Kedang, kerajaan / P. Lembata – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Kedang terletak di pulau Lembata, prov. Nusa Tenggara Timur. Kerajaan ini terletak di bagian timur pulau Lembata.

Lokasi pulau Lembata

—————————–
Lokasi pulau Lembata


Sejarah kerajaan Kedang

– Sumber: https://www.kompasiana.com/arrasy_kedang/54f92fc9a3331112678b4a55/sejarah-pemerintahan-dan-perkembangan-islam-di-kedang

Kondisi awal mula Kedang sebelum masa kolonial Belanda.
Kedang berasal dari kata “Edang”, adalah nama sebuah wilayah “Auq Edang” yang sekarang dikenal dengan “Tanah Kedang”…..Auq = Tanah, Edang dari kata Edan = Lampau atau dahulu kala, jadi Auq Edang berarti Tanah Dahulu Kala atau Tanah Masa Lampau. Auq edang /Tanah Kedang adalah nama sebuah wilayah pemerintahan yang membawahi 44 buah Temukang atau kampung sekarang yang berada di sekeliling gunung Kedang atau Uyelewun, Konkritnya. pada masa dahulu sebelum pemerintahan kolonial belanda, pemerintahan Auq Edang/Tanah Kedang sudah ada dan asal mula manusia bermukim di puncak Uyelewun, dari awal manusia Edang (Kedang) pertama secara turun temurun sampai pada seorang raja pertama bernama TAMIDA.

Selanjutnya dari raja TAMIDA menurunkan anak secara turun temurun hingga LIA→LOYO→BUYA.

Kemudian BUYA bertemu dengan seorang perempuan yang belum dikenalnya, yang berasal dari Sina Pueng Matang Jawa (Tanah Jawa). akhirnya menikahlah keduanya. Tempat pertemuan keduanya dibalikulik (balauring) sekarang menjadi ibukota kecamatan Omesuri. Buya adalah orang jawa, sebutan Buya berarti Bapa dan Ome lidah orang kedang  tapi, sebenarnya adalah Umi yang artinya Ibu. Jadi Buya dan Ome selalu ditambah Suri yang artinya pengelana atau pengembara, karena tidak diketahui asal muasal kedua orang tersebut.
Dari perkawinan Buyasuri dan Omesuri menurunkan beberapa keturunan secara turun temurun hingga sampai pada ROMAN yang menurunkan anak RIBU dan RAHA. Kedua putera mahkota itu selanjutnya berkaitan dengan penyebaran manusia dalam rangka memenuhi Temukung/Perkampungan di seputar Gunung Uyelewun dan sekitarnya, maka terjadilah pembagian wilayah Au Edang (Tanah Kedang) menjadi 2 bagian: Wilayah GOA OTEWELA BAJA (raja di pedalaman), RAJA OLE WATA (Raja di pesisir pantai.

GOA OTE WELA (raja di pedalaman) di perintahi oleh RIBU ROMAN dan RAJA OLE WATA (raja pesisir) diperintahi oleh RAHA ROMAN. Oleh karena pembagian kekuasaan raja auq Edang/Tanah Kedang pada dua saudara kakak beradik dan pada akhirnya terjadilah pembaiatan adik Raja Ole Wata, RAHA ROMAN menjadi RAJA EDANG, Raja Tanah Kedang karena Raja RAHA ROMAN punya Sumber Daya yang lebih baik/tinggi.


Sumber sejarah kerajaan Kedang

https://www.kompasiana.com/arrasy_kedang/54f92fc9a3331112678b4a55/sejarah-pemerintahan-dan-perkembangan-islam-di-kedang
https://bentara.net/benarkah-ada-kerajaan-kedang-ribuan-tahun-silam/