Makatara, kerajaan / P. Karakelong – prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Talaud

Kerajaan Makatara terletak di Kep. Talaud, pulau Karakelong, prov. Sulawesi Utara.

Lokasi Kep. Talaud

————————–

Lokasi pulau Karakelong


* Foto kepulauan Talaud: link


Sejarah kerajaan Makatara

– Sumber: http://mangkepost.blogspot.com/2019/04/sejarah-kerajaan-makatara-kabkepulauan.html

Jaman dahulu sepasang suami istri bernama Hata dan Lumalup, mereka tinggal di pinggiran pantai di bawah kaki gunung yang sekarang di sebut Gunung Hata dan Gunung Lumalup, tempat tinggal mereka laut masuk ke dalam berbentuk teluk dalam bahasa Talaud Leonne yang sekarang di sebut Panding.

Pasangan Suami Istri Hata dan Lumalup beranak cucu dan menjadi banyak sehingga tempat tersebut menjadi sebuah perkampungan yang disebut Mareonan.
Di tepi pantai perkampungan Mareonan tumbuh akar bakau yang sangat banyak dalam bentuk kerucut bagian atas runcing dan tingginya 50 cm sampai 1 meter mengelilingi pantai perkampungan Mareonan.

Kampung Mareonan menjadi besar dan sering terjadi perang suku karena banyak orang-orang dari luar ingin menguasai Mareonan namun musuh yang masuk tidak dapat melarikan diri dan terbunuh karena terantuk dengan akar bakau dalam bahasa Talaud Mattara, sehingga orang sering menyebut kampung Ma’atara nama Maeronan hilang dan di sebut kampung Ma”atara.

Orang-orang di kampung Ma’atara setiap berperang selalu menang, banyak musuh-musuh yang takut.

Pulau Karakelong

Sehingga kampung Ma’atara dapat menguasai wilayah besar yaitu bagian selatan batas batu Tongge (antara Sawang dan Melonguane) bagian Barat batas Annentoraal (antra  Awit dan Sambuara) dan bagian Timur batas batu Andampihe (antara Tuabatu dan Tabang).

Kemudian Kampung Ma’atara mendirikan satu Kerajaan dengan Nama Kerajaan Makatraya dengan wilayah Kerajaan sebagaimana disebut di atas dengan nama Raja-Raja sbb:

* 1819-1827: Taawoeda
* 1827-1834: Loronusa
* 1834-1842: Maasettide
* 1842-1849: Laritaa (Raja)/ Mangensiga (Pembantu Raja)
* 1849-1857: Mangose (Raja)/ Winowoda (Pembantu raja)

Wilayah Kerajaan Makatraya berubabah bagian Selatan Beorran (antara Tarun dan Pampalu) dan Barat  Batu Bahewa (antara Awit dan Sambuara)

* 1857-1864: Pansalang (Raja)/ Garuda (Pembantu Raja)
* 1864-1871: Bonte (Raja)/ Sarundaitan (Pembantu Raja)
* 1871-1878: Sahadula (Raja)/ Butuan (Pembantu Raja)

Tahun 1878 oleh Belanda Ibu kota wilayah Kerajaan dari Makatara di pindahkan ke Beo dan di angkat oleh Belanda seorang Raja yaitu Swansi Tentena Tamawiwy sedangkan Makatara di pimpin oleh Kapten Laut dan wilayah Makatara menjadi tiga wilayah yang masing-masing di pimpin oleh Kapten Laut:

* 1878-1903: Hendrik Nanggana Tailangen/Kapten laut Makatara
* 1878-1903: Karel Poesan Ontoge Kapten laut Sallatta
* 1878-1903: Pao Gahetto Kapten laut Burude

Tahun 1903 Makatara kembali digabung menjadi satu dan dipimpin oleh Kapten laut sbb:

* 1903-1935: Manaheda Puansalaing
* 1905-1935: Karel Tamawiwy
* 1935-1938: Josep Tempoh
* 1938-1939: Junus Bonte
* 1939-1941: Liu Mona

Kapten Laut berubah menjadi Kepala Kampung

* 1941-1954: Jan Piter Potoboda
* 1954-1955: Nikanor Bonte
* 1955-1956: Saltiel Tamedaraga Nae
* 1956-1957: D.R. Tamawiwy
* 1957-1969: Alex Tailangen
* 1969-1974: Jan Piter Potoboda

Kepala Kampung berubah menjadi Kepala Desa


Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: