Makasar, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan

Kesultanan Makassar berdiri 1605-1667, terletak di Sulawesi, Kota Makasar, prov. Sulawesi Selatan.
Kesultanan Makassar merupakan kesultanan Islam di Sulawesi bagian selatan pada abad ke-16, yang pada mulanya masih terdiri atas sejumlah kerajaan kecil yang saling bertikai. Daerah ini kemudian dipersatukan oleh kerajaan kembar yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo menjadi Kesultanan Makassar

The Sultanate of Makasar was a sultanate in the 16th century, located in the district of Makasar. South Sulawesi.

Wilayah Makasar

Wilayah Makasar


* Foto kesultanan Makasar: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah / History kesultanan Makasar

Kesultanan Makassar merupakan kesultanan Islam di Sulawesi bagian selatan pada abad ke-16 Masehi yang pada mulanya masih terdiri atas sejumlah kerajaan kecil yang saling bertikai. Daerah ini kemudian dipersatukan oleh kerajaan kembar yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo menjadi Kesultanan Makassar. Cikal bakal Kesultanan Makassar adalah dua kerajaan kecil bernama Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo ini terletak di semenanjung barat-daya Sulawesi dengan kedudukan strategis dalam perdagangan rempah-rempah.
Dalam kurun waktu yang cukup lama, Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo) terlibat persaingan dengan Kerajaan Bone. Persaingan antara dua kekuatan tersebut pada akhirnya melibatkan campur tangan dari Belanda dalam sebuah peperangan yang dinamakan Perang Makassar (1660-1669).
Kemudian dalam peperangan Makassar ini Kesultanan Makassar dipimpin langsung oleh Sultan Hasannudin akan tetapi Hasannudin tidak bisa mematahkan kekuatan Kerajaan Bone yang dibantu oleh kekuatan Belanda yang berambisi menguasai Makassar. Kemudian Hasannudin dipaksa oleh VOC untuk menandatangai Perjanjian Bungaya (18 November 1667) sebagai tanda takluk kepada VOC.
Makassar merupakan pelabuhan yang terus terbuka sebagai pelabuhan bebas yang penting bagi semua pedagang asing dan pedangan lokal. Keadaan perdagangan yang bebas ini memicu konflik dengan orang Belanda yang ingin memaksa pembatasan pelayaran dan monopoli perdagangan rempah-rempah. Pertikaian dengan Belanda akhirnya menyebabkan keruntuhan Kesultanan Makassar.

Isi Perjanjian Bunga
Berikut ini merupakan isi dari perjanjian antara kesultanan Makassar dengan VOC (Belanda):
1. VOC memperoleh hak monopoli di Makassar.
2. VOC diizinkan mendirikan benteng di Makassar.
3. Makassar harus melepaskan jajahan seperti Bone.
4. Semua bangsa asing diusir dari Makassar, kecuali VOC.
5. Kerajaan Makassar diperkecil hanya tinggal Gowa saja.
6. Makassar membayar semua utang perang.
7. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone.

– Sumber:
link

Sejarah Makassar, Tallo dan Gowa dihubung.
Kerajaan Gowa
Kerajaan Tallo
.
Peta Makasar sebelum tahun 1667
 klik peta untuk besar

————————–

The Sultanate of Makassar was an Islamic sultanate in southern Sulawesi in the 16th century AD which at first was composed of a number of small kingdoms fighting each other. The area was united by the twin kingdoms of the Kingdom of Gowa and Tallo kingdom and became the Sultanate of Makassar. In the beginning of the Sultanate of Makassar there were two small kingdoms, called Kingdom of Gowa and Tallo Kingdom, located in the south-western peninsula of Sulawesi with a strategic position in the spice trade.
In a fairly long period, the Sultanate of Makassar (Gowa-Tallo) was involved in competition with the kingdom of Bone. The rivalry between the two forces eventually involved the intervention of the Netherlands in a battle called Makassar War (1660-1669).
Later in the war the sultanate of Makassar was led by Sultan Hasannudin, but he could not break the power of the Kingdom of Bone, which was aided by the Dutch, who wanted to rule Makassar. Then Hasannudin was forced by the VOC to sign the agreement of Bungaya (18 November 1667) as a sign of surrender to the VOC.
Makassar was a free port that was important for all foreign traders and local merchants. This free trade lead to conflict with the Dutch, who wanted to force restrictions on shipping and monopoly of the spice trade. The dispute with the Netherlands eventually led to the collapse of the Sultanate of Makassar.
The Bungaya Agreement. Below is the content of the agreement between the Sultanate of Makassar with VOC (Dutch):

1. VOC gained monopoly rights in Makassar.
2. VOC was allowed to establish a fort in Makassar.
3. Makassar must release the colony like Bone.
4. All foreign nationals are expelled from Makassar, except VOC.
5. The Kingdom of Makassar was minimized as Gowa.
6. Makassar pay all debts of the war.
7. Aru Palaka was recognized as King of Bone.
 
The history of Makasar, Gowa and Tallo is connected.

Daftar Raja / List of kings

Raja-raja yang pernah memerintah Kesultanan Makassar, antara lain sebagai berikut:

* 1591-1629: Sultan Alauddin
* 1639-1653: Sultan Muhammad Said
* 1653-1669: Sultan Hasanuddin

– Sumber / Source: Wiki


Komplek makam raja-raja Makasar / Gowa

Makam Sultan Hasanudin berada di komplek pemakaman raja-raja Gowa yang terletak di Katangka, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa.


Benteng Rotterdam

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.


– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Makassar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar
Sejarah kesultanan Gowa, Makassar di Melayuonline: link
Sejarah Gowa, Makassar, Tallo:  http://fatwarohman.blogspot.co.id/2013/10/kesultanan-makassar-gowa-tallo.html
– Sejarah kesultanan Makasar: http://www.tendasejarah.com/2013/09/sejarah-kerajaan-makassar.html
– Daftar Raja Makasar: Wiki

– Perjanjian Bungaya (1667): https://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Bungaya
– Benteng (Fort) Rotterdam: https://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam
– Perang Makasar: http://ujpunj2012.blogspot.co.id/2012/12/calvin-great-perang-makassar.html


* Foto kesultanan Makasar: link

Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin, 1653-1669


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: