan, yang disebut kerajaan Sapiah Balahan Kuduang karatan Kapak Radai Timbang Pacahan. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya Raja Alam Minangkabau Pagaruyung dibantu oleh Yang di Pertuan Raja adat buo dan Yang di Pertuan Raja Ibadat Sumpur Kudus. Dalam menjalankan tugas sehari-hari Rajo Tigo Selo ini dibantu oleh Basa Ampek Balai.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Pagaruyung#Pewaris

Muchdan Taher Bakrie Sultan Alam Bagagarsyah Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung

Sutan Haji Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Tentang Muchdan Taher Bakrie Sultan Alam Bagagarsyah: www.facebook.com
– Tentang Muchdan Taher Bakrie Sultan Alam Bagagarsyah: www.integritasmedia.com
 – Tentang Muchdan Taher Bakrie Sultan Alam Bagagarsyah:  www.kompasiana.com/

– Tentang Sutan Haji Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam: lubukgambir.wordpress.com/2010
– Tentang Sutan Haji Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam:  travel.kompas.com


3) Sejarah / History kerajaan Pagaruyung

For english, click here

Maka urutan kerajaan di dalam Tambo Alam Minangkabau adalah:

1 Kerajaan Pasumayan Koto Batu,
2 Kerajaan Pariangan Padang Panjang
3 Kerajaan Dusun Tuo yang dibangun oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang
4 Kerajaan Bungo Sitangkai
5 Kerajaan Bukit Batu Patah dan terakhir
6 Kerajaan Pagaruyung.

Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh seorang peranakan Minangkabau – Majapahit yang bernama Adityawarman, pada tahun 1347. Adityawarman adalah putra dari Mahesa Anabrang, panglima perang Kerajaan Sriwijaya, dan Dara Jingga, putri dari kerajaan Dharmasraya.
Pengaruh Hindu di Pagaruyung berkembang kira-kira pada abad ke-13 dan ke-14, yaitu pada masa pengiriman Ekspedisi Pamalayu oleh Kertanagara, dan pada masa pemerintahan Adityawarman dan putranya Ananggawarman.
Pada abad ke-17, Kerajaan Pagaruyung akhirnya berubah menjadi kesultanan Islam. Raja Islam yang pertama dalam tambo adat Minangkabau disebutkan bernama Sultan Alif.
Pada tanggal 2 Mei 1833 Yang Dipertuan Minangkabau Sultan Alam Bagagarsyah, raja terakhir Kerajaan Pagaruyung, ditangkap oleh Letnan Kolonel Elout di Batusangkar atas tuduhan pengkhianatan. Sultan dibuang ke Betawi, dan akhirnya dimakamkan (1849) di pekuburan Mangga Dua, Jakarta.

Sejarah lengkap: Wiki


4) Tentang Institusi Rajo Tigo Selo

Rajo Tigo Selo merupakan sebuah institusi tertinggi dalam kerajaan Pagaruyung yang dalam Tambo Adat disebut Limbago Rajo.
Tiga orang raja yakni Raja Alam, Raja Adat, dan Raja Ibadat berasal dari satu keturunan. Raja Alam, Raja Adat, dan Raja Ibadat, ketiganya disebut Rajo Tigo Selo. Sedangkan Raja Adat dan Raja Ibadat disebut Rajo Duo Selo. Antara anggota Raja Tigo Selo selalu berusaha menjaga hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan cara saling mengawini.
Masing-masing raja mempunyai tugas, kewenangan dan mempunyai daerah kedudukan tersendiri.
* Raja Alam membawahi Raja Adat dan Raja Ibadat. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung.
* Raja Adat yang berkedudukan di Buo,
* Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus.

Untuk lengkap, lihat: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/rajo-tigo-selo-pagaruyung/


5) Tata pemerintahan kerajaan Pagaruyung

* Wilayah kerajaan Pagaruyung, klik di sini

* Struktur pemerintahan, klik di sini


6) Daftar Raja / List of kings

I Maharajadiraja, 1347 – 1417

* 1347-1375: Adityawarman
* 1375-1417: Anangawarman

II Yang Dipertuan Pagaruyung, 1668 – 1883
Dinasti Islam pertama yang memerintah, dan mulai menggunakan gelar Sultan.

* 1668-1674: Ahmadsyah. Tidak diketahui, muncul berdasarkan dari korespondensi surat-menyurat antara seorang regent VOC di Padang Jacob Pits dengan raja Minangkabau, salah satunya surat tertanggal 9 Oktober 1668. Sultan Ahmadsyah, Iskandar Zur-Karnain, penguasa Minangkabau yang kaya akan emas
* 1674-1730: Indermasyah, Putra dari Ahmadsyah, diketahui berdasarkan surat yang diterima regent VOC di Padangdan gubernur Belanda di Melaka, dimulai sejak tahun 1670. Raja Suruaso, Yang Dipertuan Inderma
* 1780-1821: Muningsyah,Tidak diketahui secara pasti. Sultan Arifin Muningsyah, Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Alam Muningsyah
* 1821-1833: Bagagarsyah, Sultan terakhir Pagaruyung. Pada tanggal 2 Mei 1833, Sultan Tunggal Alam Bagagar ditangkap oleh pasukan belanda dan dibuang ke Batavia (Jakarta sekarang) sampai akhir hayatnya (1849).
Sumber / Source:  https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Pagaruyung

2017: Sekarang ada 2 yang mengaku sebagai pewaris sah kerajaan:
* Muchdan Taher Bakrie Sultan Alam Bagagarsyah Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung,
* Sutan Haji Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam.


7) Istana kerajaan Pagaruyung

. 1) Istana Silinduang Bulan
.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Istano_Silinduang_Bulan

* Foto istana Silinduang Bulan: link

Istano Silinduang Bulan

Istano Silinduang Bulan

. 2) Istano Basa

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Istano_Basa

* Foto istana Istano Basa: link

Istano Basa yang dibangun kembali setelah kebakaran tahun 2007.

Istano Basa yang dibangun kembali setelah kebakaran tahun 2007.


8) Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


9) Sumber / Source Kerajaan Pagaruyung

– Sejarah kerajaan Pagaruyung di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pagaruyung
Sejarah kerajaan Pagaruyung di Meleyuonline: http://melayuonline.com/ind/history/dig/70/kerajaan-pagaruyung
Sejarah kerajaan Pagaruyung: https://xendro.wordpress.com/2007/07/17/kerajaan-pagaruyung/
– Sejarah kerajaan Pagaruyung: http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-di-sumatera/sejarah-kerajaan-pagaruyung-1347%E2%80%931825-serta-pembagian-wilayah-darek-dan-rantau-10019.htm
Daftar Raja Pagaruyung: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Pagaruyung
Istana  terbakar (2010): link

– Istana Silinduang Bulan di Wiki: link
Istana Basa Pagaruyung di Wiki: link


9) Sumber / Source Rajo Tigo Selo

– Rajo Tigo Selo: Wiki
Rajo Tigo Selo: http://daerah.sindonews.com/read/887549/29/rajo-tigo-selo-dari-raja-alam-hingga-raja-ibadat-1406909289
Rajo Tigo Selo: https://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/25/kronologi-langgam-nan-tujuah-rajo-tigo-selo-dan-basa-ampek-balai/

English

– History Pagaruyung: Wiki
History Pagaruyung on Melayuonline: link


* Foto Kerajaan Pagaruyung: link
* Foto istana Silinduang Bulan: link
* Foto istana Istano Basa: link

Sutan Mohammad Taufiq Thaib Yang Dipertuan Tuanku Mudo Mahkota Alam.

—————————————————————————————————————————————

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: