Bungku, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Morowali

Kerajaan Bungku, 1672-1950, adalah kerajaan Suku Bungku, terletak di Sulawesi, kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kerajaan ini berdiri sejak abad ke-17. Merdeka dari Ternate pada 1900.

The Kingdom of Bungku, 1672-1950, is a kingdom of the Bungku People, located in central Sulawesi.
Thus kingdom exists since the 17th century.
For english, click here

Lokasi kabupaten Morowali


* Foto kerajaan Bungku: di bawah

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Raja sekarang

Ratu Bungku: Peapua Hajjah Andi Bau Husnul Ziadah Binti Peapua Achmad Hadie. Foto tahun 2010.
Tentang keturunan raja Bungku tidak ada info.


Sejarah kerajaan Bungku, 1672-1950

Umum

Masyarakat Bungku pernah membentuk kerajaan, yaitu Kerajaan Bungku yang dalam literatur Belanda disebut pula dengan nama Kerajaan Tambuku atau Tombuku. Kerajaan Bungku, bersama kerajaan-kerajaan kecil di daerah pesisir timur Sulawesi Tengah lainnya, ditaklukan oleh Kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-19.

Pada mulanya penduduk yang mendiami daerah Poso berada di bawah kekuasaan pemerintah Raja-Raja yang terdiri dari Raja Poso, Raja Napu, Raja Mori, Raja Tojo, Raja Una Una dan Raja Bungku yang satu sama lain tidak ada hubungannya.
Keenam wilayah kerajaan tersebut di bawah pengaruh tiga kerajaan, yakni:
* Wilayah Bagian Selatan tunduk kepada Kerajaan Luwu yang berkedudukan di Palopo,
* Wilayah Bagian Utara tunduk dibawah pengaruh Raja Sigi yang berkedudukan di Sigi (Daerah Kabupaten Donggala),
* Wilayah Bagian Timur, yakni daerah Bungku termasuk daerah kepulauan tunduk kepada Raja Ternate.

Raja Bungku terakhir, 1941-1950

Sejarah kerajaan Bungku

Menurut cerita yang berkembang dan dikembangkan oleh masyarakat Bungku bahwa, kerajaan Bungku dahulu diperintah oleh raja-raja yang berasal dari keturunan leluhur yang sama mulai dari raja pertama sampai raja ke 13 sebagai raja terakhir hingga Indonesia merdeka.
Raja pertama Kerajaan Bungku adalah Marhum Sangiang Kinambuka. Ayahnya bernama Sangia Oheo dan ibunya bernama Fengguluri.

Kerajaan Bungku berdiri sebagai akibat dari sikap kesewenang-wenangan pemerintah Hindia Belanda yang ingin mengikat seluruh kerajaan yang ada di wilayah Sulawesi Tengah dalam sebuah perjanjian yang hanya menguntungkan sebelah pihak. Kerajaan-kerajaan yang menolak perjanjian tersebut akan diserang dengan cara-cara kekerasan oleh Belanda dan kemudian wilayah kerajaannya dipecah-pecah. Salah satu kerajaan yang menolak perikatan itu adalah Kerajaan Mori, yang kemudian oleh Belanda dipecah menjadi Kerajaan Mori dan Kerajaan Bungku.

Keberadaan masyarakat Bungku sejak tahun 1622 sudah dikenal di Eropa terutama oleh orang Portugis dengan kata “Tobuguo”.

Kerajaan Bungku yang ditaklukkan oleh pasukan Ternate (belum diketahui kapan waktunya) yang oleh masyarakat Bungku lebih popular dengan nama Tobelo; pada tahun 1682 diambil alih Gubernur Padbrugge atas nama Kompeni Hindia Belanda, dengan tujuan menghukum Sultan Ternate atas pemberontakannya melawan kekuasaan Kompeni. Sebelum diambil alih oleh pemerintah Belanda, Bungku telah memiliki pemerintahan sendiri.

