Taruna, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

Kerajaan Taruna terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, prov. Sulawesi Utara.

The kingdom of Taruna was located on the island of Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, prov. North Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara


Pulau Sangihe


* Foto foto kepulauan Sangihe: link


Sejarah kerajaan Taruna

– Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: klik di sini

Kandhar dan Taruna adalah dua kerajaan bertetangga di pulau Sangihe yang pernah saling bersaing, tapi kemudian disatukan jadi satu kerajaan.
Kandhar atau sering ditulis juga Kandahar atau Kandar, sekarang lebih dikenal sebagai Kendahe. Kedua kerajaan kecil saja.

Bergabungan Kerajaan Kendahe (Kandhar) dan kerajaaan Taruna, 1898

Raja kerajaan Kendahe (Kandhar) Daniel Petrus Ambat Janis memerintah sejak 25 juli 1861. Tahun 1894 ia meninggal dunia dan tidak ditunjuk seorang raja pengganti. Untuk mejalankan pemerintahan sementara diangkat Salmon Ponto yang berpangkat Jogugu.
Sementara di kerajaan Taruna, raja terakhir adalah Egenos Laurens Tamarol Rasubala. Raja Egenos naik tahta dengan meneken  Akte van Verband 31 desember 1880, menggantikan Raja Martens Jacobz dan memerintah hingga tahun 1898.
Untuk efesiansi tahun 1898 itu Kandhar dan Taruna dengan persetujuan para kepalanya sepakat bersatu, dengan nama kerajaan Kandhar-Taruna, beribukotakan Taruna.
Raja Taruna Salmon Dumalang yang telah mulai berdinas di bawah Raja Egenos Rasubala sebagai Jogugu, dipilih menjadi raja pertama kerajaan Kandhar-Taruna.


Daftar raja kerajaan Taruna

Tidak ada info tentang raja raja kerajaan Taruna.


Sejarah singkat kerajaan2 di kepulauan Sangihe

Pada kurun waktu 1000 sampai dengan 1600 kepulauan Sngihe memiliki 4 kerajaan (Kararatuang) yang sudah eksis sebelum kedatangan bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda, yaitu:

1) Kerajaan Bowongtehu,
2) Kerajaan Tamungan Lawo (Sangihe),
3) Kerajaan Mohonsohowang,
4) Kerajaan Karangetang (Siau).

Kira-kira tahun 1670 muncul sembilan kerajaan di Sangihe, yaitu:
Kerajaan Kendahe,
Kerajaan Taruna,
Kerajaan Kolongan,
Kerajaan Manganitu,
– Kerajaan Kauhis,
Kerajaan Limau,
Kerajaan Tabukan,
– Kerajaan Sawang (Saban) dan
– Kerajaan Tamako.

Namun, kemudian kerajaan yang terakhir (Tamako) menjadi bagian Siau.
Sementara, Raja Limau ditumpas pasukan kiriman Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur.
Sawang bergabung dengan Kerajaan Taruna dan Kerajaan Kolongan.
Sedangkan Kauhis bergabung dengan Manganitu.

Pada tahun 1898 Kerajaan Kendahe dan Kerajaan Taruna digabung menjadi satu. Di dua wilayah inilah tahun 1919 Raja Soleman Ponto memerintah dengan pusatnya di Kota Tahuna kini.
Artinya, pada tahun 1900-an muncul enam kerajaan saja:
Kerajaan Tabukan,
Kerajaan Manganitu,
– Siau,
Kerajaan Kendahe
Kerajaan Tagulandang, Talaud tahun 1922.
Kerajaan Kandhar Taruna.


Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kendahe-kerajaan-p-sangihe-prov-sulawesi-utara/sejarah-lengkap-kerajaan2-di-kep-sangihe/

– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
–Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://wisatasangihe.blogspot.com/2018/10/sejarah-perkembangan-kerajaan-sangihe.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-1/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-2/
Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.com/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894