Keraton bekas kesultanan Mataram: Karta (Kerto) / Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta

Keraton Karta terletak di dusun di Plered, Bantul, D. I. Yogyakarta, kurang lebih 4 kilometer di sebelah selatan Kotagede.
Keraton Karta adalah bekas keraton ke-2 dan ibu kota Kesultanan Mataram setelah Keraton Kutagede, pada tahun 1613–1645.

Lokasi D. I. Yogyakarta


Foto Keraton Karta: di bawah


Kesultanan Mataram, 1586-1755

– Kesultanan Mataram: link
– Keraton Kota Gede, kesultanan Mataram: link
Keraton Karta, kesultanan Mataram: link
Keraton Plered, kesultanan Mataram: link
Keraton Kartasura, kesultanan Mataram: link


Keraton sekarang di Surakarta dan Yogyakarta

– Keraton kesultanan Yogyakarta di Yogyakarta: link
– Keraton kadipaten Paku Alaman di Yogyakarta: link
– Keraton kesultanan Surakarta di Surakarta: link
– Keraton kadipaten Mangkunegaran di Surakarta: link


KERATON KARTA, 1613–1645

Umum

Keraton Karta adalah keraton ke-2 kesultanan Mataram, yang berdiri 1613-1645. Sebelumnya ada Keraton Kutagede.

Foto Keraton Karta: di bawah

Kesultanan Mataram resmi berdiri pada tahun 1586.
Ibu kota kesultanan Mataram kemudian berpindah beberapa kali:
* Keraton Kotagede: 1587–1613
* Keraton Karta: 1613–1645
* Keraton Plered: 1646–1680
* Keraton Kartasura: 1680–1755.

1755: Kesultanan Mataram lalu terbagi menjadi dua melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yakni:
– Kesultanan Surakarta dan
– Kesultanan Ngayogyakarta.


Sejarah keraton Karta (Kerto)

Keraton Karta adalah bekas keraton ke-2 dan ibu kota Kesultanan Mataram setelah Keraton Kutagede pada tahun 1613–1645.

Keraton Karta didirikan oleh Sultan Agung pada tahun 1613, kemudian pada 1618 baru digunakan hingga 1645.
Bangunan ini menjadi pos logistik Sultan Agung ketika ia berusaha berpisah dari keraton keluarganya di Kutagede.

Keraton Karta merupakan tempat pemindahan ibu kota Kesultanan Mataram setelah di Keraton Kutagede. Sejak tahun 1613 Sultan Agung Anyakrakusuma berniat memindahkan ibu kota Mataram dan mendirikan keraton baru ke daerah Karta yang berjarak sekitar 5 km selatan dari Kutagede. Upaya untuk memindahkan ibu kota Mataram baru terwujud pada tahun 1617. Setahun kemudian Sultan Agung beserta pengikutnya mulai mendiami keraton Karta, meskipun ibu Suri masih berada di Kutagede.

Sekitar satu tahun setelah pembangunan terakhir Sultan Agung Anyakrakusuma wafat. Kemudian takhta digantikan oleh Amangkurat I. Atas kehendak raja, ibu kota Mataram dipindahkan kembali dari Karta menuju Plered. Dalam Babad ing Sengkala perpindahan menuju keraton baru tersebut terjadi pada tahun 1647.


Foto keraton Karta (Kerto)


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: