Tampunganlawo, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

Kerajaan Tampunganlawo terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara. Kerajaan ini berdiri abad ke-13.

The kingdom of Tampunganlawo was located on the island of Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara. This kingdom was founded in the 13th century.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara


Pulau Sangihe


Foto kerajaan2 di pulau Sangihe dulu: link


Video sejarah kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, 1295-2018: link


KERAJAAN TAMPUNGANLAWO

Sejarah kerajaan Tampunganlawo

– Sejarah lengkap kerajaan Tampungang Lawo: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kerajaan-tampunganlawo/sejarah-lengkap-kerajaaan-tampungang-lawo/

Kerajaan Tampung Lawo berdiri pada abad ke 13 dengan raja pertama bernama Gumansalangi dengan permaisuri Konda Wulaeng/Sangiang konda (putri khayangan). Pangeran Gumansalang berasal dari suku Sangil/Sanghi, Sangir kerajaan di Kotabato Mindanauw selatan sekarang Fhilipina. Gumansalangi anak dari Tumudai/Tuwondai melalui permaisuri Bintang Keramat dari kedatuan Ternate. Wilyah kerajaannya meliputi Sangihe, Maluku Utara hingga Mindanauw.

Sesudah Tahun 1400 Kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).

Setelah tahun 1530 kedua Kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut RIMPULAENG dengan pusat pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai tahun 1575, karena Makaampo sudah dibunuh oleh Ambala seorang Pahlawan dari Mantelagheng (Tamako) dan saat itu ia ditemani oleh Hengkeng U Naung Pahlawan dari Siau yang disuruh oleh Raja Siau bernama Pontowuisang (1575-1612).

Kerajaan2 di P. Sangihe

Pulau Sangihe


Daftar Raja Tampunganlawo

* 1295-1355: Kulano Gumansalangi
* 1355-1415: Kulano Melintangnusa
* 1415-1475: Bulegalangi
* 1475-1530: Matandatu, Tabukan selatan, Saluhe
* Pahawonseke, Tabukan Utara, Sahabe
* Mamattanusa

Sumber: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html


Sejarah singkat kerajaan2 di kepulauan Sangihe

Abad ke-13: Kerajaan Tampunganglawo.

Sesudah 1400 kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).
Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut Rimpulaeng dengan pusat pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai tahun 1575.

Kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

1670: Kira-kira tahun 1670-an, selain kerajaan Tagulandang dan kerajaan Siau yang sudah ada sebelumnya di batas selatan (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro), di Sangihe muncul sembilan kerajaan, yaitu:
Kerajaan Kendahe,
Kerajaan Taruna,
Kerajaan Kolongan,
Kerajaan Manganitu,
– Kerajaan Kauhis,
Kerajaan Limau,
Kerajaan Tabukan,
– Kerajaan Sawang (Saban) dan
– Kerajaan Tamako.

1900: Namun pada tahun 1900-an tersisa tiga kerajaan saja di Sangihe yaitu :
Kerajaan Tabukan,
Kerajaan Manganitu,
Kerajaan Kendahe-Taruna.
Kerajaan-kerajaan sebelumnya mengempis catat sejumlah sumber. Kerajaan Tamako menjadi bagian kerajaan Siau di Kepulauan Siau. Sementara, Raja kerajaan Limau ditumpas pasukan kiriman Gubernur Belanda di Maluku, Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Kerajaan Sawang bergabung dengan kerajaan Tahuna. Kerajaan Kauhis bergabung dengan kerajaan Manganitu. Pada tahun 1898 kerajaan Kendahe dan kerajaan Taruna digabung menjadi satu.


Sumber kerajaan Tampunganglawo

– Cerita tentang Tampunganglawo: https://sitaro.wordpress.com/2010/04/11/cerita-rakyat-tentang-sejarah-sangihe-talaude/
– Sejarah kerajaan Tampunganglawo: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
– Sejarah kerajaan Tampunganglawo: https://filediamant.wordpress.com/2012/11/09/cerita-rakyat-tentang-kerajaan-tampunganlawo-sangihe-thn-1100/
– Sejarah kerajaan Tampunganglawo: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html

– Daftat raja Tampunganlawo: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
http://wisatasangihe.blogspot.com/2018/10/sejarah-perkembangan-kerajaan-sangihe.html
https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-1/
https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-2/
http://dhevinadalinda.blogspot.com/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: