VOC, 1602 – 1799

VOC:  Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda,  1602-1799.

Kapal VOC dan di latar belakang Batavia

Lambang VOC: Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.

—————————————————————————————————————————-
Foto foto VOC:  link
——————————————————————————————————————
Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan persekutuan dagang untuk kawasan Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.

Pada 1652, Jan van Riebeeck mendirikan pos di Tanjung Harapan (ujung selatan Afrika, sekarang ini Afrika Selatan) untuk menyediakan kapal VOC untuk perjalanan mereka ke Asia Timur. Pos ini kemudian menjadi koloni sungguhan ketika lebih banyak lagi orang Belanda dan Eropa lainnya mulai tinggal di sini. Pos VOC juga didirikan di Persia (sekarang Iran), Benggala (sekarang Bangladesh) dan sebagian India), Ceylon (sekarang Sri Lanka), Malaka (sekarang Malaysia), Siam (sekarang Thailand), Cina daratan (Kanton), Formosa (sekarang Taiwan) dan selatan India. Pada 1662, Koxinga mengusir Belanda dari Taiwan.
Pada 1669, VOC merupakan perusahaan pribadi terkaya dalam sepanjang sejarah, dengan lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, angkatan bersenjata pribadi dengan 10.000 tentara, dan pembayaran dividen 40%.
Perusahaan ini hampir selalu terjadi konflik dengan Inggris; hubungan keduanya memburuk ketika terjadi Pembantaian Ambon pada tahun 1623. Pada abad ke-18, kepemilikannya memusatkan di Hindia Timur. Setelah peperangan keempat antara Provinsi Bersatu dan Inggris (1780-1784), VOC mendapatkan kesulitan finansial, dan pada 17 Maret 1798, perusahaan ini dibubarkan, setelah Belanda diinvasi oleh tentara Napoleon Bonaparte dari Perancis. Hindia Timur diserahkan kepada Kerajaan Belanda oleh Kongres Wina di 1815.

Jawa tahun 1700

————————————————————————————————————————
Sumber

– Sejarah VOC: https://id.wikipedia.org/wiki/Vereenigde_Oostindische_Compagnie
Sejarah VOC: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_%281602-1800%29
– Sejarah VOC di Indonesia: http://www.idsejarah.net/2014/01/sejarah-voc-di-indonesia_29.html
– Sejarah VOC: http://jakartapedia.bpadjakarta.net/index.php/Sejarah_VOC

– Daftar Gubernur-Jenderal Hindia Belanda: Wiki

————————————————————————————————————–
English

VOC: the Dutch East India Company (Dutch: Vereenigde Oostindische Compagnie, VOC, “United East India Company”) was a chartered company established in 1602, when the States General of the Netherlands granted it a 21-year monopoly to carry out trade activities in Asia. It is often considered to have been the first multinational corporation in the world and it was the first company to issue stock. It was a powerful company, possessing quasi-governmental powers, including the ability to wage war, imprison and execute convicts, negotiate treaties, strike its own coins, and establish colonies.
Statistically, the VOC eclipsed all of its rivals in the Asia trade. Between 1602 and 1796 the VOC sent almost a million Europeans to work in the Asia trade on 4,785 ships, and netted for their efforts more than 2.5 million tons of Asian trade goods. By contrast, the rest of Europe combined sent only 882,412 people from 1500 to 1795, and the fleet of the English (later British) East India Company, the VOC’s nearest competitor, was a distant second to its total traffic with 2,690 ships and a mere one-fifth the tonnage of goods carried by the VOC. The VOC enjoyed huge profits from its spice monopoly through most of the 17th century.
Having been set up in 1602, to profit from the Malukan spice trade, in 1619 the VOC established a capital in the port city of Jayakarta and changed the city name into Batavia (now Jakarta). Over the next two centuries the Company acquired additional ports as trading bases and safeguarded their interests by taking over surrounding territory. It remained an important trading concern and paid an 18% annual dividend for almost 200 years.
Weighed down by corruption in the late 18th century, the Company went bankrupt and was formally dissolved in 1800, its possessions and the debt being taken over by the government of the Dutch Batavian Republic. The VOC’s territories became the Dutch East Indies and were expanded over the course of the 19th century to include the whole of the Indonesian archipelago, and in the 20th century would form the Republic of Indonesia.

– Source: Wiki

– List of Governors-General: Wiki
—————————————————————————————————————–
Foto VOC: link
————————————————————————————————————–

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: