Bone, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Bone

Kerajaan Bone atau sering pula dikenal dengan Akkarungeng ri Bone, 1330-1946.
Kerajaan ini adalah kerajaan Suku Bugis, terletak di Sulawesi, Kab. Bone, prov. Sulawesi Selatan.
Raja bergelar Arungpone. Terbentuknya kerajaan Bone dimulai dengan kedatangan Tomanurung ri Matajang MatasilompoE yang mempersatukan 7 komunitas yang dipimpin oleh Matoa.

The Kingdom of Bone, 1330-1946. It was a kingdom of the Bugis people. Located in the district Bone, south Sulawesi.
The title of the king is Arungpone.
For english, click here

Lokasi kabupaten Bone


Foto kerajaan Bone: link
Foto raja-raja kerajaan Bone: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN BONE

1 Tentang Raja 
2 Sejarah kerajaan Bone
3 Daftar Raja 
4 Persekutuan Tellumpoccoe
5 Skema silsilah para raja di Sulawesi Selatan
6 Tata pemerintahan kerajaan Bone
7 Keris La Makkawa
8 Istana / Palace
9 Sumber / Source


Lihat juga:

* Raja Bone ke-33, La Pabbenteng, 1946-1951
* Raja Bone ke-16, Puatta Mangkau’E La Patau Matanna Tikka Sultan Alimuddin Idris (1696-1714)
* Sejarah lengkap kerajaan Bone
* Struktur pemerintahan kerajaan Bone


1) Tentang Raja

2020: Arumpone (raja) kerajaan Bone: Andi Baso Hamid Achmad

Arumpone Bone: Andi Baso Hamid Achmad bersama isteri


2) Sejarah kerajaan Bone, 1330-1946

* Sejarah lengkap kerajaan Bone: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/sultan-of-bone/sejarah-lengkap-kerajaan-bone/

Kerajaan Bone adalah kesultanan Islam yang terletak di Sulawesi Selatan. Sejarah mencatat bahwa kerajaan ini didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330.
Kesultanan Bone berhasil mencapai puncak kejayaannya ketika masa pemerintahan Arung Palakka pada pertengahan abad ke-17. Dengan potensi yang beragam seperti dalam bidang pertanian, perkebunan, dan kelautan, Arung Palakka berhasil memakmurkan rakyatnya. Meski sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.

Sejarah kesultanan Bone

Bukti sejarah berdirinya kerajaan Bone sangat sedikit, hanya mengandalkan dari tulisan-tulisan kuno yang terdapat dalam lontara. Kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330 masehi. Sejarah masuknya Islam ke kerajaan Bone berawal ketika kerajaan ini tidak dianggap sederajat oleh kesultanan Gowa. Kerajaan Bone baru akan dianggap setara apabila mau mengikuti kesultanan Gowa memeluk agama Islam.
Raja Bone menolak persyaratan tersebut sehingga timbul peperangan di antara dua kerajaan ini. Dalam peperangan, kerajaan Bone menyerah kalah dan akhirnya mau memeluk Islam yang kemudian diikuti oleh rakyatnya. Raja Bone pertama yang masuk Islam adalah La Tenriruwa, yang bergelar Sultan Adam (1611-1616). Sejak saat itu, Raja Bone dikenal giat mengajak rakyatnya untuk memeluk Islam.

Kehidupan pemerintahan

Dalam bidang politik dan pemerintahan, kerajaan Bone sangat menjunjung tinggi nilai demokrasi atau kedaulatan rakyat. Sistem demokrasi ini dibuktikan dengan dibentuknya “Ade Pitue” atau tujuh orang pejabat rakyat yang bertindak sebagai penasehat raja. Selain itu, dalam penyelenggaraan pemerintahan kerajaan sangat mengedepankan azas kemanusiaan dan musyawarah. Kerajaan Bone juga banyak memetik sari pati ajaran Islam dalam menghadapi kehidupan, perubahan, dan menjawab tantangan pembangunan.

Masa keemasan kerajaan Bone

Kerajaan Bone mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Arung Palakka, sultan ke-15 yang bertakhta antara 1672-1696. Di bawah kekuasaannya, kerajaan Bone mampu memakmurkan rakyatnya dengan potensi yang beragam seperti dalam bidang pertanian, perkebunan, dan kelautan.
Selain itu, kekuatan militernya semakin kuat, setelah belajar dari lemahnya pertahanan mereka saat kalah menghadapi kerajaan Gowa. Setelah jatuhnya kesultanan Gowa, kerajaan Bone menjadi yang terkuat di seantero Sulawesi. Bahkan sultan yang berkuasa berhasil mengajak kesultanan Luwu, Soppeng, dan sejumlah negara kecil lainnya untuk bersekutu.

Pergolakan dan runtuhnya kerajaan Bone

Kesultanan Bone mulai mengalami kemunduran setelah Sultan Ismail Muhtajuddin, raja ke-24 wafat pada 1823. Setelah itu, kekuasaan dilanjutkan oleh Arung Datu (1823-1835). Arung Datu berusaha merevisi Perjanjian Bongaya yang disepakati kerajaan Gowa dan VOC, hingga akhirnya memicu kemarahan Belanda.
Perlawanan Rakyat Bone terhadap Belanda pada tahun 1905 dikenal dengan nama RUMPA’NA BONE. Raja Bone ke-31 Lapawawoi Karaeng Sigeri bersama putranya Abdul Hamid Baso Pagilingi yang populer dengan nama Petta Ponggawae menunjukkan kepahlawanannya dalam perang Bone melawan Belanda tahun 1905.
Pendaratan tentara Belanda secara besar-besaran beserta peralatan perang yang sangat lengkap di pantai Timur Kerajaan Bone (ujung Pallette-BajoE-Ujung Pattiro), disambut dengan pernyataan perang oleh Raja bone tersebut. Tindakan penuh keberanian ini dilakukan setelah mendapat dukungan penuh dari anggota Hadat Tujuh serta Seluruh pimpinan Laskar Kerajaan Bone.
Lapawawoi Karaeng Sigeri akhirnya ditangkap dan dibawa ke Parepare, seterusnya ke Makassar lalu diasingkan ke Bandung dan terakhir dipindahkan ke Jakarta. Pada tanggal 11 November 1911. La Pawawoi Karaeng Sigeri meninggal dunia di Jakarta, maka dinamakanlah dia MatinroE ri Jakarta.

– Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/01/170901879/kerajaan-bone-letak-sejarah-masa-keemasan-dan-keruntuhan?page=all

Raja kerajaan Bone, 1946

————————
Peta geopolitik Sulawesi Selatan sekitar tahun 1590 yang menggambarkan pembagian semenanjung antara Gowa-Talloq dan aliansi Tellumpocco  (biru)


3) Daftar raja kerajaan Bone

Raja bergelar Arumpone.

* Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Bone

1. 1330-1358: Mattasi LompoE ManurungngE ri Matajang
2. 1358-1424: La Ummasa
3. 1424-1496: La Saliyu Karampelluwa
4. 1496-1516: Ibenri Gau Arung Majang
5. 1516-1543: La Tenri Sukki
6. 1543-1568: La Uliyo Bote’E
7. 1568-1584: La Tenri Rawe BongkangngE
8. 1584-1595: La Inca’
9. 1595-1602: La Pattawe MatinroE ri Bulukumba
10. 1602-1611: We Tenri Tuppu Maddussila

11. 1611: La Tenri Rua Arung Palakka MatinroE ri Bantaeng
12. 1611-1625: La Tenri Pale To Akkappeang Arung Timurung
13. 1625-1640: La Maddaremmeng
14. 1640-1643: La Tenroaji Tosenrima
15. 1667-1696: La Tenri Tatta Arung Palakka
16. 1696-1714: La Patau Matanna Tikka
17. 1714-1715: Batari Toja Dattalaga Arung Timurung
18. 1715-1718: La Padassajati
19. 1718-1721: La Pareppa To Sappewali
20. 1721-1724: La Panaongi To Pawawoi

21. 1724-1749: Batari Toja Dattalaga Arung Timurung
22. 1749-1775: La TemmassongE TO AppaingE
23. 1775-1812: La Tenri Tappu
24. 1812-1823: To Appatunru
25. 1823-1835: I Mani Arung Data
26. 1835-1845: La Mappaseling
27. 1845-1857: La Parenrengi
28. 1857-1860: Tenriawaru Pancaitana Besse’ Kajuara
29. 1860-1871: Singkeru’ Rukka
30. 1871-1895: Fatimah Banri
31. 1895-1905: La Pawawoi Karaeng Sigeri
32. 1931-1946: La Mappanyukki
33. 1946-1951: Andi Pabbenteng Petta Lawa

* Foto foto raja-raja kerajaan Bone: link

Inilah Raja Bone Dari Masa Kemasa - YouTube


4) Persekutuan Tellumpoccoe

Persekutuan Tellumpoccoe adalah suatu aliansi penting antara tiga kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan, yaitu kerajaan Bone, kerajaan Wajo, dan kerajaan Soppeng; dalam menghadapi kekuatan dua kerajaan kembar Makassar, yaitu Gowa-Tallo.

Persekutuan ini dikukuhkan dalam perjanjian pada tahun 1582 di Bunne, Timurung, Bone utara, berupa upacara sumpah disertai menghancurkan telur dengan batu. Bone diakui sebagai saudara tua, Wajo saudara tengah, dan Soppeng saudara muda, yang diurutkan berdasarkan luas masing-masing kerajaan. Ketiga kerajaan akan saling melindungi satu sama lain, dan ekspansi hanya akan diadakan ke luar wilayah tiga kerajaan tersebut. Wajo juga akan dibela apabila Gowa memperlakukannya sebagai budak.

– Untuk lengkap, lihat: https://id.wikipedia.org/wiki/Persekutuan_Tellumpoccoe


5) Skema silsilah para raja di Sulawesi Selatan

Silsilah awal budaya para raja di Sulawesi Selatan. Oleh: A.I. Sulolipu.

Penerus raja raja Luwu, Gowa, Bone, Soppeng, Wajo dan Selayar.

Untuk besar, klik “view image”


6) Tata pemerintahan kerajaan Bone

Untuk struktur pemerintahan kerajaan Bone, klik di sini

Lambang kerajaan Bone

Lambang Bone


7) Keris La Makkawa

Keris Ini merupakan keris yang disebut juga tappi tatarapeng Pusaka Raja Bone Ke 15 Arung Palakka. Keris pusaka ini seluruh hulu dan sarungnya berlapis emas murni,
Pada zamannya Pusaka Ini dipergunakan oleh Arung Palakka dalam setiap pertempuran melawan musuh kerajaan, Pusaka Ini memiliki sifat ketajaman,berbisa atau beracun sehingga sekali tergores terluka sekejab waktu akan meninggal/mati dalam bahasa Bugis disebut MAKKAWA, Pusaka Ini jg merupakan salah satu perlengkapan resmi dalam upacara pelantikan dan pengangkatan Raja-Raja Bone.


8) Istana kerajaan Bone

Tentang istana kerajaan Bone: Umum

Istana Saoraja merupakan nama tempat bertahta Raja-raja Bone.
Setiap raja di Bone mempunyai Saoraja, oleh karenanya istana-istana tersebut banyak yang tidak bertahan seiring dengan berlalunya masa kekuasaan setiap raja.
Raja Bone ke-15 La Tenritatta To Unru To-ri SompaE Petta MalampeE Gemme’na Daeng Serang To’ Appatunru Paduka Sultan Sa’adduddin Matinroe Ri Bontoala justru bertahta di istana Bontoala.
Dari penelusuran sejarah, maka saat ini masih terdapat beberapa istana Saoraja yang tersisa, diantaranya adalah terkenal dengan nama Bola Subbi’E atau Bolampare’E (rumah berukir) yang dibangun pada masa penguasa Bone ke-30 We Fatimah Banri Datu Citta Matinroe Ri Bolampare’na (seorang Ratu) bertahta pada tahun 1871-1895.
Ia digantikan oleh adiknya bernama La Pawawoi Karaeng Sigeri Matinroe Ri Bandung sebagai raja Bone ke-31 (1895-1905) dan istana ini kemudian menjadi pusat pemerintahannya hingga pecahnya perlawanan dengan Belanda. Istana Saoraja Bola Subbi’E ini kemudian diangkut oleh Belanda ke Makassar sebagai pampasan perang, nanti atas permintaan raja Bone ke-32 La Mappanyukki Sultan Ibrahim Matinroe Ri Gowa (1931-1946).  Istana ini dikembalikan ke Bone meskipun tidak mempunyai tiang penyangga (kaki) dan saat ini menjadi Kantor Perpustakaan Daerah Kab. Bone. Bangunan Saoraja lainnya adalah yang dibangun oleh Raja La Pawawoi sebagai istana, namun kemudian menjadi kediaman putranya bernama Baso Pagilingi Abdul Hamid Petta Ponggawae (Panglima Perang Kerajaan Bone).

1) Istana Bola Soba

Dalam buku tentang sejarah Bola Soba terbitan tahun 1984 yang disusun Drs. Abdul Muttalib M, rumah adat yang juga dikenal dengan nama Saoraja Petta Ponggawae ini disebutkan beberapa kali berganti fungsi.

Awalnya, Bola Soba berfungsi sebagai istana Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri pada tahun 1890. Kemudian ditempati oleh putra mahkota La Pawawoi bernama Baso Pagilingi Abdul Hamid yang kemudian diangkat menjadi Petta Ponggawae (panglima perang) Kerajaan Bone.

Saat ditempati oleh Petta Ponggawae, rumah ini mengalami perubahan pada bagian singkap rumah atau timpa’laja yang awalnya lima singkap menjadi empat singkap. Dalam tata kehidupan masyarakat Bugis masa lampau, lima singkap timpa’laja dalam bangunan rumah diperuntukkan bagi rumah raja dan timpa’laja dengan empat singkap untuk putra raja.

Sekitar tahun 1912, Saoraja Petta Ponggawae kemudian jatuh ke tangan Belanda dan dijadikan sebagai markas tentara. Di masa penguasaan Belanda ini, saoraja kemudian difungsikan sebagai mes atau penginapan untuk menjamu tamu Belanda. Dari sini kemudian saoraja ini juga dikenal dengan nama Bola Soba’, yang berarti rumah persahabatan.

Bola Soba’ juga pernah difungsikan sebagai istana sementara Raja Bone pada masa pemerintahan Raja Bone ke-31, La Mappanyukki pada tahun 1931, menjadi markas Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS), menjadi asrama TNI pada tahun 1957, hingga kemudian dijadikan sebagai bangunan peninggalan purbakala.

Istana Petta Ponggawae - Kesultanan Bone

Rumah adat / istana Bola Soba terbakar, sabtu 20 maret 2021.

Dimastikan dalam kebakaran tersebut tidak ada benda pusaka yang terbakar.
Sejumlah barang yang ada di dalam Bola Soba, hanya replika, berupa silsilah kerajaan, teddung pulaweng, bozara, baju adat, dan meriam.

Benda pusaka asli berada di museum Arajangnge di Kompleks Rujab Bupati Bone di Jl Petta Poenggawa, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang.

————————-

2) Ballalompoa Jongaya

Ballalompoa Jongaya, rumah kediaman H. Andi Mappanyukki, Raja Bone ke-32, dibangun tahun 1935, terletak di Jalan Kumala Nomor 160 Makassar.

——————————

3) Istana La Pawawoi

Museum La Pawawoi merupakan bangunan bekas Istana Ardi Mappunyokki Raja Bonne ke-32. Museum ini didirikan sejak 5 Januari 1971 oleh Bupati Bone, H. Suaib. La Pawawoi diambil dari raja Bone ke-31 yang merupakan salah satu pahlawan Nasional yaitu La Pawawoi Karaeng Sigeri. La Pawawo lahir pada tahun 1935 dan merupakan pahlawan Bone I,II, Ill, dan IV melawan Belanda. Museum ini dieresmikan pada tanggal 14 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Daoed Yoesoef.
Museum La Pawawoi memiliki koleksi kurang lebih 331, adapun benda – benda yang ada di museum La Pawawoi adalah adalah Bessi Sikkoi atau besi berupa cincin yang saling mengait, Lansereng atau landasan untuk menempa besi milik Raja Bone kedua, koleksi peralatan milik Raja dan istana, duplikat rambut Arung Palakka dan foto-foto raja Bone dengan keturunannya.
* Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_La_Pawawoi
* Foto Istana La Pawawoi: link


9) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Bone di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Bone: http://laskarbugies.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-singkat-kerajaan-bone.html
– Sejarah kerajaan Bone: http://wiyonggoputih.blogspot.co.id/2015/05/sejarah-kerajaan-bone.html
– Sejarah kerajaan Bone abad ke-19:  http://history-xscience1.blogspot.co.id/2014/05/kesultanan-bone-bone-adalah-kesultanan.html
– Daftar raja Bone: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/sultan-of-bone/daftar-raja-bone/
Suku Bugis di Wiki: link
Pawai kerajaan menyambut hari Ulang tahun april 2011: link


Peta kerajaan-kerajaan Sulawesi selatan (incl. Bone), tahun 1909

————————————

Peta kerajaan-kerajaan Sulawesi selatan (incl. Bone), akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Luwu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20


7 Comments

7 thoughts on “Bone, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Bone

  1. monggo, silahkan mas !

  2. selanjutnya apa sudah ada perundingan kerularga siapa yang selanjutnya mewarisi tahta kerajaan bone?
    apakah dari trah andi pabettengi atau dari trah andi mappanyukki?

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda.
      Tidak ada info siapa sekarang wakil kerajaan Bone.
      Sumber kita internet aja dan di internet info tentang wakil Bone kurang ada.
      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website.

    • abdul hadi

      takut berlakunya pengakuan diri sultan bone atau mangkau keluarga diraja bone

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Menarik ! Boleh saya ambil info dari website itu untuk pasang di website saya ?
      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  3. Pingback: Kerajaan Bone | ANDI General Supplier

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: