Bilah, kesultanan / Prov. Sumatera Utara – kab. Labuhanbatu

Kesultanan Bilah: 1630 – 1946. Terletak di Sulawesi, Kab. Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara.
Kesultanan ini berdiri sejak tahun 1623.

Sultanate of Bilah: 1630 – 1946. Located in Kab. Labuhanbatu, province of north Sumatera.
This sultanate exists since 1623.
For english, click here

Kab. Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara


Foto Pertabalan Sultan Bilah X, 14 maret 2020: di bawah


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


Tentang raja sekarang (2020)

14 maret 2020
Tengku Muhammad Risfansyah Bidar Alam dinobatkan menjadi Sultan yang Dipertuan Besar Negeri Bilah ke-10, penobatan dan penabalan tersebut berlangsung di Komplek Masjid Sultan Adil Bidar Alam, Jalan Besar Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.
Foto penobatan sultan, di bawah.


Sejarah kesultanan Bilah, 1630-1946

Setelah peristiwa terbunuhnya Sutan Musa disekitar tahun 1617, atau dikatakan Marhum Mangkat di Jambu (Kotapinang), semua anak-anaknya terpaksa melarikan diri.
Salah seorang anaknya yang bernama Raja Tahir, jatuh kedaerah Bandar Kumbol, dearah hulu sungai Bilah. Hal-hal yang terjadi pada masa kedatangannya ke daerah itu, sulit untuk ditelusuri dengan jelas. Namun, sesuai dengan perjalanan catatan sejarah, Raja Tahir gelar Indar Alam, menjadi Raja kerajaan Bilah yang pertama (sekitar tahun 1623), berkedudukan di Bandar Kumbol, daerah hulu sungai Bilah, anak cabang sungai Barumun (Panai), sekarang dalam daerah Kecamatan Bilah Hulu, Kab. Labuhanbatu.
Dimasa Sutan Tahir Indera Alam menjadi Raja kerajaan Bilah yang pertama (sekitar tahun 1623), wilayah kekuasaannya meliputi daerah Raja-raja kecil, yaitu: kerajaan Rantau Prapat, Siringo-ringo, Sihare-hare (Sigambal), Gunung Maria, Bandar Kumbol, Sibargot, Tanjung Medan (hulu sungai Bilah), Kuala Pinarik, Merbau, dan lain-lain.
Sumber: http://fsknsu.blogspot.nl/p/sejarah-kesultanan-bilah.html

– Sejarah lengkap kesultanan Bila, klik di sini


Daftar Raja

* 1630-1650: Tohir Indra Alam I.
* 1650-1670: Unus, putera Tohir Indra Alam
* 1670-1690: Sulung, putera Unus
* 1690-1700: Interregnum
* 1700-1720: Sulung Riau, putera Sulungs
* 1720-1760: Bidar Alam I, saudara Sukung Riaus

* 1760-1785: Indra Alam II., putera Bidar Alams I.
* 1785-1800: Rahmat Shah, putera Indra Alams II,
* 1800-1835: Bidar Alam II., putera Rahmat Shahs,
* 1835-1865: Bidar Alam III., putera Bidar Alams II,
* 1865-1904: Bidar Alam IV., putera Bidar Alams III,
* 1904-1946: Bidar Alam V., putera Bidar Alams IV. (1904-1946)

– Sumber / Source: Wiki

Istana Kesultanan Bilah di Negerilama


Sejarah wilayah Labuhanbatu

Sistem Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat monarkhi. Kepala pemerintahan disebut Sultan dan Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Sri Maharaja dan bertugas sebagai Kepala Pemerintahan sehari.hari (semacam Perdana Menteri).

Kesultanan/kerajaan yang terdapat di wilayah kabupaten Labuhanbatu pada waktu itu terdiri dari 4 (empat) kesultanan yaitu :

1. Kesultanan Kota Pinang berkedudukan di Kota Pinang.
2. Kesultanan Kualuh berkedudukan di Tanjung Pasir.
3. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama.
4. Kesultanan Panai berkedudukan di Labuhan Bilik.

Ditambah 1 (satu) Half-bestuur yaitu Kerajaan Kampung Raja berkedudukan di Tanjung Medan.

Sistem pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat Monarki. Kepala pemerintahan disebut Sultan atau Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Seri Maharaja yang bertugas sebagai kepala pemrintahan sehari-hari (semacam perdana Mentri).

Tidak diketahui kapan Belanda masuk ke Labuhanbatu. Dari berbagai keterangan yang dihimpun, Belanda masuk ke Labuhanbatu sekira tahun 1825, namun ada pula keterangan yang mengatakan bahwa kedatangan Belanda ke Labuhanbatu adalah usai Perang Paderi (berkisar tahun 1831).

Pada tahun 1862, kesatuan Angkatan Laut Belanda dibawah pimpinan Bevel Hebee datang ke kampung Labuhanbatu  (di Hulu Kota Labuhan Bilik sekarang) melalui Sungai Barumun, di kampung Labuhanbatu tersebut Belanda membuat tempat pendaratan dari batu beton. Lama kelamaan tempat pendaratan tersebut berkembang menjadi tempat pendaratan/persinggahan kapal-kapal yang kemudian menjadi sebuah kampung (desa) yang lebih besar dan namanya disebut Pelabuhan Batu. Akhirnya nama pelabuhan batu ini dipersingkat sebutannya menjadi Labuhanbatu. Kemudian nama itu melekat dan ditetapkan menjadi nama wilayah Kabupaten Labuhanbatu.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber kesultanan Bila(h)

– Daftar sultan Bilah: Wiki
Sejarah Kesultanan Bilah:  http://fsknsu.blogspot.co.id/p/sejarah-kesultanan-bilah.html
Sejarah kesultanan Bilah:  https://fadlismart.wordpress.com/2012/06/02/sejarah-kerajaan-atau-kesultanan-bilah/
– Sejarah Kesultanan Bilah:  http://tentangranto.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-kerajaan-atau-kesultanan-bilah.html

Sumber kab. Labuhan Batu

Sejarah Kabupaten Labuhan Batu:  http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/12/name/sumatera-utara/detail/1210/labuhan-batu
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Labuhan Batu: http://earning-news.blogspot.co.id/2010/04/sejarah-labuhan-batu.html
– Sejarah Labuhanbatu: http://desahutagodang.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-labuhan-batu.html


Pertabalan Sultan Bilah X, Tuanku Muhammad Risfansyah Bidar Alam, pada tanggal 14 maret 2020


Peta kerajaan-kerajaan Sumatera Utara abad ke-19 (incl. Bilah)


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: