Haria, negeri / P. Saparua – prov. Maluku

Negeri Haria berteung Leawaka Amapatti, adalah Negeri di pulau Saparua, kecamatan Saparua, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku.
Negeri Haria beragama kristen.

Lokasi pulau Saparua

————————

Lokasi pulau Saparua

————————

Lokasi negeri Haria di pulau Saparua


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Video negeri Haria

* Video Penyambutan 4 Gandong, Haria, Tamilou, Waai, Siri Sori: link
* Video tarian Cakalele negeri Haria: link
* HUT Pattimura, 2019: link


Foto Maluku

* Foto Maluku masa dulu: link
* Foto Baileo di Maluku: link
* Foto tarian Cakalele: link
* Foto situs kuno di Maluku: link


Nederlands (Bah. Belanda)

* Haria
Stichting TitanE, hulpverlening aan o.m. Haria. Bevat ook lijst met fam. namen. Website

* Algemeen

Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga en negeri’s,
– zoekmachine voor marga,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Hubungan dengan Belanda

Yayasan belanda TitanE, untuk bantuan Haria. Juga ada daftar nama marga. Website


NEGERI HARIA

Raja negeri Haria

Haria diperintah oleh raja yang berasal dari matarumah parentah (fam) Manuhutu. Nama raja sekarang (2022) tidak diketahui.


Sejarah negeri Haria

Negeri Haria yang pertama bernama Nusahunjo dan negerinya letak di tempat lain. Kapitan Loupatty datang dengan 4 fam dari Seram ke gunung Hatu-Hahul. Empat fam tersebut yakni Loupatty sendiri, Parinussa, Sarimolle, dan Tamaela.

Pada suatu waktu, kapitan Loupatty yang bernama Pattiiju berjalan-jalan di Nusahunjo dan bertemu dengan seorang berpakaian kapitan. Kapitan Loupatty berhadapan dengan orang itu dan keduanya mulai berkelahi.
Dalam perkelahiannya kapitan Loupatty tidak mampu mengalahkan lawannya. Kedua-duanya sama kuat. Sehingga kapitan itu disebut sebagai Kapitan Hattu yang artinya keras seperti batu. Tempat pertarungan mereka dinamai sebagai Apapa yang berasal dari kata apa, kata yang dipakai olehgh kedua kapitan untuk saling berseru saat mereka bersua dan bersiap untuk bertarung.
Kemudian keduanya mulai berkawan dan mengadakan aliansi. Mereka lantas berpisah di tempat bernama Patae. Kapitan Loupatty memerintahkan kapitan Hattu untuk pergi ke Nusahunjo. Sedangkan ia sendiri berjalan terus guna berjumpa dengan pendatang dari Pulau Seram.
Dalam perjalanan dia beristirahat untuk makan bekal yang ada. Sementara mau makan, ternyata tidak ada ikan. Tiba-tiba ada burung yang bernama goheba dengan seekor ikan di mulutnya. Tiba-tiba ikan itu jatuh dari mulutnya dan ikan itu diambil oleh Kapitan Loupatty. Oleh sebab itu, tempat tersebut dinamai Yano yang berarti ikan.

Ketika marga sudah mulai banyak, maka mereka pergi ke tempat yang kedua yang bernama Amano. Amano ini dianggap sebagai salah satu negeri lama Haria. Di sana sudah tinggal Kapitan Bastian Latupeirissa. Pada saat itu mereka menyangka bahwa Kapitan Latupeirissa telah memakan babi yang mereka buru. Kapitan Latupeirissa merasa malu lalu lari bersembunyi dekat kolam di sekitar Tanjung Hatualani.
Oleh karenya Kapitan Latupeirissa dijuluki sebagai Kapitan Lahuni. Dikisahkan bahwa pada suatu masa masyarakat Amano diserang wabah penyakit. Kapitan Loupatty berinisiatif mencari Kapitan Latupeirissa dengan bantuan seekor anjing. Anjing itu kehausan dalam perjalanan. Dengan kesaktiannya, Kapitan Loupatty menikamkan tombak ke tanah dan secara ajaib muncullah mata air yang memancar. Mata air tersebut sekarang bernama Waehuhu.

Pada zaman Portugis, kapitan Loupatty dan kawannya yaitu Patih Sakaroni turun ke pantai cari tempat kediaman yang baru. Mereka turun dari Amano dan bermukim di tempat yang sekarang menjadi Negeri Haria. Negeri Haria itu pula mereka sematkan nama adat atau teon yang berbunyi Leawaka Amapatti. Leawaka Amapatti sebagai negeri yang baru di tepi pantai diperintah oleh Patih Sakaroni dan nanti oleh keturunannya.
Patih Sakaroni menurunkan fam Manuhutu. Salah seorang keturunan beliau yang bernama Narayai menyusun sturktur pemerintahan adat bagi negeri yang baru itu. Menurut struktur tersebut, Kapitan Loupatty berkuasa sebagai raja di hutan atau gunung, sedangkan Patih Sakaroni berkuasa di pantai.

Ketika Negeri Leawaka di pantai sudah siap untuk dihuni, maka batas-batas antara Haria dengan negeri tetangga diperjelas. Kapitan Loupatty menikam tanah yang menjadi batas antara Haria dengan Porto. Kapitan Hattu menikam tanah di sekitar Air Salobar, tak jauh dari negeri lama. Setelah itu batu pamali negeri dipindahkan dari Amano dan di depan batu tersebut diadakalah pembangunan rumah adat atau baileu.
Baileu Haria sendiri dinamai Palapesi Ruma Toru. Menurut cerita baileu itu dibangun tahun 1571. Pada masa yang bersamaan dengan inaugurasi baileu Haria, Kapitan Loupatty memanggil tiga fam yang berdiam di Pulau Molana. Mereka adalah Souisa, Kaya, dan Kainama.
Atas panggilan dari kapitan Loupatty mereka turun dari Molana ke Negeri Haria dan bergabung menjadi orang Haria. Setelah negeri Haria sudah mempunyai kedudukan yang tetap, maka kapitan Loupatty berjalan di wilayah Negeri Haria, lalu dia tiba di satu tempat yang disebut Sempurna yang artinya “Selesai”, menandakan selesainya upaya pembangunan negeri yang baru di pesisir.

Cakalele Pattimura Muda Negeri Haria


Baileo negeri Haria, Palapesi Tuma Toru

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.

Baileo Haria sangatlah berperan dalam perjalanan perjuangan Thomas Matulessy yang bergelar Kapitan Pattimura, difungsikan sebagai tempat untuk bermusyawarah. Baileo ini memiliki bentuk tiang yang sangat artistik dengan jumlah 21 buah yang melambangkan adanya 21 orang Latupatih atau pemuka masyarakat yang mempunyai andil dalam berbagai upacara adat yang digelar dalam keberadaan Baileo tersebut.


Fam, SOA dan Pela / Gandong negeri Haria

1) Fam
1. Keluarga Lucky Komul
2. Nicko Loupatty
3. Yakop Sahuleka
4. Ina Sieabessy
5. Kos Pattilemonia
6. Lilian Tentua
7. Fanny Rutumalessy
8. Risa Lekatompessy
9. Trince Pelamonia
10. Frans Tahapary
11. Tina Hehanussa
12. Sherly Manuhutu
13. Thos Sialana
14. Marlatu Hattu
15. Zeth Paunno
16. Petra Manuhutu
17. Jemy Souissa
18. Matheos Paunno
19. Dian Hattu
20. Etha Sahuleka
21. Elsina Kaya
22. Sammy Souhoka
23. Itha Kaya
24. Corry Latupeirissa
25. Henny Loupatty
26. Johana Rusani-Manuhutu
27. Oktovina Kaya
28. Zeth Souisa

2) Soa
Di negeri Haria ada terdapat 6 soa yaitu:

  1. soa Titaoni.
  2. soa Louhatu.
  3. soa Tanarisa.
  4. soa Lounusa.
  5. soa Pemua.
  6. soa Samalohy.

3) Pela dan Gandong
Negeri Haria pela dengan negeri Waesamu, Hatiwe, Lilibooi dan Siri Sori Islam.
– Sumber: https://anoktunjang.wordpress.com/


Cari nama Fam SOA, pela, gandong, klik di sini


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Baileo negeri Maluku: klik di sini
2) Foto foto Baileo di Maluku: klik di sini
3) Penjelasan Pela dan Gandong, klik di sini
4) Penjelasan Panas Pela, klik di sini
5) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri Maluku, klik di sini
6) Penjelasan Fam, marga dan SOA, klik di sini


Afbeeldingsresultaat voor negeri haria


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)


Sumber Negeri Haria

– Sejarah negeri Haria: http://hendri81latris.blogspot.co.id
– Selayang pandang sejarah negeri Haria (Wiki): https://id.wikipedia.org/wiki/Haria
– Marga Haria:  http://malukulease.blogspot.com/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: