Porodisa, kerajaan / P. Karakelong – Prov. Sulawesi Utara, kab. kep. Talaud

Kerajaan Porodisa terletak di pulau Karakelong, desa Bannada, kab. Kep. Talaud, prov. Sulawesi Utara.

Lokasi Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara


Pulau Karakelong, kab. Kep. Talaud


* Foto foto kepulauan Talaud: link


Sejarah kerajaan Porodisa

Munculnya kerajaan Porodisa

Pada tahun 1511 kapal paradys tiba di pelabuhan Bannada. Bentengpertahanan kerajaan Bannada di gunung sara, tempat kerajaan berada digunung Tanna yang disebut piatu (ngara). Paradys turun dari kapal menujutempat itu. Pada zaman itu pemimpin kerajaan ialah Ratu Tallaunge. Kapal Paradys disangka kapal musuh yang mengganggu keamanan dan ketentraman rakyat. Paradys tiba di tempat pasukan kerajaan di Gunung Sara, disambut dengan teriakan Poro, dan Pasukan kerajaan di gunung Tannau menyambut lagi dengan teriakan Dissa.


Ia berjalan terus melewati pasukan barisan depantidak berdaya apa-apa. Paradys tiba ditempat kerajaan, memperlihatkan sebuah peta kerajaan Bannada. Ratu Tallaunge mengenal bahwa Paradys adalah anak kerajaan atau anak kandungnya. Ratu Tallaunge mengadakan upacara untuk memberi nama kepada anaknya Porodissa. Jadi nama Paradys diberi gelar Poro-Dissa adalah Porodisa II dan di beri gelar Ratu. Ratu Tallaunge menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Porodissa II untuk menduduki tahta kerajaan Bannada.
– Sumber dan lengkap: https://www.academia.edu/20161940/CERITA_RAKYAT_PORODISA_TALAUD

Raja raja kerajaan Porodisa

* Ratu Porodissa II berkuasa memegang tanggung jawab penud dalammemimpin kerajaan dan dia menciptakan hukum adat.
* Ratu Porodissa III kekuasaannya sangat berasa di seluruh pulau-pulau talaud
* Ratu Porodissa IV berakhirlah kekuasaan pemerintahan dan wafat pada tahun 1825. Kemudian diganti oleh Ratu Porodissa V.
* Raja Porodissa V yang berkuasa dalam kerajaan Bannada dari tahun 1825 sampai tahun 1942


Benda benda pusaka

Benda-benda pusaka tak sembarang dikeluarkan oleh para petua adat. Namun kedatangan tim mendapat respon positif sehingga dapat menyaksikan langsung benda-benda tersebut. Setiba di desa, terlebih dahulu harus melapor di kantor desa. Raja Porodisa kini yakni Julianus Yoro atau disebut Ratuntampa pun kemudian menjelaskan langsung tentang benda-benda tersebut. Julianus merupakan turunan raja Porodisa ke-11.

Yulianus didampingi oleh William Sondengan yang merupakan Ratunbanua atau pembantu raja yang merupakan penguasa wilayah Desa Bannada. Serta Zakharia Potoboda yang merupakan kelapa suku Tal’au. Kerajaan Porodisa mencakup empat wilayah desa yakni Desa Malat, Bannada, Apan dan Lahu. Masing-masing desa itu dipimpin oleh Ratunbanua.

Sementara sukunya terbagi empat yakni suku Tal’au, Laetu, Yoro dan Woe yang masing-masing dipimpin oleh kepala suku. Namun dari empat desa wilayah kerajaan Porodisa tersebut, Bannada merupakan pusat dari kerajaan tersebut. Dimana desa ini merupakan desa tertua, awal mula kerajaan Porodisa tersebut.
Sumber: http://sepasangsepatuhidup.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-bannada-desa-tertua-di.html

Ratunbanua (kiri), Ratuntampa (tengah) dan Kepala Suku Yoro (kanan) dengan pakaian adat Kerajaan Porodisa. Sumber: http://sepasangsepatuhidup.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-bannada-desa-tertua-di.html

Ratunbanua (kiri), Ratuntampa (tengah) dan Kepala Suku Yoro (kanan) dengan pakaian adat Kerajaan Porodisa


Sumber

Kerajaan Porodisa: http://sepasangsepatuhidup.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-bannada-desa-tertua-di.html
– Sejarah lengkap kerajaan Porodisa: https://www.academia.edu/20161940/CERITA_RAKYAT_PORODISA_TALAUD
– Tentang desa Bannada / kerajaan Porodisa:
———————–
– Sejarah Talaud: http://historypeople94.blogspot.co.id/2014/05/suku-sangir-talaud-kepulauan-talaud.html
Sejarah Talaud: http://www.sasauw.com/1_2_Sejarah-Talaud.html
Sejarah Talaud: http://indonesiaminapolitan.blogspot.co.id/2013/02/sekilas-talaud.html
Sejarah Beo, pusat pemerintahan Talaud: https://talaudnews.wordpress.com/2015/06/12/sejarah-beo-lahir-dari-sebuah-nama-yaitu-sassanggelo-yang-artinya-minyak-pelicin-rambut/


Foto foto

Ratunbanua (kiri), Ratuntampa (tengah) dan Kepala Suku Yoro (kanan) dengan pakaian adat Kerajaan Porodisa. Sumber: http://sepasangsepatuhidup.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-bannada-desa-tertua-di.html

Benda pusaka peninggalan Kerajaan Porodisa terdahulu

Benda pusaka peninggalan Kerajaan Porodisa terdahulu,

—————————————–
Pekuburan raja-raja Porodisa berada di tengah perkampungan warga desa Bannada. Di pekuburan ini baru saja dibangun sebuah tugu dari Pemerintah Kepualaun Talaud, yang bertuliskan keturunan dari kerajaan Porodisa ini. Sumber: http://sepasangsepatuhidup.blogspot.co.id/2015/10/tempat-tempat-yang-dikeramatkan-di-desa.html


Peta kuno Talaud, Sangihe, Siau

Nusantara, tahun 1493, incl. Sulawesi utara

—————————

Peta Sangihe-Talaud, tahun 1724

—————————

Peta Sangihe-Talaud, tahun 1894