Lian Lolon, kerajaan / P. Adonara – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Lian Lolon terletak di P. Adonara, prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Lian Lolon was located on the island of Adonara, prov. Nusa Tenggara Timur.
For english, click here

Lokasi pulau Adonara

Lokasi pulau Adonara


* Foto kerajaan-kerajaan / kingdoms on Adonara: link


Tentang kerajaan Lian Lolon / About the kingdom

Sumber / Source: http://lamahala-jaya.simplesite.com/418974521

Kedatangan bangsa-bangsa luar Adonara di masa lampau dilakukan secara kelompok dan menempati suatu wilayah secara berkelompok pula. Dengan demikian untuk menjaga persatuan dan kemungkinan-kemungki­nan yang timbul jika berhadapan dengan wilayah lainnya, kelompok tersebut mulai mengorganisir diri dengan menunjuk seorang pemimpin kelompok. Lama kelamaan wilayah tersebut bertambah luas terbentuklah kerajaan-kerajaan.
Selain itu masih ada lagi beberapa kerajaan misalnya: Kerajaan Boleng, Lamahala, Terong, Watan Pao. Sebelum adanya pemisahan daerah Paji dan Demon, kerajaan-kerajaan ini berdiri sendiri-sendiri. Disamping itu masih terdapat pula beberapa pedesaan toritorial yang cukup luas, namun belum dapat dikatakan kerajaan, yaitu: Hinga, Lamabunga, Kiwangona, Horowura dan Botun/Lewo Belen.

Kerajaan Lian Lolon mula-mula ditempati oleh suku Nepalolon dan diperintahi oleh Ola Laku Nara. Kekuasaan kemudian beralih ke tangan Engga adik Iga. Engga lalu mengadakan penaklukkan terhadap beberapa wilayah. Daerah kekuasaannya dinamakan Paji.

Sejarah kerajaan Adonara / Lian Lolon

Ditutur oleh Imron Sadewo
– Sumber: https://www.facebook.com/notes/pemuda-adonara-bangkit/sejarah-raja-adonara/909786562379012

Turunan raja Adonara adalah kaum pendatang yang terakhir memasuki Adonara. Mereka turunan Sultan Hamerskoro dari kesultanan Goram di pulau Seram. Karena terjadi perdebatan mahkota, mereka meninggalkan Goram, dengan rombongan besar di pimpin oleh tiga orang saudara yaitu Lama Ata Wadan, Sili Sengaji, La Asan. Mereka berlayar tiba di Lewotolok. Lama Ata Wadan dan La Asan menetap di Lewotolok dan Sili Sengaji terus berlayar.Perpisahan mereka ini dapat dibuktikan dalam sastra klasik “kaka tolok lamadike arin tadon adonara”, yang artinya “kakaknya di daerah indah Lewotolok, adiknya di pulau indah Adonara.Dalam perjalanan mengarungi laut Flores menuju pulau Adonara maka mereka berteduh di Koliwutun daerah Utaneban yang waktu itu diduduki oleh suku Korebima. Maka terjadilah peperangan antara rombongan Sili Sengaji dan suku Korebima. Suku Korebima kalah dan meninggalkan Utaneban. Rombongan Sili Sengaji melajutkan perjalanan sampai ke Lewo Uwun tetapi cuma sebentar karena Ola Lakunara dari kerjaan Lian Lolon datang meminta Sili Sengaji rela tinggal bersama mereka dan di beri kedudukan di Lian Lolon. Mereka namakan sukunya Adonara dan kampung Lian Lolon dirubah namanya menjadi kampung Adonara dan kerajaan dirubah namanya mejadi kerajaan Adonara.
Adapun perjanjian antara Sili Sengaji dan Ola Lakunara yaitu:
1. Sili Sengaji jadi raja Lian Lolon;
2. Turunan Enga jadi Kapitan;
3. Turunan Ola Lakunara jadi ba’an lewo pehen suku.

Dalam pemerintahan Sili Sengaji terjadilah perubahan besar, ketika La Asan sendiri memimpin ekspansi penaklukan terhadap kerajaan Molungang dan Libu Kliha. Dua kerajan itu ditaklukan oleh La Asan. Hal itu menyebapkan Botun, Boleng, Tengadei, Kwela, Kedang mengakui yang dipertuan raja Lian Lolon dengan tidak melalui penaklukan.


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Adonara

Ada 3 kerajaan di pulau Adonara:
* Kerajaan Adonara,
* Kerajaan Terong,
* Kerajaan Lamahala.

Semua 3 kerajaan di pulau Adonara dan 2 kerajaan di pulau Solor (Lamakera dan Lohayong) disebut  wilayah Watan Lima. Diduga keturunan suku Buis.

Sejarah lokal Adonara terdokumentasikan dari abad keenam belas, ketika para pedagang dan misionaris Portugis mendirikan pos di dekat Pulau Solor.Pada saat itu Pulau Adonara dan pulau-pulau di sekitarnya dibagi di antara penduduk pesisir yang dikenal sebagai Paji, dan penduduk pegunungan yang disebut Demon.
Para Paji mudah menerima Islam, sementara Demon cenderung di bawah pengaruh Portugis. Wilayah Adonara milik Paji mencakup tiga kerajaan, yaitu Adonara (berpusat di pantai utara pulau), Terong dan Lamahala (di pantai selatan). Bersama dengan dua kerajaan di Pulau Solor, Loyahong dan Lamakera, mereka membentuk sebuah persekutuan yang disebut Watan Lema (“lima pantai”). Watan Lema bekerja sama dengan VOC pada 1613 dan ditegaskan pada 1646.
Kerajaan Adonara sendiri sering permusuhan dengan Portugis di Larantuka, Flores, dan tidak selalu taat kepada Belanda. Pada abad ke-19, penguasa Adonara di utara memperkuat posisinya di Kepulauan Solor; saat itu, ia juga menjadi penguasa bagian timur Flores dan Lembata. Wilayah Demon berdiri di bawah kekuasaan kerajaan Larantuka, yang berada di bawah kekuasaan Portugis sampai tahun 1859, ketika wilayah tersebut diserahkan pada Belanda. Kerajaan Larantuka dan Adonara dihapuskan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1962.

Peta kerajaan Adonara, Lohayong, Lamakera, Terong, Lamahala, Labata

 ———————————

Peta pulau Adonara, tahun 1910


Sumber / Source (only indon. language)

Asal usul pulau Adonara: http://santipelu888.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-adonara.html
– Sejarah pulau Adonara: http://bolengatumatan.blogspot.co.id/
– Sejarah pulau Adonara: http://ferdiboro93.blogspot.co.id/2014/10/sejarah-adonara.html
Suku Adonara: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-adonara-nusa-tenggara-timur.html