Kediri, kedatuan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kedatuan Kediri terletak di Pulau Lombok.

The principality (Kedatuan) of Kediri was located on the island of Lombok.
For english, click here

pulau Lombok

Lokasi pulau Lombok


* Foto pulau (island) Lombok: link
* Foto intervensi Belanda di Lombok 1894: link


Sejarah kerajaan Kediri

Sejak meninggalnya I Gusti Wayan Tegeh pada tahun 1775, Tanjungkarang tidak lagi memegang peranan penting dan digantikan oleh munculnya kerajaan Karangasem sasak yang sejak tahun 1720 telah berada di bawah pemerintahan I Gusti Anglurah Made Karangasem, Dewata di Pesaren Anyar Bali. Tidak banyak yang dapat di ketahui tentang kegiatannya, namun dalam struktur pemerintahan kerajaan Karangasem Sasak di Lombok ia menempati status yang paling tinggi yaitu sebagai wakil (koordinator) kerajaan Karangasem di pulau Bali. pada saat itu raja Mataram berstatus sebagai Patih, sedangkan raja-raja kecil lainnya seperti kerajaan Pagutan, Pagesangan, Sengkongo`, dan kerajaan Kediri memiliki status sebagai manca.

Raja I Gusti Anglurah Made Karangasem yang kemudian setelah meninggal di sebut Dewata di Karangasem Sasak, mempunyai dua orang istri dan sepuluh orang anak. Diantara anaknya itu ada yang bernama Ratu Ngurah Made Karangasem, yang menggantikannya sebagai raja di kerajaan Karangasem Sasak. Dia kawin dengan saudara sepupunya yaitu putri dari raja Karangasem Bali, bernama I Gusti Ayu Agung.
Pada masa pemerintahannya, kerajaan Karangasem Sasak kekuasaannya semakin besar, beberapa kerajaan kecil seperti kerajaan Sengkongo`, dan kerajaan Kediri pada tahun 1804 ada dibawah kekuasaannya.
– Sumber: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/munculnya-kerajaan-karangasem-sasak.html


Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok permulaan

Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau), namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Di Lombok, dalam perkembangannya meninggalkan jejak berupa empat kerajaan utama saling bersaudara, yaitu Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, dan Kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, Samarkaton dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini selanjutnya menjadi wilayah yang merdeka, setelah kerajaan Majapahit runtuh. Di antara kerajaan dan desa itu yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok.


Masuknya Islam di Lombok
.
Sebelum masuknya Islam, masyarakat yang mendiami pulau Lombok berturut-turut menganut kepercayaan animisme, dinamisme kemudian Hindu. Islam pertama kali masuk melalui para wali dari pulau Jawa yakni sunan Prapen pada sekitar abad XVI, setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.

Dalam menyampaikan ajaran Islam, para wali tersebut tidak serta merta menghilangkan kebiasaan lama masyarakat yang masih menganut kepercayaan lamanya. Bahkan terjadi akulturasi antara Islam dengan budaya masyarakat setempat, karena para penyebar tersebut memanfaatkan adat-istiadat setempat untuk mempermudah penyampaian Islam. Kitab-kitab ajaran agama pada masa itu ditulis ulang dalam bahasa Jawa Kuno. Bahkan syahadat bagi para penganut Wetu Telu dilengkapi dengan kalimat dalam bahasa Jawa Kuno. Pada masa itu, yang diwajibkan untuk melakukan peribadatan adalah para pemangku adat atau kiai saja.

Kerajaan Lombok, ketika Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Rangkesari, Pangeran Prapen, putera Sunan Ratu Giri datang mengislamkan kerajaan Lombok. Dalam Babad Lombok disebutkan, pengislaman ini merupakan upaya dari Raden Paku atau Sunan Ratu Giri dari Gersik, Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara. Proses pengislaman oleh Sunan Prapen menuai hasil yang menggembirkan, hingga beberapa tahun kemudia seluruh pulau Lombok memeluk agama Islam, kecuali beberapa tempat yang masih memepertahankan adat istiadat lama.

– Sumber dan lengkap: http://fadlisworld.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-masuknya-islam-di-lombok.html


Peta kuno Lombok

Untuk peta kuno lokasi pulau Lombok, abad ke-15, 1660, 1683, 1683, 1725, 1800-an, klik di sini

Lokasi Lombok, tahun 1660


Sumber Kedatuan Kediri

– Kedatuan Kediri: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/munculnya-kerajaan-karangasem-sasak.html

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://melayuonline.com/ind/history/dig/307/kerajaan-lombok
– Sejarah pulau Lombok di Wiki:  https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Lombok#Sejarah

Sumber masuk Islam di Lombok

– Masuk Islam di Lombok: http://fadlisworld.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-masuknya-islam-di-lombok.html
– Masuk Islam di Lombok: http://situs9.blogspot.co.id/2014/08/masuk-dan-berkembangnya-agama-islam-di.html