Nagori Bayu, partuanon / Prov. Sumatera Utara – kab. Simalungun

Partoeanon Nagori Bayu adalah partoeanon Suku Simalungun, terletak di Sumatera, Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara.

Kab. Simalungun


* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


PARTOEANON  NAGORI  BAYU

Tentang partoeanon Nagori Bayu

Toean Sang Barani Sinaga yang merupakan anak pertama dari Toean Joentaboelan Sinaga (Radja ke 2) dari Poeang Bolon br Damanik, memiliki semangat yang besar untuk memperluas wilayah kerajaan Tanoh Djawa hingga tecapailah Bah silotuhah menjadi perbatasan Asahan dengan Tanoh Djawa dan wilayah yang diperluas oleh Toean Sang Barani disebut dengan Nagori Bayu, dan Toean Sang Barani dinobatkan sebagai Partoeanon (partongah) di Nagori Bayu (wilayah yang baru).

Sumber: http://sinagaeone.blogspot.co.id/search?updated-max=2010-11-25T19:05:00-08:00&max-results=1


Tentang Nagori Bayu – oleh: M Nur Irwansyah Sinaga SH.

Sumber data : Mahdani Sinaga SP
Website: link

Sangbarani adalah anak dari Raja Djontaboelan dengan puang bolon boru Damanik  yang berjuang memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Tanah Jawa sampai ke Bah Silotuhah di perbatasan Asahan.

Wilayah yang baru dikuasai tersebut di beri nama Nagori Bayu.

Atas jasa Sangbarani memperluas wilayah kerajaan Tanah Jawa tersebut maka diangkatlah untuk yang pertama kali di Kerajaan Tanah Jawa Sanggabarani sebagai Tuan dengan wilayah Partuanonnya adalah wilayah yang baru dibukanya yang diberi nama Partuanon Nagori Bayu.

Anak dari Sangbarani adalah Anggailing sebagai pewaris Wilayah Partuanon Nagori Bayu.

Anggailing mempunyai putra 4 (empat) orang yaitu :

  1. Mariah Tongon.
  2. Ramatampe.

III.             Anju.

  1. Hurama.

Dari keempat putra Anggailing ini tidak ada data mengenai pemberian gelar dan wilayah partuanon kepada mereka.

  1. Mariah Tongon yaitu putra Anggailing yang pertama  mempunyai 5 (lima) orang putra yang masing-     masing bernama :
  1. Mintaharim diberi gelar Tuan Jau Bayu.
  2. Tormahim diberi gelar Tuan Dipar Majawa (Passur)
  3. Purasa diberi gelar Tuan Parhundalian
  4. Bangsain diberi gelar Tuan Urung Bayu
  1.    Ramatampe mempunyai 3 orang putra  bernama : Moraijo, Mudahamin dan Torhati.

III.   Anju mempunyai 2 orang putra  bernama Subil dan Guam

  1. Hurama tidak mempunyai putra.
  1. Tuan Mintaharim (Jau Bayu) tidak mempunyai putra, hanya mempunyai putri
  1. Tuan Tormahim (Dipar Majawa) mempunyai putra 10 orang masing masing bernama :

Sangma Hajim, Iring Maraja, Giun, Kawan, Una, Sahainta, Tairim, Daud, Jamintar dan Uteh.

  1. Tuan Purasa (Parhundalian) mempunyai putra 7 orang masing-masing bernama :

Thalib, Djaingat, Djuahan, Kinta, Kaliamat, Djaleus dan Sina.

  1. Tuan Bangsain mempunyai putra 2 orang masing-masing bernama : Dorinta dan  Ginta.
  2. Tuan Bangsaihat mempunyai putra 3 orang masing-masing bernama : Rajamin, Morahinta dan Robutta.

Putra pertama dari Tuan Tormahim (Dipar Majawa) yang bernama Sangma Hajim mempunyai 2 orang putra yang masing-masing bernama :

–          Saunur : putranya masing-masing  bernama : Toni Amri, Mahdani, Ondi  dan Amali

–          Sauman : putranya masing-masing bernama : Oin, Ali Sadar, Azis Walidi, Hadiatman.

Dan seterusnya dan seterusnya.

Dari Partuanon Nagori Bayu (partuanon induk) data yang terhimpun masih dari Keturunan Mariah Tongon yaitu :

  1. Partuanon  Jau Bayu.
  2. Partuanon  Diparmajawa.
  3. Partuanon Parhundalian.
  4. Partuanon Urung Bayu.
  5. Partuanon Nagori Bayu Ragasan.

Sedangkan dari Keturunan Ramatampe, Anju dan Hurama belum diperoleh data mengenai  gelar Partuanonnya.


Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun

Batak Simalungun adalah salah sub Suku Bangsa Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara,  yang menetap di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan tapi ini hal yang sedang diperdebatkan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudian marga marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun.

Dalam sejarahnya Simalunun ada 3 (tiga) fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun.

1) Fase pertama adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua), yaitu:

* kerajaan Nagur, 500-1400 (marga Damanik). Kerajaan ini merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

2) Fase kedua: pada masa setelah abad ke-14, muncullah empat raja utama di Simalungun; di mana Nagur masih tetap ada, tetapi peranannya sudah semakin menghilang. Keempat raja itu adalah:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak), dan
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga).

3) Fase ketiga: fase ini berkaitan dengan kolonial Belanda di Simalungun.
Tahun 1865 kolonialisme Belanda mulai memasuki wilayah  Simalungun. Sejak   masuk intervensi Pemerintahan Kolonial banyak terjadi perubahan –perubahan yang signifikan di Simalungunadalah kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu), yaitu:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak),
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga),
* kerajaan Raya (marga Saragih Garingging),
* kerajaan Purba (marga Purba Pakpak) dan
* kerajaan Silimakuta (marga Purba Girsang).

Keadaan seperti ini berlanjut hingga memasuki tahun 1946 sehingga mendorong kebencian masyarakat terhadap golongan elit. Sejalan dengan itu, berkembangnya pemahaman politik pada waktu itu, turut pula menyulut keprihatinan terhadap perbedaan kelas yang didorong oleh keinginan untuk menghapuskan sistem feodalisme di Sumatera Timur.
Demikianlah hingga akhirnya terjadi peristiwa berdarah yang meluluhlantakkan feodalisme di Sumatera Timur terutama pada rakyat Simalungun dan Melayu. Pada peristiwa tersebut empat dari tujuh kerajaan Simalungun yaitu Tanoh Jawa, Panai, Raya dan Silimakuta pada periode ketiga ini musnah dibakar. Sementara Silau, Purba dan Siantar luput dari serangan kebringasan massa. Raja dan kerabatnya banyak dibunuh. Peristiwa ini menelan banyak korban nyawa, harta dan benda.

Tiga fase kerajaan2 di Simalungun

Fase Nama Kerajaan Marga Pemerintah
I Kerajaan yang dua Nagur Damanik
Batanghoiu Saragih
II Kerajaan yang empat Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
III Kerajaan yang tujuh Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
Raya Garingging
Purba Pakpak
Silimakuta Girsang

Daftar kerajaan-kerajaan di wilayah Simalungun

* Aji Sinombah
* Bandar
* Batanghio
* Dolog Silou
* Maligas
* Marompat
* Marpitu
* Marubun
* Nagori Bayu
* Nagur
* Panei
* Purba
* Raya
* Siantar
* Sidabutar
* Sidamanik
* Silimakuta
* Silou Kahean
* Silou
* Sipolha
* Tanoh Jawa

Parade Raja-raja Simalungun pada Harungguan Bolon di Pamatang Siantar, 1930.
Dari kiri ke kanan:
Raja Tanoh Jawa – Sang Majadi (morga Sinaga),
Partuanon Silou Kahean – Tuan Gaib (morga Purba),
Raja Raya – Tuan Gomok (morga Saragih Garingging),
Raja Siantar – Tuan Sawadim (morga Damanik),
Raja Panei – Tuan Bosar Sumalam (morga Purba),
Raja Dolog Silou – Tuan Ragaim (morga Purba),
Raja Purba – Tuan Mogang (morga Purba),
Partuanon Bandar – Tuan Desta Bulan (morga Damanik)
Raja Silimakuta – Tuan Padiraja (morga Girsang)


Peta Kabupaten Simalungun sekarang (wilayah kerajaan2 Simalungun)


Sumber

Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun:  http://uun-halimah.blogspot.co.id/2007/12/raja-dan-kerajaan-di-simalungun.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun: http://tondangmargana.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-singkat-kerajaan-kerajaan.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun: http://sopopanisioan.blogspot.co.id/2014/04/kerajaan-kerajaan-di-simalungun.html
– Bangun dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Simalungun: http://girsangvision.blogspot.co.id/2012/02/bangun-dan-runtuhnya-kerajaan.html
———————–
– Suku Simalungun di Wiki: Wiki
Marga marga Simalungun:   https://batakculture.wordpress.com/2012/02/27/marga-marga-di-simalungun/
Sejarah marga Purba di Wiki: Wiki
Sejarah marga Saragih di Wiki: Wiki
Sejarah marga Sinaga di Wiki:  Wiki
Sejarah marga Damanik di Wiki: Wiki
Asal usul bangsa Simalungun: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: