Panjalu Ciamis, kerajaan / Prov. Jawa Barat

Kerjaan Panjalu Ciamis: 1200 – 1500. Kerajaan Panjalu Ciamis, adalah nama sebuah kerajaan yang berada di Jawa Barat pada abad ke-13 sampai ke-16.
Ada kerajaan Panjalu Kediri (Kediri) dan kerajaan Panjalu Ciamis.

Provinsi Jawa Barat


Foto Jawa dulu: link
Foto situs kuno di Jawa: link
Foto perang Diponegoro, 1825-1830: link


Sejarah kerajaan Panjalu Ciamis

– Sejarah lengkap kerajaan Panjalu Ciamis: https://www.facebook.com/CiamisKamiCiamisKamu/posts/529297333822063/

Pada abad ke-13 sampai abad ke-16 (tahun 1200-an sampai dengan tahun 1500-an) Kerajaan Panjalu berbatasan dengan Kerajaan Talaga, Kerajaan Kuningan, dan Cirebon di sebelah utara. Di sebelah timur Kerajaan Panjalu berbatasan dengan Kawali (Ibukota Kemaharajaan Sunda 1333-1482), wilayah selatannya berbatasan dengan Kerajaan Galuh, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kerajaan Galunggung dan Kerajaan Sumedang Larang.

Menurut Munoz (2006) Kerajaan Panjalu Ciamis (Jawa Barat) adalah penerus Kerajaan Panjalu Kediri (Jawa Timur) karena setelah Maharaja Kertajaya Raja Panjalu Kediri terakhir tewas di tangan Ken Angrok (Ken Arok) pada tahun 1222, sisa-sisa keluarga dan pengikut Maharaja Kertajaya itu melarikan diri ke kawasan Panjalu Ciamis. Itulah sebabnya kedua kerajaan ini mempunyai nama yang sama dan Kerajaan Panjalu Ciamis adalah penerus peradaban Panjalu Kediri.

Berdasarkan perjanjian VOC dengan Mataram tanggal 5 Oktober 1705, maka seluruh wilayah Jawa Barat kecuali Banten jatuh ke tangan Kompeni. Untuk mengawasi dan memimpin bupati-bupati Priangan ini, maka pada tahun 1706 Gubernur Jenderal VOC Joan van Hoorn (1704-1709) mengangkat Pangeran Arya Cirebon (1706-1723) sebagai opzigter atau Pemangku Wilayah Priangan.

Pada tahun 1810 wilayah Kabupaten Panjalu di bawah pimpinan Raden Tumenggung Cakranagara III diperluas dengan wilayah Kawali yang sebelumnya dikepalai Raden Adipati Mangkupraja III (1801-1810). Wilayah Kawali yang menginduk ke Panjalu ini kemudian dikepalai oleh Raden Tumenggung Suradipraja I (1810-1819).

Pada tahun 1819, Gubernur Jenderal Hindia Belanda G.A.G.Ph. Baron Van der Capellen (1816-1826) menggabungkan wilayah-wilayah Kabupaten Panjalu, Kawali, Distrik Cihaur dan Rancah kedalam Kabupaten Galuh.

Pada tahun 1915 Kabupaten Galuh berganti nama menjadi Kabupaten Ciamis.

Antara tahun 1926-1942 Ciamis dimasukkan kedalam afdeeling Priangan Timur bersama-sama dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut dengan ibukota afdeeling di Tasikmalaya. Pada tanggal 1 Januari 1926 Pemerintah Hindia Belanda membagi Pulau Jawa menjadi tiga provinsi yaitu: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Panjalu dewasa ini adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Panjalu_Ciamis


Sumber

– Sejarah lengkap kerajaan Panjalu Ciamis: https://www.facebook.com/CiamisKamiCiamisKamu/posts/529297333822063/
– Sejarah kerajaan Panjalu Ciamis di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Panjalu Ciamis: http://duke-fajar.blogspot.com/2008/12/kerajaan-panjalu-ciamis.html
– Sejarah kerajaan Panjalu Ciamis: http://aasurya1993.blogspot.com/2011/10/silsilah-raja-raja-panjalu.html
– Silsilah raja raja Panjalu Ciamis: https://id.wikipedia.org/wiki/Silsilah_Penguasa_Kerajaan_Panjalu_Ciamis

– Masyarakat Panjalu gelar upacara Tradisi “Nyangku”: link


Rd. Hanafi Argadipradja (1901-1973)

Rd. Hanafi Argadipradja (1901-1973)

————————————
Sesepuh Panjalu: kiri-kanan; HR Atong Tjakradinata, HRM Tisna Argadipraja

Sesepuh Panjalu: kiri-kanan; HR Atong Tjakradinata, HRM Tisna Argadipraja

——————————–
Upacara Nyangku 11 Maret 2010. Sesepuh Panjalu, (kiri-kanan) HR Atong Tjakradinata (mantan Kuwu Kepala Desa Panjalu) & HRM Tisna Argadipraja (cicit Rd. Demang Aldakusumah)

Upacara Nyangku 11 Maret 2010. Sesepuh Panjalu, berpakaian adat Sunda warna hitam (baris kedua (kiri-kanan) HR Atong Tjakradinata (mantan KuwuKepala Desa Panjalu) & HRM Tisna Argadipraja (cicit Rd. Demang Aldakusumah)

———————————-
HRM Tisna Argadipraja memegang pedang pusaka Prabu Sanghyang Borosngora setelah dijamas

HRM Tisna Argadipraja memegang pedang pusaka Prabu Sanghyang Borosngora setelah dijamas


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s