Bila(h), kesultanan / Prov. Sumatera Utara – Kab. Labuhanbatu

Kesultanan Bila(h): 1630 – 1946. Terletak di Sulawesi, Kab. Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara.
Kesultanan ini berdiri sejak tahun 1623.

Sultanate of Bila(h): 1630 – 1946. Located in Kab. Labuhanbatu, province of north Sumatera.
This sultanate exists since 1623.

Kab. Labuhanbatu

Kab. Labuhanbatu

Provinsi Sumatera Utara (hijau)

Provinsi Sumatera Utara (hijau)


* Foto foto situs kuno,  suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Latar belakang kesultanan Bilah

Sultan Tahir Indra adalah raja pertama yang meminpin kerajaan Bilah, yaitu pada tahun 1623.

Penjajah Belanda memasuki wilayah Labuhan Batu berkisar tahun 1825.
Sebelum penjajahan Belanda memasuki daerah Labuhanbatu, sistem pemerintahan Labuhanbatu bersifat monarkhi yang Kepala Pemerintahan disebut Sultan atau Raja yang dibantu oleh seorang bergelar Bendahara Paduka Sri Maharaja yang bertugas sebagai Kepala Pemerintahan sehari-hari (semacam Perdana Menteri).

Kesultanan yang terdapat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu pada waktu itu terdiri dari empat kesultanan, yaitu:

  1. Kesultanan Kota Pinang berkedudukan di Kota Pinang
  2. Kesultanan Kualuh berkedudukan di Tanjung Pasir
  3. Kesultanan Panai berkedudukan di Labuhan Bilik
  4. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama.
  5. Ditambah satu Half-Bestuur Kerajaan Kampung Raja berkedudukan di Tanjung Medan.

Sejarah kesultanan Bilah

Setelah peristiwa terbunuhnya Sutan Musa disekitar tahun 1617, atau dikatakan Marhum Mangkat di Jambu (Kotapinang), semua anak-anaknya terpaksa melarikan diri.
Salah seorang anaknya yang bernama Raja Tahir, jatuh kedaerah Bandar Kumbol, dearah hulu sungai Bilah. Hal-hal yang terjadi pada masa kedatangannya ke daerah itu, sulit untuk ditelusuri dengan jelas. Namun, sesuai dengan perjalanan catatan sejarah, Raja Tahir gelar Indar Alam, menjadi Raja Kerajaan Bilah yang Pertama, berkedudukan di Bandar Kumbol, daerah hulu sungai Bilah, anak cabang sungai Barumun (Panai), sekarang dalam daerah Kecamatan Bilah Hulu, Kab. Labuhanbatu.
Dimasa Sutan Tahir Indera Alam menjadi Raja Kerajaan Bilah yang pertama (sekitar tahun 1623), wilayah kekuasaannya meliputi daerah Raja-raja kecil, yaitu: Kerajaan Rantau Prapat, Siringo-ringo, Sihare-hare (Sigambal), Gunung Maria, Bandar Kumbol, Sibargot, Tanjung Medan (hulu sungai Bilah), Kuala Pinarik, Merbau, dan lain-lain.

Sumber: http://fsknsu.blogspot.nl/p/sejarah-kesultanan-bilah.html


Peta kerajaan-kerajaan Sumatera Utara abad ke-19 (incl. Bilah)

klik peta untuk besar


English

Dutch invaders entered the region of Labuhan Batu in 1825.
Before the dutch entered the area Labuhan Batu, the system of government in Labuhan Batu was a monarchy, the Head of Government was called Sultan or Raja, who was assisted by Bendahara Paduka Sri Maharaja, who served as Chief of daily administration (sort of the Prime Minister).

The Sultanate located in the district of Labuhanbatu at that time, consisted of four kingdoms, namely:
* Kota Pinang based in Kota Pinang,
* Kualuh based in Tanjung Pasir
* Panai based in Labuhan Bilik
* Bilah based in Negeri Lama.
After the murder of Sultan Musa in 1617, or Marhum Mangkat di Jambu (Kotapinang), all the children were forced to flee.
One son named Raja Tahir, came to the region of Bandar Kumbol, upstream of the river Bila(h). What happened during his visit to that region, is difficult to trace clearly. However, according to history, Raja Tahir, with the title Alam Indar, became the first King of the Kingdom of Bila(h).
When Sutan Tahir Indera Alam menjadi Raja of the kingdom Bilah (about 1623).
its territory covers an area of small kings, namely: kingdom of Rantau Prapat, Siringo-ringo, Sihare-hare (Sigambal), Gunung Maria, Bandar Kumbol, Sibargot, Tanjung Medan (hulu sungai Bilah),Kuala Pinarik, Merbau and others.


Daftar Raja / list of kings Bila

* 1630-1650: Tohir Indra Alam I.
* 1650-1670: Unus, putera Tohir Indra Alam
* 1670-1690: Sulung, putera Unus
* 1690-1700: Interregnum
* 1700-1720: Sulung Riau, putera Sulungs
* 1720-1760: Bidar Alam I., saudara Sukung Riaus
.
* 1760-1785: Indra Alam II., putera Bidar Alams I.
* 1785-1800: Rahmat Shah, putera Indra Alams II,
* 1800-1835: Bidar Alam II., putera Rahmat Shahs,
* 1835-1865: Bidar Alam III., putera Bidar Alams II,
* 1865-1904: Bidar Alam IV., putera Bidar Alams III,
* 1904-1946: Bidar Alam V., putera Bidar Alams IV. (1904-1946)

– Sumber / Source: Wiki


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Daftar sultan Bilah: Wiki
Sejarah Kesultanan Bilah:  http://fsknsu.blogspot.co.id/p/sejarah-kesultanan-bilah.html
Sejarah Kesultanan Bilah:  http://sejarah-labuhanbatu.blogspot.co.id/2011/03/kerajaan-bilah.html
Sejarah kesultanan Bilah:  https://fadlismart.wordpress.com/2012/06/02/sejarah-kerajaan-atau-kesultanan-bilah/
– Sejarah Kesultanan Bilah:  http://tentangranto.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-kerajaan-atau-kesultanan-bilah.html
————————–
Sejarah Kabupaten Labuhan Batu:  http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/12/name/sumatera-utara/detail/1210/labuhan-batu
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Labuhan Batu: http://earning-news.blogspot.co.id/2010/04/sejarah-labuhan-batu.html
– Sejarah Labuhanbatu: http://desahutagodang.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-labuhan-batu.html


Istana Kesultanan Bilah di Negerilama

Istana Kesultanan Bilah di Negerilama


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: