Bentuknya negeri Tala

– Sumber: https://www.facebook.com/687710297997581/posts/maatoke-dari-manusa-antara-pela-dan-gandong-di-negeri-waimasa-tala-yamane-waimas/1242674022501203/

———————————–

Maatoke dari Manusa antara pela dan Gandong di Negeri WAIMASA (TALA)

Yamane Waimasa adalah negeri tua sesudah Latu Di pesisir Aer Tala.

Empat moyang yang keluar dari Tamaselane Negeri Yapiopatai; satu moyang bongso menetap di Negri Latu, satunya menetap di Tupapa dan satunya menetap di Kepala Aer Wari serta yang kaka yang tua menetap di Waimasa.

Waktu berjalan pada tahun 1400san, penjajah kesultanan Ternate Tidore menyerang daerah dengan armada kapal kapal prang menyerang daerah Seram Utara Timur sehingga kesultanan Ternate Tidore menguasai wilayah tersebut dan mengislamkan masyarakat dan juga membayar upeti ke Ternate Tidore.

Kekuatan di bangun di wilayah tersebut dan menyerang masyarakat Seram yang kala itu masih beragama kakehan, hal tersebut membuat kecemasan seluruh masyarakat Seram dan Patasiwa menduduki rapat akbar yang dimana desakan rapat akbar tersebut datang dari masyarakat Yapiopatai di seluruh Seram, keputusan keluarga Yapiopatai maka di tunjuk kapitang besar Latekay untuk memilih tempat rapat. Kapitang besar Latekay tersebut adalah orang pertama yang tinggal di Waimasa dan menunjuk tempat tinggalnya sebagai tempat rapat untuk menentukan perlawanan besar besaran terhadap penjajah.

Inaama di panggil sebagai saksi kesepakatan untuk prang, dan perlawan itu pun di lakukan Yapiopatai mengumpulkan koalisi pasukan perangnya (kesatuan lintas kesatuan prang ) dan melakukan perlawan terhadap penjajah dan berhasil pukul mundur penjajah sampai di Waikabah.

Moyangd i Tupapa mendirikan negeri Kopatai
Moyang di Kepala Aer Wari mendirikan Negri Purula
Moyang di Waimasa mendirikan Negri Waimasa.

Setelah beberapa abad kemudian dua saudranya yang di Negeri Kopatai dan Purula turun dan bergabung dengan saudara Tuanya di Waimasa dan merubah nama Negri Tala.

Setelah itu datang lagi kapitang Maatoke dari Manusa bersama saudara perempuannya tinggal menetap di Negeri Tala dan sudara perempunya kawin dengan matarumah Latekay di Tala dan menghasilkan Turunan yang memerintah Tala sekarang.

Sedangkan kapitang Matoke buat masala dengan masyarakat Tala sehingga terbunuh ratusan orang masyarakat akibat ulah kapitang Maatoke dan merasa malu yang bersangkutan Lari dan menetap dan bergabung dengan orang orang Sanahu yang Waktu itu baru turun dari gunung.

Pada tahun 1960an komandan Siliwangi merayu Thomas Paulus Talawai untuk mengubah status Adat negeri Tala menjadi desa untuk keperluan bantuan militer dan operasi militer di pulau Seram, dan menjadikan Thomas Talawai sebagai pemimpin desa dan Camat pegunungan Seram.

Tala Tiga teong satu negeri Yapiopatai penjaga Kaki Are Tala.