Nuaulu, Suku / P. Seram – Prov. Maluku

Suku Nuaulu terdapat di bagian selatan-tengah Pulau Seram, Maluku.
Masyarakat Nuaulu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok utara dan kelompok selatan. Jumlah sebanyak 2500 orang.
Orang Noaulu tersebar di sembilan lokasi di Pulau Seram yaitu di Nua Nea, Bonara, Latane (Kampung Lama), Hahuwalan, Simalouw, Rohua, Rohua Waemanesi, Hatuhenu (Nusatauwe), dan Tawane-waene.

Lokasi pulau Seram


Pulau Seram


Kampung Suku Nuaulu

Pola perkampungan mereka biasanya berupa rumah-rumah yang berderet di sepanjang kiri kanan jalan utama kampung. Setiap rumah yang memiliki anak gadis yang siap untuk dicarikan jodoh mendirikan sebuah bangunan sakral kecil yang mereka sebut posuno. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan spritual umum mereka mendirikan sebuah bangunan sakral untuk memuja roh kakek dan nenek moyang. Bangunan itu disebut suwane. Selain itu mereka mempunyai sebuah balai adat yang digunakan untuk musyawarah adat yang dinamai baileo.

Kekerabatan Suku Nuaulu

Prinsip kekerabatan bersifat patrilineal, dimana keluarga-keluarga inti bergabung dengan keluarga inti senior membentuk keluarga batih (rumah tangga) yang mereka sebut matarumah. Sejumlah matarumah yang mempunyai kakek moyang yang sama membentuk sebuah keluarga luas terbatas (klen) yang mereka sebut soa.

Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu

Sistem Kemasyarakatan

Orang Noaulu tersebar di sembilan lokasi di Pulau Seram yaitu di Nua Nea, Bonara, Latane (Kampung Lama), Hahuwalan, Simalouw, Rohua, Rohua Waemanesi, Hatuhenu (Nusatauwe), dan Tawane-waene. Sistem kemasyarakatan mereka dibagi ke dalam 12 klan atau marga yaitu Matoke, Kamama, Sounawe Aepura, Sounawe Aenakahata, Sopalani, Perissa, Hury, Nahatue, Soumory, Leipary, Rumalait, dan Pia. Ciri khas mereka adalah kaum pria mengenakan karanunu atau kaeng berang yaitu kain merah yang diikatkan di kepala.
Saat berinteraksi dengan masyarakat luar, orang Noaulu selalu mengedepankan perasaan damai. Prinsip mereka selama mereka berbuat baik maka tidak ada hal buruk yang akan mendatangi mereka. Etika lainnya adalah dilarang mencuri, dilarang menyapa dengan panggilan yang kurang pantas. Dalam komunikasi sehari-hari jika ada pelanggaran adat maka akan diberikan sanksi yang disebut dengan Pina.

Pada masa dahulu, mereka masih menganut adat memotong kepala atau mengayau seperti masyarakat Dayak di Kalimantan. Tetapi sejak tahun 1970-an mereka tidak melakukannya lagi setelah dilakukan sosialisasi secara terus-menerus oleh pemerintah daerah setempat. Hampir semua upacara adat pada masa lalu mengharuskan adanya korban kepala tetapi sekarang sudah diganti dengan hewan kuskus.

Kepercayaan Asli Suku Nuaulu

Orang Nuaulu mempercayai adanya tokoh Pencipta Pertama yang mereka sebut Upu Kuanahatana. Kepercayaan ini sebenarnya merupakan bagian dari sistem keyakinan mereka kepada dewa-dewa dan roh kakek moyang yang dianggap tetap mempengaruhi kehidupan manusia. Roh-roh yang mereka puja terutama roh para kapitan, untuk itu mereka buatkan sebuah altar pemujaan dalam baileo. Roh-roh alam yang jahat mereka sebut nitu. Alam pikiran seperti ini juga mempercayai adanya kekuatan magis yang bisa digunakan manusia untuk tujuan baik maupun jahat. Kekuatan magis itu mereka sebut matakau.

Ritual-Ritual

Walaupun modernisasi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan adat mereka tapi suku Noaulu tidak serta-merta meninggalkan ritual-ritual yang sakral. Ritual yang masih sering dilakukan antara lain adalah pataheri, pinamou, mau sahae, dan autotu nimoe.

Pataheri

Pataheri adalah ritual untuk para lelaki Noaulu yang dianggap telah dewasa. Ritual ini juga disebut dengan upacara cidaku. Pada upacara ini, lelaki yang sudah dianggap dewasa akan diberikan sebuah kain berwarna merah (kaeng berang) untuk diikatkan di kepala. Selain itu mereka yang mengikuti ritual ini juga wajib menggunakan cidaku yaitu cawat khas Noaulu. Kain merah pengikat kepala dan cawat yang dikenakan ketika ritual dilakukan tidak hanya semata bersifat duniawi tetapi juga bersifat rohaniah.

Ritual ini dimulai dengan puasa selama satu hari yang dimulai pada pukul tiga dini hari sampai jam enam sore. Selama berpuasa, kaeng berang diikat di leher karena dipercaya akan menjauhkan dari gangguan setan. Setelah berpuasa, mereka berkumpul di rumah utama yang disebut dengan numa onate dan diberikan pakaian adat marga yang disebut dengan karanunu onate. Setelah itu mereka didampingi oleh Kapitan (Panglima Perang) berjalan bersama menuju rumah orang tua Kapitan untuk berdoa agar diberikan keberanian dan terhindar dari bahaya.

Selesai berdoa, mereka kembali ke Numa Onate dan mengambil perlengkapan seperti parang, tombak, panah, tas berisi sirih pinang. Perlengkapan ini diberikan dengan menghadap ke utara. Tetua yang memberikan perlengkapan kemudia menuju pintu belakang yang mengarah ke timur untuk memimpin menuju tempat ritual di dalam hutan.

Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu

Pinamou

Jika Pataheri adalah ritual menuju dewasa untuk laki-laki maka Pinamou adalah ritual menuju dewasa untuk perempuan yang dilakukan ketika seorang perempuan mendapatkan menstruasi pertama mereka. Ritual ini berupa pengasingan dari keluarga dan masyarakat karena darah menstruasi dianggap tidak baik bagi lingkungan adat mereka sehingga harus diasingkan ke posune selama sebelas hari. Posune ini terletak di bagian belakang rumah atau di pinggiran kampung. Selama di situ, sang gadis hanya dilayani oleh ibu dan saudara perempuannya. Posune adalah sebuah rumah kecil yang terbuat dari daun rumbia berukuran 2 x 2 meter dengan tinggi 1,5 meter.

Selama di Posune sang gadis yang sedang Pinamou hanya dibekali dengan bambu untuk tempat tidur, kain sarung, piring yang dibuat dari daun sagu, dan batu tungku untuk memasak. Selama di Posune, tidak boleh makan makan makanan yang berkuah, makanan mereka harus kering. Selama melakukan Pinamou maka sang gadis tidak boleh keluar dari Posune walaupun ke rumah orang tuanya. Jika telah selesai masa Pinamou maka akan dilakukan upacara adat dan berkeliling negeri (kampung) untuk menunjukkan bahwa perempuan itu sudah dewasa dan siap untuk menikah.


Sumber

– Suku Nuaulu: http://suku-dunia.blogspot.com/2014/12/sejarah-suku-nuaulu-di-maluku.html
– Suku Nuaulu: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Nuaulu

– Tentang Negeri Nua Nea: http://bpan.aman.or.id/2016/02/16/negeri-penuh-cerita-kearifan-ii/
– Suku Naulu: https://kepercayaanlokal2018saa4bkelompok2.blogspot.com/2018/04/resume-suku-naulu.html
– Tradisi suku Naulu dan modernisasi masa kini: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tradisi-suku-naulu-dan-modernisasi-masa-kini
– Upacara masa kehamilan pada Suku Nuaulu: http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/02/upacara-masa-kehamilan-pada-suku-bangsa.html
– Tradisi persembahan kepala manusia sebagai mas kawin dan ritual adat suku Nulu: https://www.grid.id/read/041693968/tradisi-persembahan-kepala-manusia-sebagai-mas-kawin-dan-ritual-adat-suku-naulu?page=all


Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu

Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu

Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu

Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu

Afbeeldingsresultaat voor negeri nuaulu