Somlain (Mantilur Somlain), ratskap / Kep. Kei – Prov. Maluku

Ratskap Somlain (Mantilur Somlain) berada di Pulau Kei Kecil, Kep. Kei, prov. Maluku.
Di Kepulauan Kei terdapat negeri-negeri kecil, yang disebut Ratskap.


Lokasi Somlain di pulau Kei Kecil


Tentang Ratskap Somlain (Mantilur Somlain)

Somlain termasuk dalam rumpun Ur Siu. Somlain pertama kali diperkenalkan sebagai rumpun Ur Siu oleh Raja Dulah. Sebelum istilah rat pertama kali diperkenalkan di kepulauan Kei, terdapat beberapa istilah yang umum dipakai untuk menyebut pimpinan masyarakat tertinggi seperti dir u ham wang dan hilaai. Somlain mengenal beberapa hilaai Rahan Tali sebelum diperkenalkan sebai rumpun ur siu oleh raja dullah. Hilaai di Somlain bernama Un El, putrinya bernama Dit Toknel yang kawin di Tnevar Evav. Un El Kemudian kemudian digantikan oleh Aibalsat. Pergantian Un El ini dirasa tidak begitu baik karena Aibalsat tidak memiliki kecakapan sebagai Hilaai/ rat. Menjawab kebutuhan akan seorang hilaai yang cakap, maka diadakan musyawara di Matwear dan Tnevar Evav.

Hasil musyawarah ini kemudian menetapkan Tali Larwai Ngamel sebagai calon rat berdasarkan penunjukan dari putri Un El yakni Dit Toknel. Pada masa pemerintahan Tali Larwai Ngamel inilah Somlain kemudian diangkat sebagai bagian dari rumpun Ur Siu oleh Rat Dullah, dengan gelar Rat Mantilur Kisu Vait yang dimateraikan dengan A Nelak dan Di Tanam satu pohon Ai Nar.

Rin dalam pengertian Indonesia dimengerti sebagai wadah perkumpulan masyarakat se-klan. Suku bangsa Kei memahami Rin sebagai wadah pemersatu marga (klan) yang sejenis. Hampir keseluruhan marga kei memiliki rin-nya masing-masing. Dalam aplikasinya rin sebagai wadah pemersatu dikategorikan dengan nama ataupun istilah tertentu dengan maksud untuk membedakan rin tertentu dengan rin yang lain. Intinya dengan mengenal rin maka orang akan langsung mengetahui klan atau marga yang bernaung dibawah rin yang tersebut. Rin-Rahan Teli sendiri merupakan rin milik marga Elsoin dan Lobja. Perlu diketahui bahwa Marga Lobja di Ohoider sebelumnya merupakan satu kesatuan dengan marga Elsoin di Somlain. Terlepas dari alasan mengapa mereka kemudian pindah dan menetap di Ohoider, mereka sebelumnya berasal dari Somlain.

– Sumber: https://www.facebook.com/notes/nuhu-mayun-yuut-tavun-timur-varat/hilaai-somlain/298538583654912/


Tentang Ratskap dan Rat di Kep. Kei

Menurut Almarhum bapak JP Rahail yang merupakan Rat Mau Ohoiwut pada tahun 1993 di pemerintahan adat kepulauan Kei terdapat 22 ratschap, yang terbagi menjadi 3 grup menurut persekutuan mereka yaitu:
Lor Siw,
Lor Lim, dan
Lor Labay.
Sistem ini sama dengan sistem Patasiwa dan Patalima di daerah pulau Seram dan Ambon.
22 Ratschap itu terdiri dari:

Lor Siw

* Famur Danar, yang berkedudukan di desa Danar Ternate, pulau Kei Kecil
* Dit Sakmas, yang berkedudukan di desa Wain, pulau Kei Kecil
* Magrib, yang berkedudukan di desa Matwair, pulau Kei Kecil
* Utan Tel Warat, yang berkedudukan di desa Dullah, pulau Dullah
* Utan Tel Timur, yang berkedudukan di desa Ohoitel, pulau Dullah
* Mantilur Kasilwut, yang berkedudukan di desa Somlain, pulau Kei Kecil
* Meu Umfit, yang berkedudukan di desa Yamtel, pulau Kei Besar
* Mau Ohoiwut, yang berkedudukan di desa Watlaar, pulau Kei Besar
* Ohinangan, yang berkedudukan di desa Ohinangan, pulau Kei Kecil
* Kamer Kur, yang berkedudukan di desa Kamear, pulau Kamer,

Lor Lim

* Tabab Yam Lim, yang berkedudukan di desa Fer, pulau Kei Besar
* Lo-Ohotel, yang berkedudukan di desa Nerong, pulau Kei Besar
* Ibra, yang berkedudukan di desa Ibra, pulau Kei Kecil
* Ohoilim Talit yang berkedudukan di desa Faan, pulau Kei Kecil
* Yarbadang, yang berkedudukan di desa Tetoat, pulau Kei Kecil
* Songli, yang berkedudukan di desa Rumat, pulau Kei Kecil
* Ub Ohoi Fak, yang berkedudukan di desa Elralang, pulau Kei Besar
* Tual, yang berkedudukan di kota Tual, pulau Dullah
* Manyew, yang berkedudukan di desa Rumadian, pulau Kei Kecil
* Tiflean Mangur, yang berkedudukan di desa Tiflean, pulau Mangur

Lor Labay

* Taam, yang berkedudukan di desa Taam, pulau Tam
* Werka, yang berkedudukan di desa Werka, pulau Kei Besar

Masing-masing Ratschap tersebut membawahi beberapa desa dan dusunp lain, ada yang ratschap yang membawahi 35 desa, tetapi ada juga ratschap yang hanya membawahi 1 desa. Desa yang dibawahi oleh ratschap itupun tidak harus berdekatan dengan desa Rat. Beberapa Ratschap seperti Yarbadang, Tual, dan Dullah membawahi beberapa desa di pulau lain. Permasalahan seperti itulah yang membuat beberapa Rat membawa kasus pemekaran kotamadya Tual ke MK.

Rat sendiri bersifat turunan patrilineal. Sehingga apabila rat mengundurkan diri atau meninggal akan digantikan oleh anak laki-lakinya. Rat sendiri dengan desa yang dibawahinya dapat berbeda agama. Rat Yarbadang, bapak Sodri Renhoran beragama Islam membawahi desa Evu dan Letfuan yang mayoritas berpenduduk Katolik. Sistem pemerintahan adat seperti inilah yang membuat masyarakat kepulauan Kei masih melestarikan adat dan hukum Larvul Ngabal.

– Sumber: https://medium.com/@pakbrio/keiseries-episode-3-6985389bed43


Tentang jabatan ratskap dalam adat Kei

Di Kepulauan Kei terbagi dalam 22 ratschap (wilayah adat) dimana masing-masing ratschaap dipimpin oleh seorang rat atau raja. Setiap ratschaap masuk dalam salah satu dari tiga persekutuan besar yaitu:
* Lor Siw,
* Lor Lim, dan
* Lor Labay.

Setiap ratskap terdiri dari satu atau beberapa desa (ohoi) yang mempunyai hubungan erat dalam segi teritorial atau geneologis.

Berikut diuraikan jabatan-jabatan dalam adat Kei sebagai berikut:
1. Rat atau Raja adalah sebagai kepala pemerintahan dalam suatu wilayah ratschap.
2. Kapitan (Akbitan) dan Mayor adalah jabatan untuk panglima perang.
3. Orang Kay (Kepala Desa) adalah kepala pemerintahan di tingkat ohoi yang membawahi beberapa dusun.
4. Tuan Tan/Toran Nuhu adalah tuan tanah dengan tugas memperhatikan batas-batas tanah.
5. Dir’u, Ham Wang atau Wawat adalah pemuka yang sangat ahli berbicara dan dianggap adil dalam melakukan pembagian.
6. Dewan Seniri adalah dewan perwakilan yang beranggotakan kepala-kepala faam (marga).
7. Mitu Duan (Pemuka Berhala) bertugas sebagai pemimpin upacara-upacara adat, memimpin doa dan persembahan (sesaji).
8. Marinyo adalah jabatan bagi pesuruh kampung yang bertugas mengumumkan perintah atasan kepada masyarakat.
9. Kepala Soa (Kepala Dusun) adalah jabatan yang hampir sama dengan jabatan orang kay akan tetapi terbatas dalam wilayah dusun.
10. Kepala Faam merupakan jabatan kepala marga sehingga tugasnya banyak bersifat intern marga.


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber

– Struktur jabatan Pemangku adat Kei: https://www.malukutenggarakab.go.id/index.php/sejarah-singkat/264-fungsi-dan-peran-kepala-ohoi-dikepulauan-kei
– Tentang Rat dan ratskap: https://medium.com/@pakbrio/keiseries-episode-3-6985389bed43
Adat pemerintahan Ratskap: http://ohoitelcommunity.blogspot.co.id/2010/02/adat-istiadat-kepulauan-key.html
Adat pemerintahan Ratskap: https://www.facebook.com/notes/kei-besar-nuhu-yut-leluhurku-/ratschap-in-the-kei-archipelago-in-south-east-maluku-there-are-2-two-unity-custo/141486499308753/

– Suku Kei (masyarakat): http://suku-dunia.blogspot.nl/2014/10/sejarah-suku-kei.html
– Sejarah kepulauan Kei: https://hukubun.wordpress.com/2011/03/10/sejarahnya-pulau-kei/
– Hukum Adat di kepulauan Kei: http://hasanudinnoor.blogspot.co.id/2010/06/larwul-ngabal-hukum-adat-di-kepulauan.html
– Sejarah Kei: http://kebudayaanmasyarakatkei.blogspot.co.id/