Mamuju, kerajaan / Prov. Sulawesi Barat – kab. Mamuju

Kerajaan Mamuju adalah kerajaan Suku Mandar. Terletak di Sulawesi, Kab. Mamuju, Prov. Sulawesi Barat. Dulu termasuk Pitu Baqbana Binanga. Tahun 1540 bentuknya kerajaan Mamuju.
Raja bergelar Maradia.

The kingdom of Mamuju is a kingdom of the Mandar People; connected to Pitu Baqbana Binanga. West Sulawesi.
The title of the king is Maradia. The kingdom was founded in 1540.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Mamuju


* Foto kerajaan Mamuju: link
* Foto Rumah Adat kerajaan Mamuju: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN MAMUJU

Tentang Raja

15 sept. 2021
Putra Mahkota Mamuju, Andi Bau Akram Maksum DAI, Rabu 15 September 2021 dilantik menjadi Raja Mamuju atau Maradika Mamuju, menggantikan sang ayah, Almarhum Andi Maksum DAI.

8 september 2020
Raja kerajaan Mamuju, Andi Maksum Dai, wafat pada tanggal 8 september 2020.

12 juli 2017
Maradika (Raja) Mamuju Andi Maksum Dai, secara resmi menobatkan Putra Mahkota untuk Kerajaan yang dipimpinnya, Rabu (12/7/17).
Dengan dinobatkannya, Bau Akram Maksum Dai secara resmi Kerajaan Mamuju memiliki Putra Mahkota yang akan bertugas mendampingi dan mewakili Raja dalam pelaksanaan tugas kerajaan apabila Raja berhalangan hadir.

15 sept. 2021: Putra Mahkota Mamuju, Andi Bau Akram Maksum DAI, Rabu 15 September 2021 dilantik menjadi Raja atau Maradika Mamuju

——————–
Video pelantikan raja baru Mamuju


Sejarah kerajaan Mamuju

Kerajaan Mamuju tidak dibentuk tahun 1540 oleh Tomanurung, tetapi hasil penggabungan antara dua kerajaan, yaitu Kerajaan Kurri-Kurri dan Kerajaan Langga Monar.

Kerajaan Mamuju tergabung dalam wilayah Persekutuan Pitu Baqbana Binanga; lihat di bawah.

Berdirinya kerajaan Mamuju sesuai penelitian yang seksama yakni pada 14 Juli 1540 kemudian mulai Sistim Monarki. Kerajaan Mamuju didirikan oleh seorang Tomakaka bergelar Tomojammeng setelah mengalahkan kerajaan Kurri – kurri di wilayah Simboro yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Mamuju.

Masa pemerintahan kerajaan di Mamuju berlaku sejak berdirinya kerajaan Mamuju sekitar abad ke-14 Masehi, sedangkan kepala pemerintahan kerajaan disebut Maradika sama halnya dengan kerajaan kerajaan di wilayah Mandar, istilah untuk raja adalah Maraqdia, Maradika atau Arajang yang didasari dengan sistem monarchy absolut atau jabatan yang diwariskan karena pejabat kerajaan hanya berlaku pada garis keturunan bangsawan kerajaan.

Pada awal abad ke-20, Belanda menetapkan wilayah – wilayah jajahannya dengan sistem administrasi residensial yang terbagi – bagi menurut Afdeling, Landschaap, Onder afdeling, dan distrik. Afdeling di kepalai oleh seorang Asisten Residen, dan dibawah afdeling terbagi lagi atas beberapa Onder Afdeling yang kepalai oleh seorang Controlleur dan onder afdeling dibagi atas beberapa wilayah Swapraja sesuai dengan wilayah kerajaan – kerajaan, dan raja diberi wewenang menjadi kepala pemerintah tersendiri (Zelfbestuurder), dibawah Swapraja terdapat Distrik dan raja yang mengangkat kapala distrik dan kepala kampung. Mamuju dan Tapalang menjadi wilayah Onder afdeling berada dibawah Afdeling Mandar.
– Untuk sejarah lengkap, klik di sini

Mara’dia Mamuju, Jalala Ammana Inda (1908 – 1950). Foto tahun 1938


Daftar raja

Penguasa (Maradia)

1674:  Mamuju dibentuk

* c.1820 – 1840: Ammana Komba
* c.1840 – 1860: Tomappelei Kasu Ditana
* c.1860 – 1870: Panre
* c.1870 – 1890: Nai Latang (f)
* c.1890 – 1895: Na E Sukur (d. 1895)
* 1895 – 1908:    Karanene
* 1908 – 1950:    Jalala Amana Inda (b. 1875 – d. 19..)
* 8 september 2020: Raja Andi Maksum Dai, wafat
* 15 September 2021: penobatan Andi Bau Akram Maksum Dai.

– Sumber: link


Ritual Adat Masossor Manurung (pencucian pusaka), 17 des. 2019

Ritual adat yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun pada tahun ganjil, merupakan salah satu agenda utama Festival Maradika Mamuju 2019.
Masossor Manurung telah dikemas baik dan sakral. Mendapat apresiasi dari sejumlah tamu yang hadir karena dinilai masih melestarikan tradisi dan keyakinan para pendahulu Bumi Manakarra julukan Mamuju.
Maradika (Raja) Mamuju H Andi Maksum Djalaluddin Ammana Indah mengaku mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan pencucian pusaka “Manurung” yang disaksikan 93 kerajaan yang menghadiri ritual sakral itu.


Hubungan sejarah kerajaan Mamuju dengan kerajaan Badung Bali

Untuk hubungan dengan kerajaan Badung, klik di sini.


Struktur pemerintahan Mamuju

Kerajaan Mamuju sebagaimana halnya di kerajaan lain berlaku sistem pemerintahan monarki, tetapi bukan monarki absolut karena raja diganti atas usul lembaga adat namun yang menjadi Kepala Negara adalah Raja. Raja Mamuju Pammarica dan Pue Taleo mulai membentuk lembaga adat sejak itu di Mamuju sudah ada lembaga adat lembaga adat dengan istilah “Gala’gar Pitu” yang membantu Raja sehari-hari dalam menjalankan Pemerintahan yaitu:

* Baligau
Tugas Baligau di Mamuju adalah mewakili raja, selanjutnya memegang urusan pertahanan dan keamanan.
* Pue Ballung
Bertugas dibidang kepemudaan, kesenian dan bidang pengadilan
* Pue Papa
Bertugas di bidang kesejahteraan (Kesra) dan urusan umum
* Pue To Bone-Bone
Bertugas dibidang kesyahbandaran, pengelolaan hasil laut dan olehraga.
* Pue To Kasiwa
*
Bertugas dibidang tenaga kerja dan penggerak massa
* Pa’bicara
Bertugas di bidang penerangan yakni menyampaikan hasil-hasil keputusan Sitammu Uju dan pemerintah dari Raja.
* Kadhi
Bertugas di bidang keagamaan dan pengadilan agama.
– Sumber: https://nehanesia.com/sejarah-kerajaan-mamuju/


Sejarah kerajaan2 Suku Mandar

Suku Mandar terdiri atas 17 kerajaan.
Pada akhir abad ke-16 atau awal abad ke-17 negeri negeri Mandar menyatukan diri menjadi sebuah negeri yang lebih besar, yaitu tanah Mandar yang terdiri dari:
* 7 kerajaan hulu yang disebut “Pitu Ulunna Salu”,
* 7 kerajaan muara yang disebut “Pitu ba’bana binanga” dan
* 3 kerajaan yang tidak bergabung pada kedua wilayah tersebut (wilayah netral), dinamakan “Kakaruanna Tiparittiqna Uhai” atau sering juga disebut “Karua Babana Minanga”.

Kerjaan-kerajaan ini awalnya terbentuk sekitar akhir abad ke-15 (sekitar tahun 1580) setelah persekutuan kerajaan-kerajaan Bocco Tellu dan Appe Banua Kaiyyang, dan berakhir sekitar abad ke-18 (sekitar tahun 1860) setelah Belanda mulai masuk dan menjajah satu persatu kerajaan. Kerajaan-kerajaan ini juga pernah jadi wilayah Vasal dari kekuasaan kerajaan Gowa-Tallo sekitar tahun 1612 – 1667, dan kerajaan Bone menanamkan pengaruh dan hegemoni sekitar tahun 1672 – 1737.

