Tatanga, Kerajaan / Sul. Tengah – wilayah Palu

Kerajaan Tatanga terletak di prov. Sulawesi Tengah, wilayah Palu.

Prov. sulawesi Tengah, dan lokasi wilayah Paalu

Prov. Sulawesi Tengah, dan lokasi wilayah Palu


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah kerajaan Tatanga

Dalam catatan Madika Malolo Tatanga, Amir Kasa tahun 1903 di kulit bambu dalam huruf bugis, tercantum masa kebaligauan (Baligau : sebutan untuk raja) berlangsung selama 46 tahun sesudah Perjanjian Bongaya (1667), antara Belanda – VOC dengan Kerajaan Goa.
Baligau (raja) di Tatanga  mengepalai wilayah yang disebut Patanggota (empat wilayah), yang meliputi Bulili (Birobuli), Lekatu, Maravola (sekarang disebut Marawola) dan Vau (Vou). Masing-masing nggota (wilayah) dikepalai oleh Magau. Namun dari masa 1609 – 1713, Kerajaan Tatanga membawahi valunggota (delapan nggota/ngata/wilayah).

Nama – nama Baligau (raja) yang memimpin Kerajaan Tatanga periode 1713 – 1903 (atau selama 190 tahun) atau hingga awal masuknya penjajah Belanda ke Lembah Palu adalah:
Busilemba        : 27 tahun.
Bekalemba       : 23 tahun.
Mo Esabulava (ratu) : 31 tahun.
Kalonjogu         : 27 tahun.
Lasatumpagi    : 25 tahun.
Lasarata            : 19 tahun.
Maebunga (ratu)    : 10 tahun.
Lasatandedunia      : 20 tahun.
(1895 – 1903): Rangginggamagi (ratu) : 8 tahun.

Sedangkan susunan personalia pemerintahan Tatanga dibawah kepemimpinan Ratu Ranggigamagi (1895 – 1903) terdiri atas sebagai berikut; Baligau (ratu) ialah Ranggigamagi, Madika Malolo (kepala pemerintahan) Amir Kasa, Punggava (komandan pasukan) Gonurante, Pabisara (juru bicara) Latorampe, Galara (hakim) Ritulero, dan Tadulako (panglima) Songgolangi.
Dimasa pemerintahan Ratu Ranggigamagi itulah terjadi peperangan melawan pasukan (marsose) Belanda di lembah Palu. Tatanga mempersiapkan bentengnya masing-masing di Ngata (kota) Tatanga, Lelonggarata dan Bulili (Birobuli). (bersambung).

Sejarah kerajaan Tatanga: http://curcollogi.blogspot.co.id/2015/06/tatanga-patriotisme-nyaris-terlupakan-2.html


Ratu Ranggigamagi diasingkan oleh belanda 1909

Pada hari Kamis 7 September 1903, Ratu Tatanga ditangkap Belanda di Uvempomata (Palupi). Sedangkan pasukan Belanda yang menyerang Tatanga dipimpin oleh Letnan Voskuil. Ikut ditangkap serta bersama Ratu Ranggigamagi, sang suami ratu bernama Lingijombu, Madika Malolo Amir Kasa, dan lima orang Tadulako masing-masing Ritulero, Gonurante, Latorampe, Kundu dan Sambali.
Oleh Belanda, Ratu Ranggigamagi bersama pengikutnya diasingkan ke Pulau Nusakambangan (Jawa Tengah), dan pada tahun 1909 sang wanita pahlawan dari Tana Kaili dipindahkan sebagai tawanan di Semarang.

– Sumber dan sejarah lengkap: http://curcollogi.blogspot.co.id/2015/06/tatanga-patriotisme-nyaris-terlupakan-3.html


Hubungan kerajaan Tatanga dengan kerajaan disekitarnya

Berdasarkan catatan lontara yang ditulis Badrun Arif, antara lain menuliskan ; masa Kemadikaan Tatanga dinyatakan 58 tahun sebelum Perjanjian Bongaya (18 November 1667). Namun dalam Lontara itu, tidak disebutkan siapa – siapa nama madika yang memerintah Tatanga.
Hanya disebutkan, masa Kemadikaan Tatanga berlangsung selama 104 tahun, dari tahun 1609 hingga tahun 1713.

Foto: Naskah kuno tentang hubungan kerajaan Tatanga dengan kerajaan disekitarnya ( Sumber: Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi daerah kota Palu).

Klik foto untuk besar


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Sejarah kerajaan Tatanga: http://curcollogi.blogspot.co.id/2015/06/tatanga-patriotisme-nyaris-terlupakan-2.html
– Ratu Ranggigamagi diasingkan oleh belanda 1909: http://curcollogi.blogspot.co.id/2015/06/tatanga-patriotisme-nyaris-terlupakan-2.html


Foto foto

Foto Ranginggamagi.


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: