Keraton kadipaten Paku Alaman / prov. Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta

Puro (Keraton) Paku Alaman adalah bekas istana Kadipaten (kerajaan) Paku Alaman. Istana ini menjadi tempat tinggal resmi para Pangeran Paku Alam sejak 1813.
Istana ini bertempat di Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta.


Foto Keraton Paku Alaman: di bawah


Keraton sekarang di Surakarta dan Yogyakarta

– Keraton kesultanan Yogyakarta: link
– Keraton kesultanan Surakarta: link
– Keraton kadipaten Mangkunegaran (Surakarta): link
Keraton kadipaten Paku Alaman (Yogyakarta)


KERATON PAKU ALAMAN

Berdirinya Kadipaten Paku Alaman

Munculnya kekuasaan Kadipaten Pakualaman yaitu pada masa pemerintahan Raffles. Pada tahun 1811 lnggris datang ke Indonesia untuk menggantikan kedudukan Belanda. Sebagai konsekuensinya maka daerah-daerahnya pun jatuh ke tangan lnggris.
Berdasarkan politik kontrak yang ditandatangi oleh Sri Sultan Hamengku Buwana Ill dengan Raffles, sebagai wakil pemerintah lnggris, disebutkan bahwa pemerintah lnggris mengembalikan daerah-daerah kasultanan Yogyakarta yang semula dikuasai oleh Daendels, kecuali daerah Grobogan yang oleh Pemerintah lnggris akan diberikan kepada Pangeran Notokusumo.
Oleh karena itu maka Pangeran Notokusumo yang merupakan putera Sultan HB I kemudian diangkat menjadi Pangeran Merdeka dengan gelar Kanjeng Gusti Adipati Paku Alam I.


Munculnya Keraton Paku Alaman

Munculnya kekuasaan Kadipaten Pakualaman yaitu pada masa pemerintahan Raffles. Pada tahun 1811 lnggris datang ke Indonesia untuk menggantikan kedudukan Belanda. Sebagai konsekuensinya maka daerah-daerahnya pun jatuh ke tangan lnggris.
Berdasarkan politik kontrak yang ditandatangi oleh Sri Sultan Hamengku Buwana Ill dengan Raffles, sebagai wakil pemerintah lnggris, disebutkan bahwa pemerintah lnggris mengembalikan daerah-daerah kasultanan Yogyakarta yang semula dikuasai oleh Daendels, kecuali daerah Grobogan yang oleh Pemerintah lnggris akan diberikan kepada Pangeran Notokusumo.
Oleh karena itu maka Pangeran Notokusumo yang merupakan putera Sultan HB I kemudian diangkat menjadi Pangeran Merdeka dengan gelar Kanjeng Gusti Adipati Paku Alam I.

Dengan diangkatnya Pangeran Notokusumo sebagai Adipati maka bukan berarti lepas dari pemerintah lnggris. Wilayahnya tetap diatur oleh pemerintah lnggris. Hal ini tercantum dalam politik kontrak yang ditandatangani oleh Sri Paku Alam I dengan John Crawfurd pada 17 Maret 1813. Setelah diangkat secara resmi menjadi seorang Adipati dengan wilayah kekuasaanya sendiri maka beliau mulai membangun istana Pura Paku Alaman. Luas wilayah kekuasaan Pakualaman yaitu 4000 cacah yang mencakup kawasan sekitar istana dan di luar kota (Kabupaten Adikarto).


Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Kadipaten_Pakualaman
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/pura-pakualaman/


Foto Keraton Paku Alaman


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: