Suku Rote – P. Rote, NTT

Suku Rote atau Orang Rote berdiam di Pulau Roti, Ndao dan sebagian pantai barat Pulau Timor, di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah mereka termasuk dalam wilayah Kab. Kupang. Ada anggapan para ahli bahwa penduduk di pulau-pulau itu sebenarnya berasal dari Pulau Seram di Maluku Tengah. Jumlah populasinya sekitar 88.000 jiwa.

Lokasi pulau Rote



Foto suku Rote

* Foto suku Rote dulu: link
* Foto suku Rote sekarang: link
* Foto raja-raja yang masih ada di Rote: link
* Foto raja-raja dulu di pulau Rote: link


Video suku Rote

* Video tarian daerah “Kebalai” di Rote: link
* Video tarian adat Rote: link
* Video tarian adat Rote: link
* Video menyambut tamu dalam budaya Rote: link


Video sejarah P. Rote dan NTT, 50.000 SM-sekarang: link


SUKU ROTE

Referensi : Depdikbud 1989, Lebar 1972, Koentjaraningrat 1969, Grimes 1984

Mata pencaharian utama Suku Rote

Mata pencaharian utama masyarakat Suku Rote adalah bercocok tanam di ladang, dengan tanaman seperti jagung, padi ladang, dan ubi kayu. Selain itu banyak pula di antara mereka yang bekerja sebagai penyadap nira lontar dan beternak kerbau, sapi, kuda dan ayam. Kaum wanita Suku Rote pandai menenun kain dengan motif tradisional, menganyam barang dari pandan dan sebagainya.

Kekerabatan dalam Suku Rote

Keluarga-keluarga inti orang Rote mendiami sebuah rumah, biasanya didirikan sekitar rumah pihak laki-laki. Secara kekerabatan mereka tergabung ke dalam klen-klen yang disebut leo. Setiap leo patrilineal ini dipimpin oleh seorang laki-laki senior yang disebut manek atau mane leo. Kesatuan tempat tinggal atau kampung yang mereka sebut nggolok terletak didataran yang cukup subur dan dekat dengan sumber air minum. Setiap kampung dipimpin oleh seorang kepala yang mereka sebut temukung, ia dibantu oleh beberapa orang tokoh yang disebut manaholo, manek dan fetor.

Agama dan sistem kepercayaan Suku Rote

Sistem kepercayaan lama masyarakat Suku Rote mengenal adanya Sang Pencipta yang disebut Lamatuan atau Lamatuak. Manusia memandang Lamatuan ini sebagai Manadu (Pencipta), Mansula (Pengatur atau Penyelenggara) dan Manfe (Pemberi Berkah). Ketiga wujud Lamatuan tersebut mereka simbolkan dengan sebuah tiang bercabang tiga yang diletakkan di dalam rumah, di sebelah kanan pintu masuk. Segala sesuatu dalam kehidupan mereka dikaitkan kepada sistem kepercayaan tersebut. Sekarang banyak pula Orang Rote yang sudah memeluk agama Protestan, Katolik dan Islam.


Sumber

– Suku Rote: http://suku-dunia.blogspot.com/2014/11/sejarah-suku-rote-nusa-tenggara-timur.html
– Suku Rote: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Rote
– Pakaian Adat Suku Rote: https://fitinline.com/article/read/pakaian-adat-suku-rote/
– Suku Rote: https://artikel867913207.wordpress.com/2018/02/14/lintasan-sejarah-pulau-rote/
– Budaya Suku Rote: http://model-daerah.blogspot.com/2016/02/budaya-dan-kekerabatan-orang-rote.html



Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: