Pemecutan, Puri Agung Pemecutan / Bali – kota Denpasar

Puri Agung Pemecutan didirikan tahun 1786. Terletak di Denpasar, jl. Thamrin, prov. Bali.

The palace of Puri Agung Pemecutan, was founded in 1786.. Located in Denpasar, jl. Thamrin, prov. Bali.
For english, click here

Lokasi Pemecutan, kota Denpasar

———————
Lokasi pulau Bali


Puri Agung Pemecutan

* Foto Puri Agung Pemecutan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Bali

* Foto raja-raja Bali, yang masih ada: link
* Foto raja-raja Bali masa dulu: link
* Foto Bali dulu: link
* Foto situs kuno di Bali: link
* Foto puputan Denpasar, 1906: link
* Foto puputan Klungkung, 1908: link


* Video sejarah kerajaan-kerajaan di Bali, 45.000 SM – sekarang: klik


* Garis kerajaan-kerajaan di Bali: klik


PURI AGUNG PEMECUTAN

Raja sekarang

22 des. 2021
Raja Pemecutan XI Anak Agung Ngurah Manik Parasara meninggal dunia, Rabu 22 desember 2021. Warga Bali kehilangan tokoh pemersatu umat.
Semasa hidupnya almarhum Cok Pemecutan dikenal sebagai tokoh yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan baik kegiatan sosial maupun kegamaan.
Selain sebagai tokoh masyarakat yang sangat aktif Cok Pemecutan juga dikenal sebagai orang yang sangat humoris dan menjunjung tinggi toleransi antar suku, ras dan agama, pemikiran-pemikiran Cok Pemecutan sangat sarat dengan persatuan dan kerukunan antar umat lintas agama, bahkan antar warga pendatang dengan warga Bali.

22 des. 2021: Cokorda, raja, Ida Cokorda Pemecutan XI, A.A. Ngurah Manik Parasara meninggal


Sejarah Puri Agung Pemecutan

– Sumber: https://www.kompas.com/stori

Puri ini didirikan oleh I Gusti Ngurah Made Pamecutan pada 1786 dan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Badung. Hingga Desember 2021, Puri Agung Pemecutan digunakan sebagai tempat tinggal Raja Ida Cokorda atau Raja Pemecutan XI.

Puri Agung Pemecutan dibangun oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan, yang menjadi penguasa Kerajaan Badung pertama. Pembangunan puri ini selesai pada 1788, dan digunakan pusat pemerintahan Kerajaan Badung, setelah sebelumnya berada di Puri Jambe Kesatria.
Pada 1906, pasukan Belanda mengalahkan kerajaan Badung dalam peristiwa Puputan Badung. Sebelum dikuasai oleh Belanda, Raja Badung saat itu, I Gusti Ngurah Made Agung, memerintahkan rakyat untuk membakar bangunan puri. Belanda pun dibuat terkejut dengan perlawanan yang diberikan, di mana raja dan seluruh rakyatnya turun langsung ke medan perang dengan berpakaian serba putih. Berbekal semangat, raja dan rakyat Badung berjuang memerangi Belanda meski pada akhirnya kalah.

Diduduki Belanda

Setelah Puputan Badung, keluarga Pemecutan tidak lagi memiliki rumah, karena lokasinya digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai kantor pemerintahan.
Oleh karena itu, seluruh keturunan kerajaan membangun rumah di sekeliling Puri Satria. Sepuluh tahun kemudian, pihak Belanda mengembalikan I Gusti Alit Ngurah Pemecutan (Cokorda Alit Ngurah) ke Badung. Belanda mengangkat I Gusti Alit Ngurah Pemecutan menjadi pegawai di pemerintahan Belanda sebagai kepala daerah tingkat II Badung.
Pengangkatan itu bersamaan dengan pengangkatan raja-raja di setiap kabupaten di Bali, yang bertempat di Pura Besakih pada 27 Juli 1927. Di tahun yang sama, dimulailah pembangunan Puri Denpasar yang baru, dengan lokasi di Jaba Pura Ksatria.

Puri Agung Pemecutan

Puri Agung Pemecutan


Daftar raja Pemecutan

1788-1813: I Gusti Ngurah Made
1813-1817: I Gusti Ngurah Jambe
1817-1829: I Gusti Made Ngurah
1829-1848: I Gusti Gede Ngurah
1848-1902: I Gusti Alit Ngurah
1902-1906: I Gusti Ngurah Made Agung
1929-1965: Cokorda Alit Ngurah
1965-1998: Cokorda Ngurah Agung
1998-2021: Ida Cokorda Pemecutan XI

Silsilah Puri Agung Pemecutan


Puri (istana) di Bali

Puri di pulau Bali adalah nama sebutan untuk tempat tinggal bangsawan Bali, khususnya mereka yang masih merupakan keluarga dekat dari raja-raja Bali. Berdasarkan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri ditempati oleh bangsawan berwangsa ksatria.

Puri-puri di Bali dipimpin oleh seorang keturunan raja, yang umumnya dipilih oleh lembaga kekerabatan puri. Pemimpin puri yang umumnya sekaligus pemimpin lembaga kekerabatan puri, biasanya disebut sebagai Penglingsir atau Pemucuk. Para keturunan raja tersebut dapat dikenali melalui gelar yang ada pada nama mereka, misalnya Ida I Dewa Agung, I Gusti Ngurah Agung, Cokorda, Anak Agung Ngurah, Ratu Agung, Ratu Bagus dan lain-lain untuk pria; serta Ida I Dewa Agung Istri, Dewa Ayu, Cokorda Istri, Anak Agung Istri, dan lain-lain untuk wanita.

Daerah atau wilayah kekuasaan puri-puri di Bali zaman dahulu, tidak berbeda jauh dengan wilayah administratif pemerintahan kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Setelah Kerajaan Gelgel mulai terpecah pada pertengahan abad ke-18, terdapat beberapa kerajaan, yaitu Badung (termasuk Denpasar), Mengwi, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli dan Jembrana. Persaingan antardinasti dan antaranggota dinasti pada akhirnya menyebabkan Belanda dapat menguasai Bali dengan tuntas pada awal abad ke-20.

Setelah masa kolonial Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan Indonesia, kekuasaan puri berubah menjadi lebih bersifat simbolis. Peranan berbagai puri di Bali umumnya masih tinggi sebagai panutan terhadap berbagai pelaksanaan aktivitas adat dan ritual Agama Hindu Dharma oleh masyarakat banyak.
Tentang Puri di Bali: https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_di_Bali

Puri Agung Pemecutan tempat dimana Ida Cokorda Raja Pemecutan XI bertahta. /Instagram/@laxmii_sbdr/

Puri Agung Pemecutan tempat dimana Ida Cokorda Raja Pemecutan XI bertahta. /Instagram/@laxmii_sbdr/


Pura (tempat ibadah) di Bali

Pura adalah istilah untuk tempat ibadat agama Hindu di Indonesia. Pura di Indonesia terutama terkonsentrasi di Bali sebagai pulau yang mempunyai mayoritas penduduk penganut agama Hindu.
Tidak seperti candi atau kuil Hindu di India yang berupa bangunan tertutup, pura di Bali dirancang sebagai tempat ibadah di udara terbuka yang terdiri dari beberapa zona yang dikelilingi tembok. Masing-masing zona ini dihubungkan dengan gerbang atau gapura yang penuh ukiran. Lingkungan atau zonasi yang dikelilingi tembok ini memuat beberapa bangunan seperti pelinggih yaitu tempat suci bersemayam hyang, meru yaitu menara dengan atap bersusun, serta bale (pendopo atau paviliun). Struktur tempat suci pura mengikuti konsep Trimandala, yang memiliki tingkatan pada derajat kesuciannya.

Pura Besakih

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar.


SEJARAH SINGKAT KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI

Untuk sejarah singkat kerajaan-kerajaan di Bali, klik di sini

Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali 1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Sumber Puri Pemecutan

– Sejarah Puri Pemecutan: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com/
Daftar raja Pemecutan: Wiki
Daftar raja Pemecutan: http://perjuanganislami.blogspot.com/

Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: Intervensi belanda, 1846
– 1848: Perang Bali II: Intervensi belanda, 1848
– 1849: Perang Bali III: Intervensi belanda, 1849
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: Intervensi belanda, 1906
1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: Intervensi belanda, 1908


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: