Buano Utara, negeri / P. Buano, Seram – prov. Maluku

Negeri Buano Utara (Hena Puan) terletak di pulau Buano, bagian barat p. Seram, prov. Maluku.

Lokasi P. Buano


* Video Buano, Oma, Ullath, sau gandong, tiga kampong: link
* Foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Nederlands (Bah. Belanda)

* Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met fam namen en negeri’s,
– zoekmachine voor fam. namen (matarumah),
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Sejarah negeri Buano Utara (Hena Puan)

Artikel di bawah di ambil dari: http://rizalangkotasan.blogspot.com/2016/05/sejarah-negeri-buano-utara.html

Negeri Buano Utara atau dikenal dengan nama adat Hena Puan terbentuk dari lima nuru atau hena. Berdasarkan oral tradition (cerita yang dituturkan secara turun-temurun) wilayah tersebut dikuasai dan dipimpin oleh seorang latu yang bernama Alim Syahrim dengan gelar latu kasila yang pada awalnya berkedudukan di Hena Hatu Putih pada saat itu Hena Hatu Putih telah memiliki masyarakat yang banyak, masyarakat tersebut tergabung dalam satu soa yang dikenal nama Soa Nanililette. Sementara itu beberapa nuru yang berada di Negeri Buano Utara saat itu tinggal di pedalaman pulau Buano dan di daerah pegunungan.
Diantaranya Nuru Na’ani menempati pegunungan Eliopit, Nuru Eti menempati pegunungan Si I’tu Rihena, Nuru Ola menempati menempati pegunungan Hatu Putih, sedangkan Nuru Nani menempati Tanjung Pamaali, dan Nuru Huhuni menempati Pua Huhuni. Nuru-nuru tersebut tersebar diseluruh wilayah pulau Buano yang dalam bahasa setempat dikenal dengan istilah a’si tapina.

Nuru-nuru atau hena-hena tersebut pada saat itu sudah memiliki masyarakat yang begitu banyak, dan telah memiliki struktur pemerintahan secara adat yang berjalan dalam soa masing-masing. Hena-hena yang terpisah ini, membuat masyarakat memiliki hubungan yang tidak terlalalu erat sehingga akan menimbulkan konflik antara hena/nuru yang satu dengan yang lainnya.
Oleh karena itu diadakan rapat antara nuru di daerah pesisir pantai yang sekarang merupakan Desa Buano Utara. Lahirlah gagasan yang diusulakan oleh Upu Alia, Upu Manu dan Upu Lessy Imam untuk membentuk sebuah kampung yang menggabungkan seluruh hena yang tersebar di sana. Oleh karena itu diutuslah seorang latu yang bernama Alim Syahrim (Latu Kasila), untuk pergi mengajak dan membujuk mereka yang berada di pegunungan untuk turun ke pesisir pantai agar dapat membentuk sebuah kampung, disebelah timur.
Masyarakat pada saat itu kemudian menuruti permintaan Latu Kasila untuk turun ke pesisir pantai dan menggabungkan seluruh hena/nuru menjadi satu, dengan sebutan Hena Puan. Dalam bahasa setempat hena adalah kampung dan puan adalah asli jadi Hena Puan adalah kampung asli. Sebelum turun ke pesisir pantai masyarakat kemudian mengangkat seorang moyang yang bernama Abdullah Korkaijang menjadi seorang latu dengan gelar latu puan. Latu Kasila yang pada saat itu menjadi seorang latu kemudian menyerahkan tahtanya kepada latu puan atau disebut juga latu suku, karena memimpin semua suku yang ada dalam tiap-tiap hena/nuru tersebut.
Peristiwa turunnya masyarakat yang berada di tiap-tiap hena ke pesisir pantai disebut dengan bahasa setempat dengan sebutan tanu manana hatu putih (turun dari gunung) setelah itu mereka kemudian membagi masing-masing marga pada tempatnya untuk mendirikan rumah-rumah mereka dan menempati daerah Buano sekarang.

Terdapat 30 marga yang digabungkan dalam lima nuru yang berada di Hena Puan atau Desa Buano Utara. Marga-marga berikut ini tergabung kedalam lima nuru diantaranya adalah;

Nuru Na’ani marga-marga yang terdapat dalam nuru ini adalah:
1. Marga Tamalene (numa rinjani)
2. Marga Tamalene (numa aroha),
3. Marga Tipaheuw,
4. Marga Husemahu,
5. Marga Poipessy,
6. Marga Sombalatu,
7. Marga Loupatan,
8. Marga Salasela,
9. Marga Tambipessy.

Nuru Etti terdapat tiga marga berikut:
1. Marga Tuhuteru (Tumbilangan),
2. Marga Tuhuteru (Surikamba),
3. Marga Tuhuteru (Salayure)

Nuru Ola terdapat beberapa marga diantaranya sebagai berikut:
1. Marga Nanilette,
2. Marga Palirone,
3. Marga Sahitumbi,
4. Marga Salekota,
5. Marga Titalouw,
6. Marga Tohalisa.

Nuru Naini marga yang terdapat dalam nuru naini adalah:
1. Marga Hitimala,
2. Marga Mahilatu,
3. Marga Lukaraja,
4. Marga Tombalisa,
5. Marga Tuheitu,
6. Marga Tamarele.

Nuru Huhuni terdapat marga,
1. Marga Nurlette,
2. Marga Sombalatu,
3. Marga Nanilouw,
4. Marga Loupari,
5. Marga Toramahu.

Dari penjelasan di atas terdapat tiga puluh marga yang tergabung kedalam lima nuru yang ada di Hena Puan atau Desa Buano Utara sekarang. Masyarakat yang berada di Desa Buano Utara, sekarang ini merupakan masyarakat yang majemuk/plural. Karena berasal dari beberapa nuru/hena.

Pulau Seram tahun 1753


Marga dan Pela / Gandong negeri Buano Utara

1) Nama Marga

Untuk nama marga, lihat di atas.

2) SOA

Untuk SOA, klik: http://www.nunusaku.com/pdfs/LastNamesbyVillage05_28_07.pdf

3) Cari nama marga dan negeri

Untuk daftar semua nama marga di Maluku, dan Negeri: nunusaku.com/pdfs
– Untuk daftar semua Negeri di Maluku, dan marga: nunusaku.com/pdfs

4) Pela dan Gandong

Negeri Buano angkat gandong dengan negeri Oma dan negeri Ullath.

Sumber daftar Pela dan Gandong:
Atlas Maluku
Kumpulan Pela dan Gandong
Nunusaku.com


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Marga, Matarumah dan SOA
2) Penjelasan Pela dan Gandong
3) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri negeri di Maluku
4) Baileo negeri maluku
5) Tarian Cakalele
6) lain

Untuk subjek penting, klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber

Buano Utara

– Sejarah negeri Buano Utara: http://rizalangkotasan.blogspot.com/2016/05/sejarah-negeri-buano-utara.html
Pusaka di pulau Buano: http://news.liputan6.com/read/382018/pusaka-di-pulau-buano

———————————

– Sumber daftar Pela dan Gandong: Atlas Maluku
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Kumpulan Pela dan Gandong
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Nunusaku.com

– Daftar nama matarumah dan negeri di Maluku: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan Matarumah: nunusaku.com/pdfs

– Penjelasan Pela dan Gandong: http://pelagandong.blogspot.com/2013/05/pengertian-pela-dan-gandong-sebagai.html
– Penjelasan Pela dan Gandong: https://id.wikipedia.org/wiki/Pela
– Penjelasan Pela dan Gandong: http://historymaluku.blogspot.com/2016/06/pela-gandong-hanya-di-maluku.html

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/
.
Suku di Maluku: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/08/suku-di-maluku.html
– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm


Pulau Buano

Pulau Buano


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: