Taruna, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

Kerajaan Taruna terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, prov. Sulawesi Utara.

The kingdom of Taruna was located on the island of Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, prov. North Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara


Pulau Sangihe


* Foto foto kepulauan Sangihe: link


Sejarah kerajaan Taruna

Kandhar dan Taruna adalah dua kerajaan bertetangga di pulau Sangihe yang pernah saling bersaing, tapi kemudian disatukan jadi satu kerajaan.
Kandhar atau sering ditulis juga Kandahar atau Kandar, sekarang lebih dikenal sebagai Kendahe. Kedua kerajaan kecil saja.
Kerajaan Kandhar terletak di barat laut pulau Sangihe, diperinci dari Kontrak november 1885 dengan Residen Manado, van der Wijck.
Sebelum bergabung kerajaan Kandhar dipimpin terakhir oleh Raja Daniel Petrus Ambat Janis, yang memerintah sejak 25 juli 1861.
Tahun 1894 ia meninggal dunia dan tidak ditunjuk seorang raja pengganti. Untuk mejalankan pemerintahan sementara diangkat Salmon Ponto yang berpangkat Jogugu.
Sementara di kerajaan Taruna, raja terakhir adalah Egenos Laurens Tamarol Rasubala. Raja Egenos naik tahta dengan meneken  Akte van Verband 31 desember 1880, menggantikan Raja Martens Jacobz dan memerintah hingga tahun 1898.
Untuk efesiansi tahun 1898 itu Kandhar dan Taruna dengan persetujuan para kepalanya sepakat bersatu, dengan nama kerajaan Kandhar-Taruna, beribukotakan Taruna.
Raja Taruna Salmon Dumalang yang telah mulai berdinas di bawah Raja Egenos Rasubala sebagai Jogugu, dipilih menjadi raja pertama kerajaan Kandhar-Taruna.


Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejak abad 15 di P. Sangihe muncul pemerintahan lokal/tradisional. Pertama kali, dibuktikan lewat catatan jurutulis Magellan tahun 1421, Antonio Pigaffeta. Di Sangihe, Pigafetta mencatat ada empat raja. Dua di Siau dan satu di Tagulandang. Tapi sumber sejarah tiga abad sesudahnya, hasil tulisan F. Valentijn yang datang ke Sangihe awal abad ke-18, menyebut awalnya hanya dua saja kerajaan di Sangihe, yaitu Tabukan dan Kalongan. Menurutnya, nanti kira-kira tahun 1670 muncul sembilan kerajaan di Sangihe, yaitu:
* Kerajaan Kendahe,
* Kerajaan Taruna,
* Kerajaan Kolongan,
* Kerajaan Manganitu (Kauhis),
* Kerajaan Limau,
* Kerajaan Tabukan,
* Kerajaan Sawang (Saban) dan
* Kerajaan Tamako.

Namun, kemudian kerajaan yang terakhir (Tamako) menjadi bagian Siau. Sementara, Raja Limau ditumpas pasukan kiriman Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Dan, Sawang bergabung dengan Kerajaan Taruna dan Kerajaan Kolongan. Sedangkan Kauhis bergabung dengan Manganitu.

Pada tahun 1898 Kerajaan Kendahe dan Kerajaan Taruna digabung menjadi satu. Di dua wilayah inilah tahun 1919 Raja Soleman Ponto memerintah dengan pusatnya di Kota Tahuna kini. Artinya, pada tahun 1900-an tersisa empat kerajaan saja: Tabukan, Manganitu, Siau dan Kendahe-Taruna.
– Sumber: http://thekawanua.blogspot.co.id/2010/02/kerajaan-kendahe-dan-sekitarnya.html


Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah kerajaan di Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://manado.tribunnews.com/2013/06/25/asal-usul-manado-siau-dan-sangihe-talaud
– Raja raja Sangihe Talaud: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Utara: https://arkeologiriset.wordpress.com/2017/11/01/sejarah-sangihe-pilipina/


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: