Pemecutan, Puri Agung Pemecutan / Bali – kota Denpasar

Puri Agung Pemecutan, sejak 1686. Terletak di Denpasar, jl. Thamrin, prov. Bali.

The palace of Puri Agung Pemecutan, exists since 1686. Located in Denpasar, jl. Thamrin, prov. Bali.
For english, click here

Lokasi Pemecutan, kota Denpasar

———————
Lokasi pulau Bali


* Foto Puri Agung Pemecutan: link
* Foto foto Bali dulu, situs kuno dan puputan: link


Cokorda Pemecutan sekarang

Cokorda (raja) sekarang (2017): Ida Cokorda Pemecutan XI, A.A. Ngurah Manik Parasara.


Sejarah Puri Agung Pemecutan

Puri Agung Pemecutan yang lama dibangun pada tahun 1686 pada abad ke 16 dan berlokasi Jl. Thamrin di sebelah Barat.
Sejarah keberadaan Puri Agung Pemecutan berkaitan dengan ekspedisi Majapahit ke Bali tahun Çaka 1256 (sastining Bhuta manon janma) atau 1334 Masehi untuk menaklukan kerajaan Bedulu dibawah pimpinan Panglima Arya Damar/ Adityawarman. Dalam lontar Purana Bali Dwipa dinyatakan bahwa Arya kenceng adalah anak dari Arya Damar, sebab Arya Damar ketika menyerang Bali bukan pemuda lagi, diperkirakan usia beliau pada waktu diperkirakan 45 tahun.
Hal yang sama juga dinyatakan dalam Kitab Usana Jawa yang menyatakan “ Arya Damar Kenceng Pwa sira “ yang artinya dalam diri Arya Kenceng terdapat darah daging Arya Damar”. Dan hal ini hanya dimungkinkan kalau Arya Kenceng adalah anak kandung Arya Damar yang berhak menerima kedudukan di dalam pemerintahan Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan sebagai ahli waris Arya Damar.
– Sejarah lengkap: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com/2009/11/sejarah-pemecutan.html
Tentang Puri di Bali: https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_di_Bali

Puri Agung Pemecutan


Silsilah Raja Pemecutan

– 1660-1683: Kiyai Arya Bebed/ Kiyai Anglurah Pemecutan I,/ Kiyai Jambe Pule / Nararya Gede Raka/ Cokorda Pemecutan I.
– 1683-1718: Kiyai Macan Gading/ Bhatara Mur Ring Watu Klotok / Kiyai Angluran Pemecutan II / Cokorda Pemecutan II.
– 1718-……..: Ida Bhatara Maharaja Sakti / Kyai Angluran Pemecutan III/ CokordaPemecutan III.
– 1813-1840: I Gusti Ngurah Pemecutan / Kyayi Angluran Pemecutan IV / Arya NgurahMecutan Ukiran.
– Sang Arya Mecutan Bhija/ Kiyai Anglurah Pemecutan V.
– …….-1813: Arya Ngurah Gede Raka / Arya Ngurah GedeMecutan/ Kiyayi Anglurah Pemecutan VI.
Arya Ngurah Gede Raka/ Arya Ngurah gede Mecutan/ Kiyai Agung Gde Raka dinobatkan sebagai Kiyai Anglurah Pemecutan VI menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Raja di Puri Pemecutan.
– 1813-1829: Kiyai Anglurah Pemecutan VII / Kyai Anglurah Muring Gedong
Kiyai Anglurah Pemecutan VII menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Raja di Puri Pemecutan. Kiyai Anglurah Pemecutan VII tidak mempunyai putra sehingga untuk mengendalikan jalannya pemerintahan setelah beliau wafat di percayakan kepada 2 putri beliau yaitu Ratu Istri Adi/ Sagung Adi dan Ratu Istri Oka/ Sagung Oka.
– 1840-1851: Kiyayi Angurah Pemecutan VIII / Kyayi Agung Gde Oka / Kyayi Anglurah Muring Madarda
Kiyai Angluran Pemecutan VIII menggantikan kedudukan mertuanya sebagai Angluran Pemecutan VII sebagai Raja di Puri Agung Pemecutan tahun 1840 – 1851 M.

Puri Agung Pemecutan

Afbeeldingsresultaat voor puri agung pemecutan
– 1851-1906: Kiyayi Anglurah Pemecutan IX /Kiyayi Ngurah Agung Pemecutan.
Dengan wafatnya Kiyai Anglurah Pemecutan VIII karena beliau tidak berputra (putung) maka singgasana di Puri Agung Pemecutan menjadi kosong. Maka kalau dilihat dari garis keturunannya maka yang berhak mengisi kekosongan tersebut adalah dari Puri Kanginan Pemecutan sebagaimana yang sudah dilaksanakan pada waktu penobatan Kiyai Anglurah Pemecutan VII yang berasal dari Puri Kanginan. Adapun yang masih tinggal di Puri Kanginan adalah adik dari Kiyai Anglurah Pemecutan VIII yaitu Kiyai Agung Lanang Pemecutan.
– Ida Cokorda Ngurah Gde Pemecutan / Kiyayi Anglurah Pemecutan X.
Pada tanggal 28 Oktober 1939 Purnama kelima Ida Cokorda Ngurah Gde Pemecutan abiseka Ratu menggantikan Raja Pemecutan IX yang gugur pada peristiwa heroik Puputan Badung pada hari kamis kliwon wara ukir tanggal 20 September 1906 jam 16.00 wita.
– Ida Cokorda Pemecutan XI / A.A. Ngurah Manik Parasara, SH.
Dengan wafatnya Kiyayi Agung Gede Lanang Pemecutan pada har Senin Wage Julungwangi tanggal 8 Januari 1962 dan wafatnya Kiyayi Anglurah Pemecutan X/ Ida Cokorda Ngurah Gde Pemecutan pada haris senin Pon Dungulan tanggal 17 Maret 1986 maka terjadilah kekosongan kepemimpinan bagi warga Ageng Pemecutan.


Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali 1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/


Sumber

– Info diambil dari: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com/2009/11/sejarah-pemecutan.html
Daftar raja Pemecutan: Wiki
Daftar raja Pemecutan: http://perjuanganislami.blogspot.com/2014/02/bali-raja-raja-pemecutan-1.html
————–
English

– About Puri Agung Pemecutan: http://www.thebalidaily.com/2013-02-28/exploring-pemecutan-palace.html


* Foto Puri Agung Pemecutan: link