Semua kerajaan-kerajaan di Mandar ini saling menghormati pada bagian wilayah masing-masing dan saling membantu seakan-akan mereka sebenarnya satu wilayah layaknya satu negara kesatuan, makanya beberapa ahli sejarah Mandar berpendapat bahwa kerajaan di Mandar tidak berbentuk kerajaan layaknya kerajaan lain yang memerintah dan berdaulat di daerah sendiri tapi melainkan Satu Kesatuan Wilayah yang saling menghormati.

Tujuh kerajaan yang tergabung dalam wilayah Persekutuan Pitu Ulunna Salu adalah:
1 Kerajaan Rante Bulahang, raja bergelar Indo Lembang,
2 Kerajaan Aralle, raja bergelar Indo Kadaneneq,
3 Kerajaan Tabulahan, raja bergelar Indo Litaq,
4 Kerajaan Mambi
5 Kerajaan Matangnga, raja bergelar Indo Lembang,
6 Kerajaan Tabang, raja bergelar Indo Lembang,
7 Kerajaan Bambang, raja bergelar Indo Lembang.

Tujuh kerajaan yang tergabung dalam wilayah Persekutuan Pitu Baqbana Binanga adalah:
1 Kerajaan Balanipa, raja bergelar Arayang
2 Kerajaan Sendana, raja bergelar Arayang,
3 Kerajaan Banggae, raja bergelar Maraqdia,
4 Kerajaan Pamboang, raja bergelar Maraqdia,
5 Kerajaan Tapalang, raja bergelar Maradika,
6 Kerajaan Mamuju, raja bergelar Maradika,
7 Kerajaan Benuang, raja bergelar Arung.

Kerajaan yang bergelar Kakaruanna Tiparittiqna Uhai atau wilayah Lembang Mappi adalah sebagai berikut:
1. Kerajaan Allu
2. Kerajaan Tuqbi
3. Kerajaan Taramanuq

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Mandar

Kerajaan-kerajaan yang ada di Tanah Mandar, yang terdiri dari Pitu Baba’na Binanga dan Pitu Ulunna Salu.


Istana / Rumah adat Mamuju

Kompleks rumah adat sendiri terdiri atas rumah raja dan rumah utama dibelakangnya yang disambung dengan jembatan kecil, rumah pengawal, beberapa gubuk untuk pandai besi, pandai emas, lumbung padi, kandang rusa, dan kandang kuda. Kondisi bangunannya cukup terawat, sayangnya di dalamnya tidak terdapat pajangan apapun alias kosong melompong.
* Foto Rumah Adat kerajaan Mamuju: link


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah lengkap kerajaan Mamuju: https://nehanesia.com/sejarah-kerajaan-mamuju/
– Sejarah lengkap kerajaan Mamuju: https://www.facebook.com/groups/sejarahsulawesi/permalink/2929097810439531/

– Sejarah kerajaan Kurri Kurri dan kerajaan Langga Monar: https://www.researchgate.net/publication/337743240_BERDIRINYA_KERAJAAN_MAMUJU
Sejarah kerajaan Kurri Kurri dan kerajaan Langga Monar:: https://mamunyuku.blogspot.com/2017/07/maradika-zelfbestuure-sampai-syuyitso.html

– Episode baru kerajaan (2013): https://shalahuddinfix.wordpress.com/2013/04/02/episode-baru-kerajaan-mamuju/
Daftar Raja Mamuju:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Tentang Mamuju: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1032331
– Hubungan kesejarahan kerajaan Mamuju dan kerajaan  Bali: http://adereskiawall.blogspot.co.id/2013/07/hubungan-kesejarahan-antara-kerajaan.html
————————-

– Suku Mandar di Wiki: Wiki
Sejarah kerajaan kerajaan Suku Mandar: link
Kerajaan Pitu Baqbana Binanga: link
Pitu Ulunna Salu dan Pitu Baqbana Binanga: link
Kerajaan lokal di Mandar: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: