Bukit Bato, kerajaan / Sumatera – prov. Riau, kab. Bengkalis

Kerajaan Bukit Bato adalah kerajaan di bawah kesultanan Siak Sri Indrapura. Terletak di Sumatera, Pulau Bengkalis, kab. Bengkalis, prov. Riau.

Kab. Bengkalis, pulau Bengkalis, prov. Riau


Kerajaan Bukit Bato

* Foto kerajaan Bukit Bato: di bawah


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN BUKIT BATO

Tentang raja sekarang (2020)

Tidk ada info tentang raja atau keturunan kerajaan ini.


Sejarah kerajaan Bukit Bato

Mengingat hubungan kerajaan Siak dengan Bengkalis sangat erat, pada tahun 1767 Sultan kesultanan Siak Sri Indrapura, Abdul Jalil Alam Syah, memberikan kepada Encik Ibrahim sebuah Gelar yaitu Datuk Laksamana. Datuk Laksamana merupakan Gelar sekaligus titah dari Kerajaan Siak untuk menjaga keamanan di pesisir Pantai Selat Malaka. Datuk Laksamana merupakan orang pilihan yang dipercayai dan berkuasa sepenuhnya menjaga laut serta diberi tanggung jawab oleh Sultan Siak dalam mengawasi dan menjamin keamanan dari musuh yang menyerang dari laut.

Ada 4 Datuk:

– Datuk Laksamana, 1767 -1807,
– Datuk Khamis, 1808-1864,
– Datuk Abdullah Shaleh, 1864-1908,
– Datuk Laksamana Ali Akbar, 1908 -1928.

Tahun 1908 Encik Ali Akbar menggantikan Laksamana III Bukit Batu dengan Gelar Datuk Laksamana Setia Diraja, maka disepakati oleh semua panglima dan orang Kaya Negara bahwa Encik Ali Akbar sebagai Datuk Laksamana IV Bukit Batu sekaligus orang terakhir yang bergelar Datuk Laksamana. Datuk Laksamana Ali Akbar berkuasa tahun 1908-1928.

Bandar Bukit Batu sebagai bandar dagang utama yang terletak di seberang Bengkalis, secara langsung mengalami kemunduran akibat monopoli Belanda itu, Bandar dagang Bukit Batu dan Bengkalis tidak lagi menampung hasil-hasil dari Siak dan daerah lainnya seperti biasa.
Kebebasan Belanda berdagang di daerah ini dipergunakannya dengan sekehendak hatinya, Belanda melakukan hak memeriksa terhadap kapal dagang yang berlayar ke perairan Bengkalis dan sekitarnya.1 Sikap Belanda yang sudah melampaui batas ini merupakan salah satu penyebab timbulnya perlawanan.

Belanda sekali lagi memaksakan kehendaknya yaitu kepada Sultan Syarif Kasim I di pulau Bengkalis yang selama ini berada ditangan kekuasaan Datuk Laksamana. Belanda yang terus melakukan propaganda terhadap kerajaan Siak yang berpengaruh terhadap pemerintahan di Bukit Batu, oleh karena itu sangat menarik untuk dibahas mengenai pemerintahan Datuk Laksamana IV Bukit Batu karena pada masa pemerintahannya banyak mendapat tekanan dari Belanda yang ingin menguasai pulau Bengkalis, hal ini merupakan akibat diizikannya Belanda mendirikan lozi dagang di pulau Bengkalis, sehingga pada masa Datuk Laksamana IV Bukit Batu Bengkalis dikuasai sepenuhnya oleh Belanda.

Ali Akbar, Datuk Laksamana Raja Di Laut IV


Daftar Datuk

Ada 4 Datuk:

– Datuk Laksamana, 1767 -1807,
– Datuk Khamis, 1808-1864,
– Datuk Abdullah Shaleh, 1864-1908,
– Datuk Laksamana Ali Akbar, 1908 -1928.


Rumah Datuk Laksamana Dilaut IV

Rumah peninggalan Laksamana Ali Akbar atau digelar Datuk Laksamana Raja Di Laut IV yang dibangun sekitar tahun 1908-1928 tersebut saat ini masih terawat dengan baik dan menjadi salah satu situs budaya Melayu Riau yang selalu dikunjungi wisatawan.

Rumah peninggalan Datuk Laksamana Raja di Laut IV di Kabupaten Bengkalis, Riau. Bangunan itu terkait erat dengan sejarah Kerajaan Siak. FOTO Sahrul Yunizar/jawa pos


Komplek situs Datuk Laksmana Raja Dilaut

Salah satu situs bersejarah di daerah Bengkalis yang cukup terkenal adalah komplek situs Datuk Laksmana Raja Dilaut. Lokasinya berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Sungai Pakning-Bengkalis. Di dalam komplek situs bersejarah ini terdapat beberapa bangunan penting peninggalan Datuk Laksmana Raja Dilaut, diantaranya adalah:
– rumah milik Datuk Laksmana Raja Dilaut IV,
– makam Datuk Laksmana Raja Dilaut IV,
– makam Datuk Laksamana Raja Dilaut III
– masjid bersejarah yaitu Masjid Jami’ Al Haq,
– senjata meriam peninggalan Datuk Laksmana Raja Dilaut dan sebagainya.

Di tempat ini kita bisa menyaksikan bekas-bekas yang menjadi bukti sejarah kegagahan para Datuk Laksmana Raja Dilaut di bawah Kerajaan Siak di masa dahulu.


DAFTAR DAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI RIAU

Untuk daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di Riau, klik di sini

Peta kerajaan-kerajaan di Riau abad ke-19

Kerajaan2 di Riau abad ke-19


Sumber kerajaan Bukit Bato

– Sejarah Bukit Bato: https://nurulhidayantiweb.
– Kec. Bukit Bato: https://bengkaliskab.go.id
– Sejarah Laksamana Raja di Laut: http://sulthan-hidayatullah.blogspot.com


Foto

Komplek Situs Datuk Laksmana Dilaut III

———————————-

Makam Datuk Laksamana IV

——————————-

Makam Datuk Laksamana III

———————————-

Komplek Situs Datuk Laksmana Dilaut

———————————–

Komplek Situs Datuk Laksmana Dilaut


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: