Segati, kerajaan / Sumatera – Prov. Riau, kab. Pelalawan

Kerajaan Segati teletak di Sumatera, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, provinsi Riau.
Kerajaan Segati berdiri sekitar abad ke-15 hingga ke-16.

The kingdom of Segati was located on Sumatera, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, provinsi Riau.
This kingdom existed from the 15th – 16th century.
For english, click here

Kab. Pelalawan


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kerajaan Segati

Kerajaan Segati berdiri sekitar abad ke-15 hingga ke-16.

Kerajaan Segati adalah kerajaan yang didirikan oleh Tuk Jayo Sati, cucu dari Maharajo Olang dari Kuantan. Penduduk kerajaan Segati beragama Hindu atau Budha. Kerajaan Segati dulunya berada di daerah hulu Sungai Segati, 15 km dari Negeri Langgam sekarang, di tepi Sungai Kampar, Riau.
Saat ini posisi kerajaan Segati berada di Desa Segati, Kecamatan Langgam,Kabupaten Pelalawan, Riau. Kerajaan Segati mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Tuk Jayo Alam, putra Tuk Jayo Tunggal.

Pusat kerajaan Segati pada awalnya berada di Ranah Tanjung Bungo, Negeri Langgam sekarang. Kemudian pusat kerajaan dipindahkan di Ranah Gunung Setawar, di hulu Sungai Segati oleh putra Tuk Jayo Sati yang bernama Tuk Jayo Tunggal. Dalam perkembangannya Kerajaan Segati, datang seorang utusan dari Negeri Gunung Sahilan ke Segati membawa lada hitam. Kemudian, raja Segati pada waktu itu, Tuk Jayo Tunggal membeli lada hitam tersebut dan menjualnya ke Kota Macang Pandak Kuantan. Sejak saat itu, perdagangan lada antara Segati dan Kuantan menjadi ramai dan lancar. Tak berapa lama datanglah utusan dari Gunung Hijau (diduga Pagaruyung) yang menawarkan timah. Kemudian Tuk Jayo Tunggal membeli timah yang ditawarkan dan menjualnya di Bandar Sangar, Kuala Kampar. Setelah Tuk Jayo Tunggal meninggal, ia digantikan oleh anaknya yang bernama Tuk Jayo Alam.

Pada masa pemerintahan Tuk Jayo Alam, Kerajaan Segati mencapai puncak kejayaan yang saat itu berpusat di Negeri Ranah Gunung Setawar.
Kerajaan Segati dapat ditaklukan dan diratakan dengan tanah oleh kesultanan Aceh. Setelah Segati kalah, Tuk Jayo Bedil melarikan diri ke daerah Petalangan Napuh, kemudian ke Kuantan.


Silsilah raja Segati

Tuk Jayo Sati
Tuk Jayo Tunggal
Tuk Jayo Alam
Tuk Jayo Laut
Tuk Jayo Tinggi
Tuk Jayo Gagah
Tuk Jayo Kolombai
Tuk Jayo Bedil

– Sumber: http://www.melayuonline.com/ind/history/dig/359/kerajaan-segati


Kejatuhan kerajaan Segati

Pada masa pemerintahan Tuk Jayo Bedil, perdagangan dengan Malaka tidak dilakukan lagi. Hal ini disebabkan telah kalahnya Malaka atas bajak laut Peringgi (Portugis). Oleh karena itu, Kerajaan Segati hanya melakukan perdagangan dengan Kuantan melalui Negeri Ranah Koto Macang Pandak. Pada waktu itu, datang seorang utusan Tuk Sanggar Raja Dilaut yang meminta bantuan kerajaan Segati untuk menyerang Peringgi di Malaka. Tuk Jayo Bedil menyetujui permintaan tersebut dan mengirimkan angkatan perangnya yang dipimpin oleh Panglima Kuntu. Dengan gabungan kekuatan dua kerajaan ini, terkenallah mereka dengan angkatan lautnya yang tangguh, yang menguasai Kuala Kampar.
Setelah tua, Tuk Sanggar Raja Dilaut digantikan oleh Tuk Sanggar Dilaut Muda dan Panglima Kuntu dipanggil kembali ke Segati. Pemimpin pasukan digantikan oleh orang Besar Segati, yang berasal dari Gunung Hijau (Pagaruyung) yang bernama Sutan Peringgih. Di bawah pimpinan kedua hulubalang (Panglima Kuntu dan Sutan Peringgih), banyak kapal Peringgi dikaramkan. Beberapa tahun kemudian, datanglah utusan dari Aceh. Utusan Aceh tersebut menuntut agar Segati memeluk agama Islam.
Karena Segati sebagai salah satu negeri yang memperdagangkan lada, maka, Aceh merasa perlu menaklukan negeri Segati. Saat itu, penduduk Segati memeluk agama Hindu atau Budha. Namun, tuntutan tersebut ditolak oleh Tuk Jayo Bedil. Setelah bertempur selama beberapa hari, kerajaan Segati dapat ditaklukan dan diratakan dengan tanah oleh kesultanan Aceh.
Setelah Segati kalah, Tuk Jayo Bedil melarikan diri ke daerah Petalangan Napuh, kemudian ke Kuantan. Bekas-bekas serangan Aceh masih dapat dijumpai dengan adanya tempat-tempat yang bernama Rencong Aceh, Pangkalan Aceh, dan Lubuk Aceh di Riau.


Sejarah dan daftar kerajaan2 di Riau

Untuk sejarah dan daftar kerajaan2 di Riau, klik di sini.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

Sejarah kerajaan Segati di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Segati
Sejarah kerajaan Segati: http://www.riaudailyphoto.com/2011/05/kerajaan-segati.html


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: