Denpasar, Bali – Puri Agung Pemecutan

Puri Agung Pemecutan, sejak 1686. Terletak di Denpasar, jl. Thamrin, prov. Bali.

.


* Foto Puri Agung Pemecutan: link

* Foto foto Bali dulu, situs kuno dan puputan: link


Cokorda sekarang (2017)

Cokorda (raja) sekarang (2017): Ida Cokorda Pemecutan XI, A.A. Ngurah Manik Parasara.


Tentang Puri (Istana) di Bali

Puri di pulau Bali adalah nama sebutan untuk tempat tinggal bangsawan Bali, khususnya mereka yang masih merupakan keluarga dekat dari raja-raja Bali. Berdasarkan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri ditempati oleh bangsawan berwangsa ksatria.

Puri-puri di Bali dipimpin oleh seorang keturunan raja, yang umumnya dipilih oleh lembaga kekerabatan puri. Pemimpin puri yang umumnya sekaligus pemimpin lembaga kekerabatan puri, biasanya disebut sebagai Penglingsir atau Pemucuk. Para keturunan raja tersebut dapat dikenali melalui gelar yang ada pada nama mereka, misalnya Ida I Dewa Agung, I Gusti Ngurah Agung, Cokorda, Anak Agung Ngurah, Ratu Agung, Ratu Bagus dan lain-lain untuk pria; serta Ida I Dewa Agung Istri, Dewa Ayu, Cokorda Istri, Anak Agung Istri, dan lain-lain untuk wanita.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_di_Bali


Puri Agung Pemecutan

Puri Agung Pemecutan yang lama dibangun pada tahun 1686 pada abad ke 16 dan berlokasi Jl. Thamrin di sebelah Barat.
Sejarah keberadaan Puri Agung Pemecutan berkaitan dengan ekspedisi Majapahit ke Bali tahun Çaka 1256 (sastining Bhuta manon janma) atau 1334 Masehi untuk menaklukan kerajaan Bedulu dibawah pimpinan Panglima Arya Damar/ Adityawarman. Dalam lontar Purana Bali Dwipa dinyatakan bahwa Arya kenceng adalah anak dari Arya Damar, sebab Arya Damar ketika menyerang Bali bukan pemuda lagi, diperkirakan usia beliau pada waktu diperkirakan 45 tahun.
Hal yang sama juga dinyatakan dalam Kitab Usana Jawa yang menyatakan “ Arya Damar Kenceng Pwa sira “ yang artinya dalam diri Arya Kenceng terdapat darah daging Arya Damar”. Dan hal ini hanya dimungkinkan kalau Arya Kenceng adalah anak kandung Arya Damar yang berhak menerima kedudukan di dalam pemerintahan Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan sebagai ahli waris Arya Damar.

– Sejarah lengkap:
http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com/2009/11/sejarah-pemecutan.html
————–
The royal house of Pemecutan was one of the most influential families during the feudal era in Denpasar. Alongside the Denpasar and Kesiman royal houses, Pemecutan ruled the area that in present-day Bali is known as Denpasar, as well as parts of Badung regency. The three royal houses lost their military power after suffering a paralyzing defeat in the 1906 battle, known locally as Puputan (battle to the last stand), in which the leaders of the three families and a large number of their loyal soldiers perished under a continuous salvo from the technologically superior Dutch military expedition.

Despite the military defeat and the emergence of the Republic of Indonesia, which put an end to the feudal rule of the royal families, the descendants of the houses still wield substantial political, social and cultural influence over Denpasar’s residents.

Source: http://www.thebalidaily.com/2013-02-28/exploring-pemecutan-palace.htm


Silsilah Raja Pemecutan

– 1660-1683: Kiyai Arya Bebed/ Kiyai Anglurah Pemecutan I,/ Kiyai Jambe Pule / Nararya Gede Raka/ Cokorda Pemecutan I.
– 1683-1718: Kiyai Macan Gading/ Bhatara Mur Ring Watu Klotok / Kiyai Angluran Pemecutan II / Cokorda Pemecutan II.
– 1718-……..: Ida Bhatara Maharaja Sakti / Kyai Angluran Pemecutan III/ CokordaPemecutan III.
– 1813-1840: I Gusti Ngurah Pemecutan / Kyayi Angluran Pemecutan IV / Arya NgurahMecutan Ukiran.
– Sang Arya Mecutan Bhija/ Kiyai Anglurah Pemecutan V.
– …….-1813: Arya Ngurah Gede Raka / Arya Ngurah GedeMecutan/ Kiyayi Anglurah Pemecutan VI.
Arya Ngurah Gede Raka/ Arya Ngurah gede Mecutan/ Kiyai Agung Gde Raka dinobatkan sebagai Kiyai Anglurah Pemecutan VI menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Raja di Puri Pemecutan.
– 1813-1829: Kiyai Anglurah Pemecutan VII / Kyai Anglurah Muring Gedong
Kiyai Anglurah Pemecutan VII menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Raja di Puri Pemecutan. Kiyai Anglurah Pemecutan VII tidak mempunyai putra sehingga untuk mengendalikan jalannya pemerintahan setelah beliau wafat di percayakan kepada 2 putri beliau yaitu Ratu Istri Adi/ Sagung Adi dan Ratu Istri Oka/ Sagung Oka.
– 1840-1851: Kiyayi Angurah Pemecutan VIII / Kyayi Agung Gde Oka / Kyayi Anglurah Muring Madarda
Kiyai Angluran Pemecutan VIII menggantikan kedudukan mertuanya sebagai Angluran Pemecutan VII sebagai Raja di Puri Agung Pemecutan tahun 1840 – 1851 M.
– 1851-1906: Kiyayi Anglurah Pemecutan IX /Kiyayi Ngurah Agung Pemecutan.
Dengan wafatnya Kiyai Anglurah Pemecutan VIII karena beliau tidak berputra (putung) maka singgasana di Puri Agung Pemecutan menjadi kosong. Maka kalau dilihat dari garis keturunannya maka yang berhak mengisi kekosongan tersebut adalah dari Puri Kanginan Pemecutan sebagaimana yang sudah dilaksanakan pada waktu penobatan Kiyai Anglurah Pemecutan VII yang berasal dari Puri Kanginan. Adapun yang masih tinggal di Puri Kanginan adalah adik dari Kiyai Anglurah Pemecutan VIII yaitu Kiyai Agung Lanang Pemecutan.
– Ida Cokorda Ngurah Gde Pemecutan / Kiyayi Anglurah Pemecutan X.
Pada tanggal 28 Oktober 1939 Purnama kelima Ida Cokorda Ngurah Gde Pemecutan abiseka Ratu menggantikan Raja Pemecutan IX yang gugur pada peristiwa heroik Puputan Badung pada hari kamis kliwon wara ukir tanggal 20 September 1906 jam 16.00 wita.
– Ida Cokorda Pemecutan XI / A.A. Ngurah Manik Parasara, SH.
Dengan wafatnya Kiyayi Agung Gede Lanang Pemecutan pada har Senin Wage Julungwangi tanggal 8 Januari 1962 dan wafatnya Kiyayi Anglurah Pemecutan X/ Ida Cokorda Ngurah Gde Pemecutan pada haris senin Pon Dungulan tanggal 17 Maret 1986 maka terjadilah kekosongan kepemimpinan bagi warga Ageng Pemecutan.

Klik foto di bawah untuk besar !


Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/


Sumber

– Info diambil dari: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com/2009/11/sejarah-pemecutan.html
Daftar raja Pemecutan: Wiki
Daftar raja Pemecutan: http://perjuanganislami.blogspot.com/2014/02/bali-raja-raja-pemecutan-1.html
————–
English

– About Puri Agung Pemecutan: http://www.thebalidaily.com/2013-02-28/exploring-pemecutan-palace.html


* Foto Puri Agung Pemecutan: link


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: