* Daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di P. Adonara

Lokasi P. Adonara


Isi

1) Daftar kerajaan-kerajaan di P. Adonara,
2) Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Adonara.


1) Daftar kerajaan-kerajaan

Kerajaan Adonara,
Kerajaan Lamahala,
Kerajaan Lian Lolon,
Kerajaan Libu Kliha,
Kerajaan Molugang,
Kerajaan Terong.


2) Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Adonara

Orang asli Adonara

Orang asli Adonara adalah turunan seorang wanita yang bernama Sedo Lepan. Wanita ini adalah manusia primitif paling pertama yang menghuni Pulau Adonara. Tubuhnya ditumbuhi bulu lebat. Wanita pertama ini muncul bersamaan dengan timbulnya gunung Boleng.

Pada suatu saat terjadilah suatu keajaiban yang luar biasa dimana tubuh Sedo Lepan ini “pecah” dan keluarlah seorang wanita lagi yang kemudian dikenal dengan nama Kewae Sedo Bolen.
Saat itu, di Pulau Adonara belum ada manusia lain selain wanita ini. Selama bertahun-tahun ia hidup sendirian di lereng Ile (gunung) Boleng. Kemudian suatu ketika, datanglah seorang laki-laki dari pantai selatan Pulau Lembata yang bernama Kelake Ado Pehan. Ia diusir dari Lembata karena dituduh sebagai seorang suanggi yang menyebabkan meletusnya Gunung Adowojo. Ia lari dengan menggunakan sebuah perahu yang terbuat dari sebatang kelapa dan terdampar di selatan pulau Adonara.

Singkat kisah, Kelake Ado Pehan kemudian bertemu dengan Kewae Sedo Bolen di puncak Ile Boleng sehingga keduanya menikah. Dari pernikahan kedua manusia pertama di Pulau Adonara itu, kemudian lahirlah tujuh putra yakni Lado Ipa Jarangyang (keturunannya ada di Boleng), Mado Paling Tale (keturunannya ada di Doken), Beda Geri Niha (keturunannya ada di Nihaona), Duli Ledan Labi (keturunannya di Lewoduli), Kia Kara Bau (keturunannya ada di Wokablolon-Kiwang Ona), Kia Lali Tokan(keturunannya ada di Lewobelek) dan Sue BukuToran yang (keturunannya ada di Lewojawa-Lamahala.

P. Adonara (merah), 1350 M

Sejarah kerajaan-kerajaan

Sejarah lokal Adonara terdokumentasikan dari abad ke-16, ketika para pedagang dan misionaris Portugis mendirikan pos di dekat Pulau Solor. Pada saat itu Pulau Adonara dan pulau-pulau di sekitarnya dibagi di antara penduduk pesisir yang dikenal sebagai Paji, dan penduduk pegunungan yang disebut Demon.
Para Paji mudah menerima Islam, sementara Demon cenderung di bawah pengaruh Portugis. Wilayah Adonara milik Paji mencakup tiga kerajaan, yaitu Adonara (berpusat di pantai utara pulau), Terong dan Lamahala (di pantai selatan). Bersama dengan dua kerajaan di Pulau Solor, Loyahong dan Lamakera, mereka membentuk sebuah persekutuan yang disebut Watan Lema (“lima pantai”). Watan Lema bekerja sama dengan VOC pada 1613 dan ditegaskan pada 1646.
Kerajaan Adonara sendiri sering permusuhan dengan Portugis di Larantuka, Flores, dan tidak selalu taat kepada Belanda. Pada abad ke-19, penguasa Adonara di utara memperkuat posisinya di Kepulauan Solor; saat itu, ia juga menjadi penguasa bagian timur Flores dan Lembata. Wilayah Demon berdiri di bawah kekuasaan kerajaan Larantuka, yang berada di bawah kekuasaan Portugis sampai tahun 1859, ketika wilayah tersebut diserahkan pada Belanda. Kerajaan Larantuka dan Adonara dihapuskan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1962.

Suku Adonara


Sumber

– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Adonara: http://santipelu888.blogspot.com/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Adonara: http://bolengatumatan.blogspot.com/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Adonara: https://www.gotravelaindonesia.com/


P. Adonara, 1850 M

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: