Makasar, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan

Kesultanan Makassar berdiri abad ke-17, terletak di Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan.
Kesultanan Makassar merupakan kesultanan Islam di Sulawesi bagian selatan pada abad ke-16, yang pada mulanya masih terdiri atas sejumlah kerajaan kecil yang saling bertikai. Daerah ini kemudian dipersatukan oleh kerajaan kembar yaitu kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo menjadi Kesultanan Makassar.

The Sultanate of Makasar was a sultanate in the 17th century, located in the district of Makasar. South Sulawesi.
The Makassar Sultanate was an Islamic sultanate in southern Sulawesi in the 16th century, which at first still consisted of a number of small warring kingdoms. This area was then united by the twin kingdoms, namely the Gowa kingdom and the Tallo kingdom to become the Makassar Sultanate.
For english, click here

Lokasi Makasar di Provinsi Sulawesi Selatan


* Foto kesultanan Makasar: link
* Foto perang Makasar – VOC, 1660-1669: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KESULTANAN MAKASAR

Sejarah kesultanan Makasar

Kerajaan Makassar semula terdiri atas dua kerajaan, yakni kerajaan Gowa dan Tallo, yang berdiri pada abad ke-16 Masehi. Bersatunya kerajaan Gowa dan Tallo berbarengan dengan tersebarnya agama Islam di Sulawesi Selatan.

Pada 1650 akhirnya penguasa Gowa dan Tallo memeluk agama Islam. Sebelumnya, dua kerajaan bersaudara ini dilanda peperangan selama bertahun-tahun. Perang ini berakhir pada masa Gowa dipimpin Raja Gowa X. Kedua kerajaan itu pun dijadikan satu kerajaan dengan kesepakatan yang disebut Rua Karaeng se’re ata (dua raja, seorang hamba).

Kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo menjadi satu kemudian dijadikan kesultanan Makassar yang berpusat di Sombaopu. Kesultanan Makassar kemudian dipimpin Raja Gowa Daeng Manrabba yang kemudian bergelar Sultan Alauddin. Sedangkan kerajaan Tallo di bawah kekuasaan Karaeng Matoaya yang bergelar Sultan Abdullah sekaligus dijadikan Mangkubumi kesultanan Makassar pertama.

Raja-raja yang pernah memerintah kesultanan Makassar, antara lain sebagai berikut:

* 1591-1629: Sultan Alauddin
* 1639-1653: Sultan Muhammad Said
* 1653-1669: Sultan Hasanuddin
– Sumber / Source: Wiki


Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin (lahir di Gowa, 12 Januari 1631 – meninggal di Gowa12 Juni 1670) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape sebagai nama pemberian dari Qadi Islam Kesultanan Gowa yakni Syeikh Sayyid Jalaludin bin Ahmad Bafaqih Al-Aidid, seorang mursyid tarekat Baharunnur Baalwy Sulawesi Selatan yang juga adalah gurunya, termasuk guru tarekat dari Syeikh Yusuf Al-Makassari.
Setelah menaiki takhta, ia digelar Sultan Hasanuddin, setelah meninggal ia digelar Tumenanga Ri Balla Pangkana. Ia dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973.

Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa mulai tahun 1653 sampai 1669. Kerajaan Gowa adalah merupakan kerajaan besar di Wilayah Timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan.

Pada pertengahan abad ke-17, Kompeni Belanda (VOC) berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku setelah berhasil mengadakan perhitungan dengan orang-orang Spanyol dan Portugis. Kompeni Belanda memaksa orang-orang negeri menjual dengan harga yang ditetapkan oleh mereka, selain itu Kompeni menyuruh tebang pohon pala dan cengkih di beberapa tempat, supaya rempah-rempah jangan terlalu banyak. Maka Sultan Hasanuddin menolak keras kehendak itu, sebab yang demikian adalah bertentangan dengan kehendak Allah katanya. Untuk itu Sultan Hasanuddin pernah mengucapkan kepada Kompeni “marilah berniaga bersama-sama, mengadu untuk dengan serba kegiatan”. Tetapi Kompeni tidak mau, sebab dia telah melihat besarnya keuntungan di negeri ini, sedang Sultan Hasanuddin memandang bahwa cara yang demikian itu adalah kezaliman.

Pada tahun 1660, VOC Belanda menyerang Makassar, tetapi belum berhasil menundukkan Kerajaan Gowa. Tahun 1667, VOC Belanda di bawah pimpinan Cornelis Speelman beserta sekutunya kembali menyerang Makassar. Pertempuran berlangsung di mana-mana, hingga pada akhirnya Kerajaan Gowa terdesak dan semakin lemah, sehingga dengan sangat terpaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667 di Bungaya. Gowa yang merasa dirugikan, mengadakan perlawanan lagi. Pertempuran kembali pecah pada Tahun 1669. Kompeni berhasil menguasai benteng terkuat Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 24 Juni 1669. Sultan Hasanuddin wafat pada tanggal 12 Juni 1670.

Sultan Hasanuddin, 1653-1669


Perang Makasar,1666 – 1669 dan Perjanjian Bungaya, 1667

Dalam kurun waktu yang cukup lama, Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo) terlibat persaingan dengan Kerajaan Bone. Persaingan antara dua kekuatan tersebut pada akhirnya melibatkan campur tangan dari Belanda dalam sebuah peperangan yang dinamakan Perang Makassar (1660-1669). Belanda yang mempunyai tujuan tertentu yaitu, berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di pelabuhan Makassar memanfaatkan situasi dengan berpihak pada Kerajaan Bone, sebagai musuh Kesultanan Makassar.
Kemudian dalam peperangan Makassar ini Kesultanan Makassar dipimpin langsung oleh Sultan Hasannudin akan tetapi Hasannudin tidak bisa mematahkan kekuatan Kerajaan Bone yang dibantu oleh kekuatan Belanda yang berambisi menguasai Makassar. Kemudian Hasannudin dipaksa oleh VOC untuk menandatangai Perjanjian Bungaya (18 November 1667) sebagai tanda takluk kepada VOC.

Isi Perjanjian Bungaya
Berikut ini merupakan isi dari perjanjian antara kesultanan Makassar dengan VOC (Belanda):
1. VOC memperoleh hak monopoli di Makassar.
2. VOC diizinkan mendirikan benteng di Makassar.
3. Makassar harus melepaskan jajahan seperti Bone.
4. Semua bangsa asing diusir dari Makassar, kecuali VOC.
5. Kerajaan Makassar diperkecil hanya tinggal Gowa saja.
6. Makassar membayar semua utang perang.
7. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone.

Peta Makasar tahun 1640-1660


Komplek makam raja-raja Makasar / Gowa

Makam Sultan Hasanudin berada di komplek pemakaman raja-raja Gowa yang terletak di Katangka, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa.


Benteng Rotterdam

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Makassar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar
Sejarah kesultanan Gowa, Makassar di Melayuonline: link
Sejarah Gowa, Makassar, Tallo:  http://fatwarohman.blogspot.co.id/2013/10/kesultanan-makassar-gowa-tallo.html
– Sejarah kesultanan Makasar: http://www.tendasejarah.com/2013/09/sejarah-kerajaan-makassar.html
– Daftar Raja Makasar: Wiki

– Sejarah singkat perang Makasar: http://sejarah-indonesia-lengkap.blogspot.co.id/2013/07/sejarah-singkat-perang-makasar.html
– Sejarah perang Makasar: http://wartasejarah.blogspot.co.id/2013/07/perang-makassar.html

– Perjanjian Bungaya (1667): https://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Bungaya
– Benteng (Fort) Rotterdam: https://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam
– Perang Makasar: http://ujpunj2012.blogspot.co.id/2012/12/calvin-great-perang-makassar.html


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: