Seruway, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Aceh Tamiang

Kerajaan Seruway terletak di Sumatera, Kab. Aceh Tamiang, prov. Sumatera Utara. Kerajaan ini muncul abad ke-19.

The Kingdom of Seruway was located in Aceh, north Sumatera province. 19th Century.
For english, click here

Kab. Aceh Tamiang


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN  SERUWAY

Kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah Tamiang / Aceh

* Kerajaan Bukit Karang, abad ke-10 – 1330
* Kesultanan Benua (Banua) Tamiang, 1330 – 1558
* Kerajaan Karang, 1558 – 1945
* Kerajaan Benua Tunu, 1558 – 1945
* Kerajaan Seruway, abad ke-19 – 1945
* Kerajaan Bendahara, abad ke-19 – 1945


Sejarah kerajaan Seruway, abad ke-19

Terbentuknya kerajaan Seruway berawal dari sebuah perebutan kekuasaan antara T. Sulung dan T. Absah. Bermula pada saat Raja Mamat yang sedang bermain catur di halaman kerajaan dan mendapat laporan dari sang prajurit bahwa pasukan Gajah Mada telah berlayar ke Tamiang dengan tujuan ingin merebut tata kekuasaan di daerah tersebut. Namun karena raja Mamat yang sedang keasikan bermain catur meremehkan kabar tersebut.

Lalu tibalah kabar kedua, namun Sang Raja tetap saja tidak merespon. Hingga sampai kabar ketiga, barulah raja kalang kabut memikirkan tindakan apa yang harus dilakukan agar pasukan Gajah Mada tidak dapat masuk dan menyerang. Lalu terlintaslah dipikiran raja bahwa ada sebuah lumbung padi yang bisa dipakai untuk membuat bendungan di sungai Tamiang. Tanpa pikir panjang Sang Raja langsung melaksanakan idenya tersebut.

Memang dengan tindakannya itu raja Mamat berhasil menghentikan pasukan Gajah Mada, namun hal ini membuat raja Mamat merasa tidak pantas lagi menjadi raja Tamiang karena kelalaian dan sifat meremehkan musuh sehingga menghabiskan begitu banyak padi yang menyebabkan mubazir. Dikarenakan rasa putus asa yang begitu besar terus mendera, Sang Raja pun mengambil selembar daun bebirah dan mengayuhnya ke hilir sungai dan sejak saat itu tak terdengar lagi kabar raja Mamat.

Posisi raja Tamiang pun digantikan oleh Raja Mahmud yaitu anak tunggal raja Mamat. Tapi raja Mahmud tidak bernasib mujur karena meninggal dunia di usia muda akibat sakit. Disinilah bermula perang saudara tersebut. oleh karena raja Mahmud tidak memiliki anak laki-laki yang berhak menjadi raja, maka terjadilah perseteruan antara T. Sulung dan T. Absah. pada dasarnya yang berhak menjadi raja Tamiang adalah T. Sulung, akan tetapi disitulah awal mula permasalahannya.

Terjadilah perpecahan di kerajaan Tamiang, yang akhirnya Sang Raja T. Sulung membentuk kerajaan sendiri di Karang Baru dan T. Absah mendirikan dua kerajaan yang terletak di daerah Benua Raja yaitu kerajaan Bendahara dan Kerajaan Seruway.

Kerajaan Seruway dibentuk pada sekitar tahun 1887 oleh perintah Raja Absah, dan kerajaan ini dipimpin oleh T. Abdul Majid dan setelah dia meninggal posisi itu digantikan oleh T. Zainal Abidin yaitu anak tunggal T. Abdul Majid. T. Zainal Abidin menjadi raja di Istana Seruway hingga yang terakhir.


Daftar Raja / List of kings kerajaan Seruway

* 1865-1902: R Sulung Laut
* 1902-1917: T Hitam Abdul Majid
* 1917-1928: T Kamaruddin
* 1928-1945: T Zainal Abidin

– Sumber / Source:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/


Istana kerajaan Seruway

Istana Raja Seruway adalah peninggalan kerajaan Seruway yang dibangun pada tahun 1887 M. Dulunya, di istana  ini banyak sekali dokumen penting serta barang-barang bersejarah lain. Namun pada masa Darul Islam di Aceh, sejumlah barang bernilai sejarah itu pun hilang. Sama seperti Istana Raja Tamiang lainnya, Istana raja Seruway juga telah menjadi cagar budaya di bawah Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Kabupaten Aceh Tamiang.


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

———————————–

Peta Aceh 1595


Sumber / Source

– Tentang kerajaan Seruway: http://istanakerajaanseruway.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-seruway.html
Daftar raja Seruway:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/

– Sejarah kerajaan kerajaan di  Tamiang:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan kerajaan di Tamiang: http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html
– Sejarah kerajaan Tamiang: http://acehdalamsejarah.blogspot.co.id/2009/10/sejarah-kerajaan-tamiang.html


3 Comments

3 thoughts on “Seruway, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Aceh Tamiang

  1. wansyaifuddin

    siapakah cutawan? Benerkah dulu rajadiseruwey? Mhn peetunjuknya.

    • Sultans in Indonesia

      KYT, bisa menjelaskan pertanyaan anda ?
      Dengan hormat, Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: