Minangkabau – daerah Rantau / Prov. Sumatera Barat

Umum

Ada daerah Luhak (Darek) dan daerah Rantau.

Darek (Luhak) merupakan suatu daerah atau wilayah di Minangkabau. Daerah ini merupakan daerah inti pada masa kejayaan Pagaruyung. Darek terdiri dari “3 luhak” yang lebih dikenal dengan “Luhak Nan Tigo”. Adapun daerahnya adalah Luhak Nan Datar (sekarang lebih dikenal dengan Luhak Tanah Datar), Luhak Agam dan Luhak Limopuluah.

Ada yang unik dari ketiga luhak ini. Disetiap luhak di pimpin oleh seorang penghulu yang mengepalai masing-masing suku yang berada dalam luhak tersebut. Jadi akan ada beberapa pemimpin (penghulu) dalam satu luhak. Ketiga luhak ini pemerintahannya akan berpusat di Pagaruyung. Jika ada permasalahan maka raja Pagaruyung akan bertindak sebagai penengah. Sementara itu, pemimpin atau penghulu akan di pilih oleh suku masing-masing.
– Untuk Darek (Luhak), klik di sini

Rantau. Selain daerah daerek juga ada istilah “daerah Rantau”.
Dulu daerah rantau adalah daerah yang pesisir bagian barat. Selain bagian barat juga berada di daerah Jambi, Riau dan sekitarnya. Fungsi daerah rantau sendiri pada masa Pagaruyuang adalah untuk mencari kehidupan seperti berniaga. Daerah rantau di Minangkabau terkenal dengan Rantau Nan Duo. Rantau nan duo yaitu daerah rantau hilia yang merupakan kawasan pesisir timur seperti Pariaman dan sekitarnya termasuk sebagian kota Padang dan rantau di mudiak meliputi kawasan pesisir barat seperti pesisir selatan dan sekitarnya.


Daerah Rantau

Orang tua-tua yang dahulu yang berasal dari Luhak Nan Tigo, pergi merantau kesuatu daerah dan membuat negeri baru di daerah itu. Mereka disana tetap memakai Adat seperti Adat daerah yang mereka tinggalkan. Hubungan mereka tidak putus dengan negeri asal mereka yaitu Luhak nan Tigo. Daerah ini disewbut “Rantau”.

Rantau merupakan daerah otom penult, mempunyai peraturan pemerintah baru, sedangkan pucuk pimpinan dipilih oleh, dan dari penduduk rantau, Luhak ba Penghulu, Rantau ba Rajo, yang berati Raja hanya berkuasa di daerah rantau, sedangkan penghulu tetap memegang kekuasaan atas Luhak.

Berikut ini dikemukakan daerah rantau yang terkenal:

1) Rantau Kampar

Rantau Kampar meliputi daerah aliran Kampar dan Kampar kanan.
Didaerah itu terdapat nagari-nagari antara lain:
Kuntu (dekat Bangkinang), Gunung Sahilan, Muaro Lambi (muaro LembuO, Muaro Takuih (muaro Takus) dan lain-Jain.

2) Rantau Kuantan

Rantau Kuantan  disebut juga ” Rantau nan kurang Aso Duo puluah.
Di rantau ini terdapat nagari-nagari antara lain: Taluak, Basrah, Luabuak Jambi, Lubuak Ramo dan lain-lain.

3) Rantau XII Koto

Rantau XII Koto terletak di Batang Sangia, yaitu antara Lubuak Gadang dengan Sungai Dareh.
Di rantau ini terdapat nagari-nagari antara lain: Siaua, Sungai Langsek, Muarao Takuang dan lain-lain.

4) Rantau “Cati Nan Batigo”

Siguntua, dahulu kerajaan Hindu Dharmansyah. Kini masih didapati di daerah nagari yang bernama Pandang Candi damn Padang Roco. Roco yaitu reca atau area. Raja Siguntua adalah salah seorang dan Cati Nan Batigo, yang lain raja Siguntua dan raja Koto Basa.
Sitiung, berbatas dengan Rantau Kuantan.
Koto Basa, terletak arah ke Jambi.
Rantau Cati Nan Batigo terletak di Btang Hari, merupakan sambungan dari Rantau Cati   Nan Batigo, terletak mulai dari Lubuak Ulang Aliang sampai ke Tanjung Simalidu.

5) Rantau Tiku-Pariaman

Rantau Tiku – Pariaman disebut dengan kata-kata Adat ” Riak Nan Bdabua”. Rantau ini terkenaf dengan Adat “Pusako Harato turun kappado kamanakan, pusako Gala kapado anak”. Selain dari Luhak Nan Tigo dan Ranru tersebut diatas, daerah yang masuk Minang Kabau juga adalah daerah antara Luhak sampai dengan Aia Bangih, fanida Spauluah, Indopuro sampai ke perbatasan Bengkulu. Semua daerah termasuk Rantau Tiku- Pariaman disebut Rantau Pasisie.


Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Rantau
https://ukm.itb.ac.id/2016/12/luhak-dan-rantau-minangkabau/
https://www.facebook.com/notes/minang-kabau-beutiful/wilayah-minang-kabau/487549627710/
http://scholar.unand.ac.id/37098/2/BAB%20I.pdf
https://sites.google.com/site/pustakaminang/extra-credit