Pada periode 1903-1918, daerah Sulawesi Tengah yang kita kenal sekarang ini sebagian termasuk dalam wilayah Keresidenan Sulawesi Selatan dan sebagian lagi termasuk wilayah Keresidenan Sulawesi Utara. Yang termasuk wilayah Sulawesi Selatan (Oost Celebes) adalah Onderafdeling Kolondale, yang terdiri dari Kerajaan Mori dan Bungku.
– Sejarah kerajaan Bungku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-of-bungku/sejarah-kerajaan-bungku/

Raja ke-11 kerajaan Bungku


Daftar raja / List of kings (Peapua)

  • c.1672 – …. Kacili Lamboja
  • …. – …. Sangian Kinambuga
  • …. – 1747 Kacili Surabi (wafat. 1747)
  • 1747 – …. Foajianto
  • …. – …. Kacili Lamboja
  • …. – 1825 Kacili Papa (kali pertama)
  • 1825 Ratu Boki Penesi (raja perempuan Bungku)
  • 1825 – 1840 Kacili Dongke Kombi
  • 1840 – 1848 Kacili Papa (kali kedua)
  • c.1848 – c.1851 Kacili Sadek
  • 1851 – 1873 Kacili Laman
  • 1873 – 1879 Kacili Moloku
  • 1880 – 1884 Majelis Perwalian Bungku
  • 1884 – 1907 Kacili Laopeke
  • 1907 – 1922 Putera Abdul Wahab (wafat. 1925)
  • 1922 – 1925 Abdullah -(Penjabat sementara)
  • 1925 – 1931 Ahmad Hadie (lahir. 1884 – wafat. 1965)
  • 1931 – 1937 Abdul Razak
  • 1938 – 1950 Abdul Rabbi (lahir. 1904 – wafat. 1974)

– Sumber: Wiki

Raja Ahmad Hadie (1925-1931) pengangkatan beliau sebagai Raja Bungku menggantikan Raja H.Putra Abdul Wahab yang meninggal di Mekkah saat menunaikan Ibadah Haji.


Istana kerajaan Bungku

Rumah raja Kerajaan Bungku hingga saat ini masih berdiri kokoh. Rumah ini memiliki sejarah dan asal-usul yang mengandung kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang ada dan tinggal di daerah ini. Dari kisah yang ada, kerajaan Bungku pada masa lampau memiliki hubungan yang erat dengan kerajaan Ternate terutama saat melawan perang terhadap kekuatan tentara Portugal. Banyak kisah menarik yang dapat di dengar langsung dari keluarga kerajaan Bungku yang hingga kini masih menetap di rumah kerajaan tersebut.Nova Wahab Rabbie merupakan salah satu penerus generasi kerajaan Bungku bisa menjelaskan tentang asal-usul dan sejarah kerajaan dari leluhurnya tersebut. Di belakang rumah kerajaan ini kita juga dapat mengunjungi makam dari Raja Bungku tersebut.

Rumah Raja - Sisa sejarah Kebesaran Kerajaan Bungku Masa Lalu ...


Sumber / Source

Sejarah kerajaan bungku di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bungku
– Sejarah kerajaan Bungku:  http://sobrylabinta.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-kerajaan-bungku.html
Sejarah kerajaan Bungku:  http://syakirmahid.blogspot.co.id/2010/10/sejarah-dan-budaya-masyarakat-bungku.html
Daftar raja Wiki: link
– Suku Bungku: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bungku


Kanan: Ratu Bungku: Peapua Hajjah Andi Bau Husnul Ziadah Binti Peapua Achmad Hadie. 2010.

 

——————————-

Raja Abdurrabi- Raja terakhir Bungku, 1937-1971.

——————————-

Foto Para Raja Kerajaan Bungku (kini merupakan Ibu Kota Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah) dalam Foto ini yang dinaungi Payung adalah Raja Abdul Razak yang saat itu merupakan Masa Pemerintahannya.

——————————-

Di depan rumah raja ke-13


Peta Sulawesi abad ke-19

———————–

Peta-peta Sulawesi masa dulu
Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: