Raya, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Simalungun

Kerajaan Raya adalah kerajaan Suku Simalungun, marga Saragih Garingging; terletak di Sumatera, Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara.
Kerajaan Raya berdiri sekitar abad ke-15, rajanya bermarga Saragih Garingging mengambil isteri puteri raja Panei/Tuan Bajalinggei/Guru Raya boru Purba Sidasuha. Sebelum menjadi kerajaan, leluhur Saragih Garingging yaitu Tuan Sipining Sori pada awalnya menikah dengan puteri raja Silou marga Purba Tambak.

The Kingdom of Raya was a kingdom of the Simalungun People, Saragih Garingging clan; located on Sumatera, District Simalungun. Province of North Sumatera.
For english, click here

Kab. Simalungun


* Foto kerajaan Raya: link
* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Raja sekarang

Raja kerajaan Raya: Tuan Artalim Saragih Garinggin. Foto: sept. 2017 saat festival FKN.

September 2017: Kerajaan Simalungun akhirnya dapat hadir pada Festival Keraton Nusantara (FKN) XI yang diselenggarakan di kota Cirebon mulai tanggal 15 hingga 19 September 2017. Tiga pewaris raja Simalungun yang hadir berasal dari kerajaan Dologsilou – klan Purba Tambak, kerajaan Raya – klan Saragih Garingging dan kerajaan Siantar – klan Damanik. Keikutsertaan 3 kerajaan Simalungun yang berasal dari suku Simalungun ini merupakan kali pertama sejak perhelatan keraton se-Nusantara diadakan.

Ada hal menarik yang terjadi pada acara Welcome Dinner yang diadakan pada Jumat malam (15/9) untuk menyambut semua peserta Festival Keraton Nusantara XI Cirebon. Kehadiran 3 pewaris kerajaan dari Simalungun menjadi perhatian sebagian orang yang hadir. Mungkin karena peserta baru, ada rasa penasaran dari masyarakat yang hadir untuk berkenalan dan mengajak foto selfie bersama raja-raja dari kerajaan Simalungun. Keikutsertaan 3 pewaris kerajaan dari Simalungun pada festival kali ini merupakan momen bersejarah bagi keluarga kerajaan Simalungun dan bagi masyarakat Simalungun umumnya.
– Sumber: https://www.neosimalungunjaya.com/kerajaan-simalungun-hadiri-fkn-xi-cirebon/


Sejarah kerajaan Raya

Umum

Kerajaan Nagur, 500-1400, (marga Damanik) merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

Sejarah kerajaan Raya

Kerajaan Raya berdiri sekitar abad ke-15, rajanya bermarga Saragih Garingging mengambil isteri puteri Raja Panei/Tuan Bajalinggei/Guru Raya boru Purba Sidasuha. Sebelum menjadi kerajaan, leluhur Saragih Garingging yaitu Tuan Sipining Sori pada awalnya menikah dengan puteri Raja Silou marga Purba Tambak.

Marga Saragih pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang Puanglima (Panglima) dari kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya, di sekitar daerah yang kini disebut Pematang Raya. Tuan Pinang Sori merupakan Raja yang pertama menjadi Raja Raya. Raja terkenal dari kerajaan Raya ini ialah Tuan Rondahaim Saragih Garingging, yang gagah perkasa melawan Belanda yang tidak pernah dapat dikalahkan Belanda sampai akhir hayatnya. Tuan Yan Kaduk Saragih Garingging merupakan raja terakhir yang ke-17 dari dinasti ini yang berakhir pada masa revolusi berdarah tahun 1946 (Wikipedia: Saragih).

Sumber: http://sopopanisioan.blogspot.co.id/2014/04/kerajaan-kerajaan-di-simalungun.html

Parade Raja-raja Simalungun pada Harungguan Bolon di Pamatang Siantar, 1930.
Dari kiri ke kanan:
Raja Tanoh Jawa – Sang Majadi (morga Sinaga),
Partuanon Silou Kahean – Tuan Gaib (morga Purba),
Raja Raya – Tuan Gomok (morga Saragih Garingging),
Raja Siantar – Tuan Sawadim (morga Damanik),
Raja Panei – Tuan Bosar Sumalam (morga Purba),
Raja Dolog Silou – Tuan Ragaim (morga Purba),
Raja Purba – Tuan Mogang (morga Purba),
Partuanon Bandar – Tuan Desta Bulan (morga Damanik)
Raja Silimakuta – Tuan Padiraja (morga Girsang)


Daftar raja kerajaan Raya

Marga Garingging pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang Puanglima (Panglima) dari kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya (di sekitar daerah yang kini disebut Pematang Raya, Simalungun).

Versi 1
Sumber: http://garinggingjaya.blogspot.co.id/

1) 1400: Sipinangsori Garingging, dinikahkan dengan putri Raja Nagur yang tidak punya saudara Laki-laki (1428).
2) 1430: Raja Raya, Tuan Lajang Raya (lahir 1430)
3) 1465: Raja Raya Khali (lahir 1465) (Namanya memakai nama wilayah kerajaannya, sebab tidak diketahui lagi siapa nama aslinya)
4) 1500: Raja Gukguk (lahir 1500)
5) 1530: Raja Unduk (lahir 1530)
6) 1590: Raja Denggat (lahir 1590)
7) Raja Minggol
8) 1615: Raja Poso (lahir 1615)
9) 1640: Raja Nengel (lahir 1640) menikah dengan putri Raja Panei boru Purba Dasuha
10) 1675: Raja Bolon (lahir 1675)
11) 1710: Raja Martuah (lahir 1710
12) 1755: Raja Raya Tuan Morahkalim (lahir 1755) Kakek Tuan Rondahaim Garingging
13) 1790-1826: Raja Raya Tuan Jimmahadim, Tuan Huta Dolog
14) Tuan Sinondang. (saudara tiri Tuan Jimmahadim)
15) Raja Raya Tuan Rondahaim (lahir 1828 Di Simandamei – wafat 1891)
16) 1892: Raja Raya Tuan Sumayan (Hapoltakan) (lahir 1857, dinobatkan jadi raja tahun 1892)
17) 1881-1940: Raja Raya Tuan Gomok (Bajaraya)
18) Tuan Yan Kaduk Saragih Garingging adalah Perintis pembangunan jalan penghubung Sondiraya-Sindar raya(1940 – 1946) Terjadi Revolusi sosial. Tuan Aribert yang lahir tahun 1947 tidak pernah menjadi raja atau tidak pernah dianggap tuan karena Revolusi sosial Simalungun menjadikan seluruh keturunan raja harus dibunuh.
—————————

Versi 2
Sumber: https://putera-bataksimalungun.blogspot.co.id/2014/04/turiturian-pardongni-saragih-garingging.html

1. 1395-1435: Si Pinang Sori
2. 1430-1530: Tuan Lajang Raya
3. 1465-1540: Tuan Raya Simbolon
4. 1500-1570: Tuan Raya Gukguk
5. 1535-1595: Tuan Raya Unduk
6. 1560-1630: Tuan Raya Denggat
7. 1590-1660: Tuan Raya Minggol
8. 1615-1690: Tuan Raya Poso
9. 1640-1720: Tuan Raya Nengel
10. 1675-1750: Raja Bolon
11. 1710-1783: Raja Martuah
12. 1755-1810: Tuan Morah Kalim
13. 1790-1840: Tuan Jimmahadin
14. 1828-1889: Tuan Rondahaim
15. 1857-1932: Tuan Sumayan
16. 1881-1940: Tuan Gomok
17. 1922-1946: Tuan Jan Kaduk

Dari kiri ke kanan:
Raja Siantar Tuan Sang Nuan Damanik, Raja Raya Tuan Artalim Saragih Garinggin, dan paling kanan Raja Dolog Silou 2017


Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun

Batak Simalungun adalah salah sub Suku Bangsa Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara,  yang menetap di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan tapi ini hal yang sedang diperdebatkan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudian marga marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun.

Dalam sejarahnya Simalunun ada 3 (tiga) fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun.

1) Fase pertama adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua), yaitu:

* kerajaan Nagur, 500-1400 (marga Damanik). Kerajaan ini merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

2) Fase kedua: pada masa setelah abad ke-14, muncullah empat raja utama di Simalungun; di mana Nagur masih tetap ada, tetapi peranannya sudah semakin menghilang. Keempat raja itu adalah:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak), dan
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga).

3) Fase ketiga: fase ini berkaitan dengan kolonial Belanda di Simalungun.
Tahun 1865 kolonialisme Belanda mulai memasuki wilayah  Simalungun. Sejak   masuk intervensi Pemerintahan Kolonial banyak terjadi perubahan –perubahan yang signifikan di Simalungunadalah kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu), yaitu:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak),
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga),
* kerajaan Raya (marga Saragih Garingging),
* kerajaan Purba (marga Purba Pakpak) dan
* kerajaan Silimakuta (marga Purba Girsang).

Keadaan seperti ini berlanjut hingga memasuki tahun 1946 sehingga mendorong kebencian masyarakat terhadap golongan elit. Sejalan dengan itu, berkembangnya pemahaman politik pada waktu itu, turut pula menyulut keprihatinan terhadap perbedaan kelas yang didorong oleh keinginan untuk menghapuskan sistem feodalisme di Sumatera Timur.
Demikianlah hingga akhirnya terjadi peristiwa berdarah yang meluluhlantakkan feodalisme di Sumatera Timur terutama pada rakyat Simalungun dan Melayu. Pada peristiwa tersebut empat dari tujuh kerajaan Simalungun yaitu Tanoh Jawa, Panai, Raya dan Silimakuta pada periode ketiga ini musnah dibakar. Sementara Silau, Purba dan Siantar luput dari serangan kebringasan massa. Raja dan kerabatnya banyak dibunuh. Peristiwa ini menelan banyak korban nyawa, harta dan benda.

1. Tn Gomok Saragih Garingging I Pematang Raya Radja Raya
2. Tn Bosar Sumalam Purba Dasuha I Pematang Panei,. Radja Panei
3. Tn Sang Madjadi Sinaga Dadihoyong I Pematang Tanah Djawa, Radja Tanah Djawa
4. Tn Ragaim Purba Tambak I Pematang Dologsilou, Radja Dologsilou
5. Tn Padiraja Purba Girsang I Naga Saribu, Radja Silimakuta
6. Tn Sawadin Damanik I Pematang Siantar , Radja Siantar
7. Tn Karel Tanjung ( Parjabayak ) Purba PakPak I Pematang Purba. Radja Purba

———————-
Tiga fase kerajaan2 di Simalungun

Fase Nama Kerajaan Marga Pemerintah
I Kerajaan yang dua Nagur Damanik
Batanghoiu Saragih
II Kerajaan yang empat Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
III Kerajaan yang tujuh Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
Raya Garingging
Purba Pakpak
Silimakuta Girsang

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Saragih


Daftar kerajaan-kerajaan di wilayah Simalungun

* Aji Sinombah
* Bandar
* Batanghio
* Dolog Silou
* Maligas
* Marompat
* Marpitu
* Marubun
* Nagori Bayu
* Nagur
* Panei
* Purba
* Raya
* Siantar
* Sidabutar
* Sidamanik
* Silimakuta
* Silou Kahean
* Silou
* Sipolha
* Tanoh Jawa


Marga Saragih

Saragih adalah marga atau morga dari suku Simalungun yang aslinya berasal dari daerah yang bernama Simalungun di provinsi Sumatera Utara.

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga saragih berasal dari Selatan India, yang melakukan perjalanan ke Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.
Akibat desakan suku setempat, mereka kemudian bergerak ke daerah pinggiran Toba dan Samosir.
Marga Saragih pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang Puanglima (Panglima) dari kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya (di sekitar daerah yang kini disebut Pematang Raya, Simalungun).


Sumber / Source:

Tentang kerajaan Raya:  http://sopopanisioan.blogspot.co.id/2014/04/kerajaan-kerajaan-di-simalungun.html
– Daftar raja kerajaan Raya:  http://garinggingjaya.blogspot.co.id/
– Daftar raja kerajaan Raya:  https://putera-bataksimalungun.blogspot.co.id/2014/04/turiturian-pardongni-saragih-garingging.html
– Marga Saragih: https://id.wikipedia.org/wiki/Saragih
– Marga Saragih: https://bersamakom.wordpress.com/sejarah-marga-saragih/sejarah-marga-saragih/
———————

– Sejarah kerajaan Simalungun:  http://uun-halimah.blogspot.co.id/2007/12/raja-dan-kerajaan-di-simalungun.html
Sejarah kerajaan Simalungun: http://awisaragih.blogspot.co.id/2011/03/kerajaan-simalungun-dan-siantar.html
– Sejarah kerajaan Simalungun: http://tondangmargana.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-singkat-kerajaan-kerajaan.html
———————-
– Sejarah Suku Simalungun di Wiki: Wiki
Marga marga Simalungun: link
Sejarah marga Purba di Wiki: Wiki
Sejarah marga Saragih di Wiki: link
Sejarah marga Sinaga di Wiki: link
Sejarah marga Damanik di Wiki: link
Asal usul bangsa Simalungun: link


Peta Kab. Simalungun (wilayah kerajaan2 Simalungun) sekarang

—————————–

Peta kerajaan-kerajaan di Sumatera Utara abad ke-19, incl. Raya

Kerajaan-kerajaan wilayah prov. Sumatera Utara sekarang. Abad ke-19


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: