Paku Alaman, kadipaten / Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta

꧋ꦏꦢꦶꦥꦠꦺꦤ꧀ ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀ꦩꦤ꧀꧉

 

Kadipaten Pakualaman dibentuk tahun 1813 dan berdiri sampai sekarang.
Pada tahun 1950 status negara dependen Kadipaten Pakualaman (bersama-sama dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat) diturunkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta, setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

The principality of Pakualaman was founded in 1813 ad exists until today. The principality is under the Sultanate of Yogyakarta.
For english, click here: click here

Lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta


* Foto Kadipaten Paku Alaman: link
*
Foto Keraton (Istana) Paku Alam: link
* Foto pemakaman Sri Paku Alam IX (nov. 2015): link
*
Foto Penobatan Paku Alam X (jan. 2016): link

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link

* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link

* Foto situs kuno di Jawa: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / List of kings
4 Keraton / Palace
5 Tempat pemakaman Giri Gondo
6 Sumber / Source


1) Adipati sekarang (2020)

Adipati 2020: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo, Paku Alam X.

* 7 jan. 2016
Jumenengan (Penobatan) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo, Paku Alam X: Reportase Foto

* 21 nov. 2015
Sri Paduka Paku Alam IX meninggal dunia.

7 jan. 2016: penobatan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam IX

——————–

 21 nov. 2015, Sri Paduka Paku Alam IX meninggal dunia.

Adipati (bahasa Sanskerta अधिपति, adhipati: “tuan, kepala, atasan; pangeran, tuan tertinggi, raja”) adalah sebuah gelar kebangsawanan untuk orang yang menjabat sebagai kepala wilayah yang tunduk/bawahan dalam struktur pemerintahan kerajaan di Nusantara, seperti di Jawa dan Kalimantan. Wilayah yang dikepalai oleh seorang Adipati dinamakan Kadipaten.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Adipati


2) Sejarah

I Garis sejarah kerajaan di Jawa: link

II Sejarah Kadipaten Paku Alaman

Setelah Sultan Agung I (memerintah 1613 hingga 1645), kekuasaan dan pamor Kesultanan Mataram merosot akibat perebutan kekuasaan dan konflik suksesi dalam keluarga kerajaan. Kursi Mataram di Plered dekat Kotagede runtuh setelah pemberontakan Trunojoyo pada tahun 1677.

Sunan Amral (Amangkurat II) merelokasi istana ke Kartasura. Pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwono II, pada tahun 1742 Raden Mas Garendi (Sunan Kuning) melancarkan pemberontakan melawan mahkota dan juga VOC. Raden Mas Garendi adalah putra Pangeran Teposono dan juga cucu Amangkurat II. Pemberontak berhasil menguasai ibukota Kartasura dan menggulingkan Pakubuwono II yang melarikan diri dan mengungsi ke Ponorogo.

Dengan bantuan Adipati Cakraningrat IV penguasa Madura bagian barat, Pakubuwono II merebut kembali ibu kota dan menumpas pemberontakan. Namun istana Kartasura hancur dan dianggap tidak menguntungkan karena terjadi pertumpahan darah di sana.

Pakubuwono II memutuskan untuk membangun istana dan ibu kota baru di desa Sala (Solo). Perpindahan ibu kota ke desa Sala diperingati dalam chandrasengkala (kronogram) “Kombuling Pudya Kepyarsihing Nata” yang bertepatan dengan Rabu 12 Sura 1670 tahun Jawa (17 Februari 1745).

Paku Alam IV (1841-1878)

Gejolak politik diselesaikan pada masa Sunan Pakubuwana III, setelah Kesultanan Mataram terpecah menjadi dua. Pada 13 februari 1755 wilayah Mataram dibagi menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kesultanan Kasuhunan Surakarta, pembagian wilayah ini diatur dalam Perjanjian Giyanti (1755). Kemudian pada tahun 1757 dengan campur tangan Belanda dan berdasarkan perjanjian Salatiga (1757), kesultanan Mataram dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta dan Kadipaten Mangkunegaran.
Dan pada tahun 1813 Kesultanan Yogyakarta dipecah lagi menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.

1813. Kadipaten Pakualaman atau Negeri Pakualaman atau Praja  Pakualaman didirikan pada tanggal 17 Maret 1813, ketika Pangeran Notokusumo, putra dari Sultan Hamengku Buwono I dengan Selir Srenggorowati dinobatkan oleh Gubernur-Jenderal Sir Thomas Raffles (Gubernur Jendral Britania Raya yang memerintah saat itu) sebagai Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam I. Status kerajaan ini mirip dengan status Praja Mangkunagaran di Surakarta.

Jadi, sejak 1813 ada 2 Kesultanan dan 2 Kadipaten di Jawa Tengah dan masih ada sampai sekarang:

– Kesultanan Yogyakarta,
– Kesultanan Surakarta,
– Kadipaten Mangkunegaran,
– Kadipaten Paku Alaman.

Status Pakualaman berganti-ganti seiring dengan perjalanan waktu. Pada 1813-1816 merupakan negara dependen dibawah Pemerintah Kerajaan Inggris India Timur (East Indian). Selanjutnya tahun 1816-1942 merupakan negara dependen Kerajaan Nederland, dengan status Zelfbestuurende Landschappen Hindia Belanda. Dari 1942 sampai 1945 merupakan bagian dari Kekaisaran Jepang dengan status Kooti dibawah pengawasan Penguasa Militer Tentara XVI Angkatan Darat.

Mulai tahun 1945 Negeri kecil ini bergabung dan menjadi daerah Indonesia. Kemudian dengan Kasultanan Yogyakarta membentuk pemerintahan bersama sampai tahun 1950 saat secara resmi keduanya dijadikan sebuah daerah istimewa bukan lagi sebagai sebuah negara.

– Sumber: link

Jawa tahun 1700, kesultanan Mataram

————————

Jawa tahun 1757 setelah Perjanjian Giyanti: Surakarta, Yogyakarta dan Mangkunegaran

 —————————

Jawa tahun 1830: Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman


3) Daftar Adipati

* 1813-1829: Paku Alam I
Pangeran Harya Natakusuma, Anak dari Hamengkubuwono I
* 1829-1858: Paku Alam II
Raden Tumenggung Natadiningrat, Anak dari Paku Alam I
* 1858-1864: Paku Alam III
Pangeran Harya Sasraningrat, Anak dari Paku Alam II
* 1864-1878: Paku Alam IV
Raden Mas Nataningrat, Anak dari Paku Alam III
* 1878-1900: Paku Alam V
Pangeran Harya Suryadilaga, Anak dari Paku Alam IV
* 1900-1902: Paku Alam VI
Pangeran Ario Notokusumo, Anak dari Paku Alam V
* 1902-1906: Dewan Perwalian Kadipaten Pakualaman
* 1906-1937: Paku Alam VII
Raden Mas Haryo Surarjo, Anak dari Paku Alam VI
* 1937-1998: Paku Alam VIII
Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno, Anak dari Paku Alam VII
* 1998-2015: Paku Alam IX
Raden Mas Haryo Ambarkusumo, Anak dari Paku Alam VIII
* nov. 2015  – ……: Paku Alam X: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo

– Sumber / Source:  Wiki

Click to enlarge


4) Keraton, Puro Paku Alaman

Puro Paku Alaman adalah bekas Istana kecil Kadipaten Paku Alaman. Istana ini menjadi tempat tinggal resmi para Pangeran Paku Alam mulai tahun 1813 sampai dengan tahun 1950, ketika pemerintah Negara Bagian Republik Indonesia menjadikan Kadipaten Paku Alaman (bersama-sama Kesultanan Yogyakarta) sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi yang bernama Daerah Istimewa Yogyakarta.
– Sumber Wiki: link
Foto foto Keraton Paku Alam: link


5) Tempat pemakaman Giri Gondo

Pasarean Giri Gondo atau Astana Giri Gondo adalah Tempat Pemakaman dan peristirahatan terakhir untuk Adipati Pakualaman beserta para kerabatnya. Lokasi Komplek pemakaman ini terletak di atas Perbukitan Menoreh di Desa Kaligintung, Temon, Kabupaten Kulon Progo.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pasarean_Giri_Gondo
.


6) Sumber

– Sejarah Kadipaten Paku Alaman di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kadipaten_Paku_Alaman
– Sejarah Kadipaten Paku Alaman: http://www.kerajaannusantara.com/id/kadipaten-pakualaman/sejarah-umum/
– Sejarah Kadipaten Paku Alaman: http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-paku-alam.htm

Daftar Kadipati Paku Alaman: Wiki
.
Tentang Keraton di Wiki: link
– Tentang Keraton: https://teamtouring.net/puro-pakualaman-yogyakarta.html

Tempat pemakaman Paku Alaman Giri Gondo: https://id.wikipedia.org/wiki/Pasarean_Giri_Gondo

Perjanjian Giyanti, 1755: link


Paku Alam X: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo bersama keluarga. 2016

 

image022


1 Comment

One thought on “Paku Alaman, kadipaten / Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta

  1. In middle Java only the king of Yogjakarta has title sultan,above him as being highter of title is the sushunan of Surakarta,the monarchs of Pakualaman and Mangkunegaran only have title pangeran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: