Bojo, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – wilayah Pare Pare

Kerajaan Bojo terletak di Prov. Sulawesi Selatan, wilayah kota Pare Pare. Berdiri abad ke-15.

Lokasi wilayah Pare Pare


Sejarah kerajaan Bojo

Jauh sebelum datangnya pemerintah Hindia Belanda, di daerah Mallusetasi terdapat empat kerjaan kecil yang berkuasa yaitu:
Nepo,
Bojo,
Bacukiki dan
Soreang.
Mallusetasi diartikan Nakkangului anrena, nalusei (nalusereng) tasi’na (ikan). Ini diartikkan sebagai daerah yang berkecukupan dalam hal makanan.

Dijelaskan diatas bahwa terdapat beberapa kerajaan kecil yang berkuasa dan berdiri sendiri:
a) Kerajaan Nepo, yang membawahi lagi kerajaan/akkarungeng yang lebih kecil seperti Manuba (onyi), Mareppang dan Palanro,
b) Kerajaan Soreang yang daerahnya meliputi sebahagian Kota Parepare sekarang.
c) Kerajaan Bacukiki dan kerajaan Bojo yang diberi kelebihan yaitu: Napoade Ade’na, Napo bicara Bicaranna artinya dapat mengatur dirinya sendiri.

Empat kerajaan ini tergabung dalam satu ikatan yang disebut “LILI PASSIAJING” yang dikoordinir oleh Addatuang Sidenreng.
LILI PASSIAJING ; Lili artinya kelompok, Passiajing artinya hubungan darah (turunan).

Lili Passiajing adalah suatu ikatan kesatuan berdasarkan hubungan darah atau turunan. Hal ini dapat dilihat bahwa raja yang berkuasa di empat kerajaan tersebut mempunyai garis turunan yang berasal dari Addatuang Sidenreng, Addatuang artinya Perlindungan.

Lontara Kerajaan Suppa menyebutkan, sekitar abad XIV seorang anak Raja Suppa meninggalkan Istana dan pergi ke selatan mendirikan wilayah tersendiri pada tepian pantai karena memiliki hobi memancing. Wilayah itu kemudian dikenal sebagai kerajaan Soreang, kemudian satu lagi kerajaan berdiri sekitar abad XV yakni Kerajaan Bacukiki.


Sumber

– Sejarah kerajaan Soreang: http://sangsejarawan.blogspot.com/2014/06/terbentuknya-kecamatan-mallusetasi.html