Mollo, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Mollo terletak di pulau Timor, Kab. Timor Tengah Selatan, prov. Nusa Tenggara Timur.
Kerajaan Molo merupakan kerajaan yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1915.

The kingdom of Mollo is located on the island of Timor, Kab. Timor Tengah Selatan, prov. Nusa Tenggara Timur.
This kingdom was founded in 1915 by the dutch government.

For english, click here

kab. Timor Tengah Selatan

——————-
Lokasi pulau Timor


* Foto kerajaan Mollo: link

* Foto raja-raja sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja dulu di Timor: link

* Foto situs kuno pulau Timor: link
* Foto suku Timor: link


Tentang Raja

19 nov. 2014
Raja Mollo, Edison Richard Ferdinand Oematan, wafat. Beliau dilantik 12-5-2001.

Sejak 2014
Penerus: Usif Pah Donald Ernest Tbelto Oematan, sejak 2014. Beliau putera sulung.

Usif Pah Donald Ernest Tbelto Oematan


Sejarah kerajaan Mollo

Kerajaan Molo merupakan kerajaan yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1915 di pulau Timor yang sebelumnya wilayah Molo, Miomafo dan Fatuleu merupakan wilayah Oenam kekuasaan Kaiser Raja Sobe Sonbay III. Kerajaan/swapraja Molo adalah Midden Timor berpusat di Kapan sedangkan kerajaan Amanatun dan kerajaan Amanuban adalah Zuid Midden Timor berpusat di Niki-niki dalam tata pemerintahan Hindia Belanda.

Kerajaan Molo bersama kerajaan Miomafo dan kerajaan Fatuleu merupakan kerajaan baru di Timor en Onderhoorigheden pulau Timor yang di bentuk oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1915 dimana sebelumnya wilayah Molo, Miomafo dan Fatuleu merupakan wilayah Oenam kekuasaan Kaiser Raja Sobe Sonbay III. Swapraja ini yang dibentuk oleh Belanda dan dijadikan berdaulat dengan alat pemerintahan sendiri yang terjadinya karena melepaskan dan atau membagi kekuasaan kerajaan utama Oenam. Pemerintah Hindia Belanda mengakui kerajaan2 dan menamakannya sebagai Zelfbestuur Landshapen atau Swapraja Istilah Molo berasal dari istilah yang di kenakan pada gunung Molo yang berarti kuning emas/ emas dan yang mula-mula mendapatkan gunung ini adalah keluarga Lasa di Manubay.

Kerajaan/swapraja Molo adalah Midden Timor berpusat di Kapan sedangkan kerajaan Amanatun (Onam) dan kerajaan Amanuban (Banam) adalah Zuid Midden Timor berpusat di Niki-niki dalam tata pemerintahan Hindia Belanda.

Raja pertama kerajaan swapraja Mollo bernama Lay Akun Tabelak Oematan/Welem Frederick Henderik Oematan yang adalah anak angkat juga kemenakan dari vettor Tho Koleh Lukemtasa Oematan.Raja Tabelak sendiri bernama asli Lay A Koen (anak dari bi Eka Pat saudari perempuan To Lukemtasa Oematan yang kawin dengan seorang keturunan Cina bernama Lay Jing Seang (Seang Lay).RajaLai Akun Tabelak Oematan Lahir pada 29 September 1883. Penobatan Lay A Koen sebagai raja Mollo saat berusia dua belas tahun dilakukan di Gunung Molo selama tujuh hari disepakati oleh fetor Nun Bena, fetor Netpala, fetor Bes-Ana dan fetor Tobu.

– Sumber dan lengkap: http://paradisetts.com/sejarah

Kerajaan-kerajaan Timor tahun 1900


Daftar raja kerajaan Mollo

1. To Oematan
Sebagai fetor Mollo, To Oematan (to Luke’mtasa) langsung diangkat sebagai raja pertama pada tanggal 10 Mei 1916.
2. Tabelak Oematan
Raja kedua Mollo, Tabelak Oematan (nama baptisnya Welem Frederick Henderik Oematan), yg adalah anak angkat juga kemenakan dari To Oematan. Tabelak sendiri bernama asli Lay A Koen (anak saudara perempuan To Oematan yg menikah dengan seorang keturunan Cina (Seang Lay). Penobatan Lay A Koen sebagai raja Mollo sendiri dilakukan disepakati oleh fetor Nun Bena, fetor Netpala, fetor Bes-Ana dan fetor Tobu.
Raja Tabelak menikah dengan putri Raja Korbafo (dari Rote) bernama Luisa Manubulu dan mempunyai anak: Welem Cornelis Henderik Oematan (mantan bupati Kupang pertama) dan Semuel Soleman Henderik Oematan (mantan camat Mollo Utara pertama).
3. Kono Oematan
Berasal dari Nunbena, diperkirakan hanya memimpin selama 3,5 tahun saja
4. Raja Tua Sonba’i (memerintah dari 30-10-1933 – 12-04-1959)
Sebelum menjadi raja Mollo Tua Sonba’i adalah temukung besar di Fatumnutu. Memerintah Mollo selama 26 tahun.
5. Raja Semuel Soleman Henderik Oematan
Merupakan anak kedua dari Tabelak Oematan, juga adalah camat pertama Mollo Utara karena pada masa pemerintahannya kerajaan Mollo sudah beralih status menjadi kecamatan Mollo Utara sebagai akibat dari peralihan Daerah Swatantra TTS menjadi Kabupaten TTS. Sehingga pendudukannya sebagai raja Mollo hanya sebgaai simbol tertinggi dan alat pemersatu komunitas masyarakat Mollo.
6. Raja Edison Richard Ferdinand Oematan (dinobatkan di Sonaf Ajaobaki, 12 Juli 2001)
Merupakan anak kedua dari Raja Semuel Soleman Henderik Oematan.

Sumber: https://victorbriliam.wordpress.com/pah-tuan/sejarah-kerajaan-mollo/

Usif Pah/Raja Edison R.F. OEmatan of Mollo (officially installed 14-8-2001).


Struktur pemerintahan kerajaan Mollo

  1. Afinit = pendahulu; leluhur
  2. Pah Tuaf = penguasa/ pemilik wilayah
  3. Mafefa = juru bicara raja atau jubir adat. Adalah penghubung Pah Tuaf dengan amaf, meob, dan ana’a tobe (krn merupakan hubungan tidak langsung).
  4. Amaf-amaf = marga-marga pendukung utama Pah Tuaf (Raja). Dalam satu kelompok amaf terdiri dari delapan marga pendukung, dimana dari delapan marga pendukung terdapat empat marga pendukung yg bertanggungjawab atas kesejahteraan dan kehidupan raja; empat marga pendukung lainnya bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan raja.
  5. Meob = pahlawan yg bertanggungjawab atas keamanan dan ketentraman wilayah kerajaan
  6. Ana’ A tobe =  yg berwenang dan bertanggungjawab atas kelestarian alam/wilayah (kalo sekarang mungkin semacam menteri lingkungan hidup kali yah? Sungguh-sungguh arif!).
  7. Mnais Kuan = tua kampung/ pemangku adat yg keberadaanya telah disepakati oleh para amaf
  8. Tob (To Ana) = rakyat biasa/ rakyat pada umumnya yg mendiami wilayah kerajaan Mollo

Sumber: http://lusianustusalak.blogspot.co.id/2011/08/sejarah-kerajaan-mollo-oenam.html

Raja Molo Lay A Kun


Istana kerajaan Mollo

Sonaf Aijaobaki merupakan pusat Kerajaan Mollo dan sampai saat ini istana dan peninggalannya masih ada dan dilestarikan. Istana ajaobaki ini menjadi tempat tinggal raja-raja Mollo dan keturunnanya. Saat ini istana Ajaobaki menjadi daya tarik wisata sejarah yang luar biasa.
Didalam istana ini terdapat benda? benda peninggalan raja Mollo yang masih disimpan dan dilestarikan. Saat ini istana Ajaobaki banyak dikunjungi wisatawan baik dari Kabupaten TTS maupun dari luar yang ingin mengetahui cerita sejarah kerajaan Mollo.

Sonaf Aijaobaki merupakan pusat Kerajaan Mollo dan sampai saat ini istana dan peninggalannya masih ada dan dilestarikan. Istana ajaobaki ini menjadi tempat tinggal raja-raja Mollo dan keturunnanya. Saat ini istana Ajaobaki menjadi daya tarik wisata sejarah yang luar biasa. Didalam istana ini terdapat benda? benda peninggalan raja Mollo yang masih disimpan dan dilestarikan. Saat ini istana Ajaobaki banyak dikunjungi wisatawan baik dari Kabupaten TTS maupun dari luar yang ingin mengetahui cerita sejarah kerajaan Mollo..


Sejarah pulau Timor

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Catatan sejarah paling awal tentang pulau Timor adalah Nagarakretagama abad ke-14, Canto 14, yang mengidentifikasi Timur sebagai pulau di dalam wilayah Majapahit. Timor dimasukkan ke dalam jaringan perdagangan Jawa, Cina, dan India kuno pada abad ke-14 sebagai pengekspor cendana aromatik, budak, madu dan lilin, dan diselesaikan oleh Portugis, pada akhir abad ke-16, dan Belanda, yang berbasis di Kupang, pada pertengahan abad ke-17.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.


Peta-peta kuno P. Timor

Klik di sini untuk peta kuno P. Timor tahun 1521, 1550, 1600, 1650, 1700-an, 1733, 1762, 1900, 1902.

Timor tahun 1521


Sumber

– Sejarah kerajaan Mollo: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Molo
Sejarah kerajaan Mollo: https://victorbriliam.wordpress.com/pah-tuan/sejarah-kerajaan-mollo/
Sejarah kerajaan Mollo:  http://lusianustusalak.blogspot.co.id/2011/08/sejarah-kerajaan-mollo-oenam.html


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: