Famur Danar, ratskap / Kep. Kei, P. Kei Kecil – Prov. Maluku

Ratskap Famur Danar berkedudukan di desa Danar Ternate, pulau Kei Kecil, Kep. Kei, prov. Maluku.
Di Kepulauan Kei terdapat negeri-negeri kecil, yang disebut Ratskap, dan dikepalai Rat.
Ratschap  Famur Danar, terdiri dari 5 (lima) desa, yaitu Desa Danar, Desa  Lumefar, Desa Ohoiseb, Desa Ngursoin, Desa Ohoider, dan 5 (lima) dusun.

Lokasi Kepulauan Kei 

————————

123456789


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Foto budaya suku Kei: link


Video budaya suku Kei

* Tarian Saryat suku Kei: link
* Tarian adat suku Kei: link
* Tarian tradisional kep. Kei: link
* Pengukuhan raja Dullah (2020): link
* Pengukuhan raja Raut Kilsoin (2020): link
* Pengukuhan raja Kat El Ohoinangan (2020): link


Foto Maluku

* Foto Maluku masa dulu: link
* Foto Baileo di Maluku: link
* Foto tarian Cakalele: link
* Foto situs kuno di Maluku: link


RATSKAP FAMUR DANAR

Umum

Ratskap Famur Danar berkedudukan di desa Danar Ternate, pulau Kei Kecil, Kep. Kei, prov. Maluku.
Ratskap ini masuk Sor Liw.


Tentang rat Famur Danar

2 november 2019
Rat (Raja) Famur Danar ke-15, Abdul Gani Hanubun, S.Sos, secara resmi sabtu dilantik atau dikuhkuhkan secara adat dalam prosesi adat Kei di Ohoi Danar, ibu kota Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Rat Famur Danar ke-15, Abdul Gani Hanubun, saat pelantikan 2 november 2019

Rat (Raja) Famur Danar ke-15, Abdul Gani Hanubun

——————
Video pelantikan Rat Famur Danar ke-15, Abdul Gani Hanubun, 2 november 2019


Rat Famur Danar kukuhkan 7 kepala Ohoi definitif

13 januari 2019
Raja (Rat) Famur Danar ke-15, Hi. Muhamad Hanubun melakukan Pengukuhan Adat kepada 7 orang calon Kepala Ohoi menjadi Kepala Ohoi Definitif di Wilayah Loor Siw dalam dua kekuasaan Raja (Ratschap) yang berbeda, bertempat di Balai Ohoi Danar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Kekuasaan tertinggi Utan Loor Siw ada di tangan Raja (Rat) Famur Danar dan Pengukuhan Adat ini dilaksanakan oleh Rat Famur Danar dikarenakan Raja (Rat) Dit Sakmas (Wain) belum ada (Vacum), maka segala sesuatu yang berhubungan dengan Adat akan dilaksanakan oleh Rat Famur Danar.
Ohoi yang termasuk ke dalam kekuatan Rat Famur Danar adalah Ohoi Danar Sare dan Ohoi Danar Ternat, sementara 5 ohoi lainnya adalah anggota Rat Sakmas Wain, Ohoi Orongkai Mastur, Ohoi Orongkai Abear Kamear, Ohoi Soa watngon, dan Ohoi Soa Yafavun.

Rat Famur Danar Hi. Muhamad Hanubun


Sejarah Ratskap Famur Danar

Ratschap  Famur Danar, terdiri dari 5 (lima) desa, yaitu Desa Danar, Desa  Lumefar, Desa Ohoiseb, Desa Ngursoin, Desa Ohoider, dan 5 (lima) dusun.

Sebutan/julukan Nen Dit kemudian disandingkan kepada dua putri bangsawan dari Bali yang dijuluki dua srikan di Larvul Ngabal dari Bali masing-masing Putri keturunan kasdew/bawdew (dari Bali) yang bernama Sakmas dengan sebutan NEN DIT SAKMAS (Srikandi Larvul) sebagai pelopor dan pelaku terbentuknya hukum adat Larvul di kepulauan Kei. Nen Dit Sakmas memulai perjalanan sejarahnya dengan mencari dan menemukan jodohnya dengan Arnuhu di danar. (Bangsawan dari Luang Mobes).
Perkawinan Nen Dit Sakmas dengan Arnuhu Danar secara adat dan tidak punya turunan namun, terbentuk dua kerajaan yakni:
1. Arnuhu menjadi Raja Danar dengan gelar Rat Famur (Danar).
2. Dit sakmas menjadi raja di Wain dengan gelar Rat Dit Sakmas (Wain).
Nen Dit Sakmas dalam perjalanan sejarahnya membawa sebuah Hab (Saloi) yang berisi perbekalan dan ditancapi tujuh helai daun kelapa (cikal bakal huwear-sasi) serta membawa seekor kerbau (Kemudian kerbau dipotong dan dibagi kepada sembilan kelompok) dan lahirlah istilah Kerbau Siw-Ursiw (Lorsiw). Alat yang dipakai untuk memotong kerbau siu itu disebut siruk/pedang dari Bali. Darah yang terpancar dari pemotongan kerbau dijadikan lambang komunitas Ursiw dengan sebutan Lorsiw. Hingga saat ini srikandi Nen Dit Sakmas tersenyum mekar di Alam Maya karena pewaris Larvul maupun sebagian Ngabal mengenanginya dengan membuat pemugaran pada pusara (Situsnya, menghidupkan kembali eksistensinya dalam berbagai versi sejarah dan kreasi seni.

Putri keturunan Jingra Bangsawan dari Bali Nen Dit Somar (Srikandi Lor Lim) sebagai pelopor dan pelaku terbentuknya hukum Ngabal di kepulauan Kei. Nen Dit Somar memulai perjalanan sejarahnya dengan dicari untuk dijadikan jodoh atau pasangan hidup oleh Wadufin Tailelew (bangsawan keturunan datuk Abdullah dari Aceh-pembawa/penyiar misi agama Islam pertama di Kepulauan Kei di Maluku).
Perkawinan Dit Somar dengan Wadufin Tailelew secara Biologis dan mempunyai keturunan hingga sekarang (Marga Difinubun). Sebagai bukti perkawinan, Dit Somar dan Wadufin Tailelew diberi Nganga/Tombak dari Bali yang disebut Ngabal sebagai alat untuk melindungi diri mereka ketika kembali ke kampung halaman (Ohoi Fer). Nganga atau Ngabal kemudian dijadikan sebagai lambang untuk mengukuhkan/melantik Hila’ai Talarat Fer menjadi Rat/Raja Tubav Yam Lim (Raja Fer) untuk pertama kali sebagai Uun Rat (Kepala Raja dalam Utan Loor Lim di Kepulauan Kei). Sangat disayangkan! Srikandi Nen Dit Somar hingga saat ini hanya tinggal nama bahkan jarang disebut namanya oleh pewaris Ngabal, bahkan ada yang tidak mau tahu mengenal sosok dan sejarahnya. Pemerintah Daerah pun tidak mau mengurusi, apalagi Masyarakat (Kei Umum) yang hanya tepuk dada bahwa memiliki tapi tidak peduli di mana pusara (Situsnya, sejauh mana eksistensi kesejarah hanya).


TENTANG NEGERI DAN PEMERINTAHAN NEGERI DI KEP. KEI

Untuk pemerintahan negeri di kepulauan Kei, klik di sini


Sumber Kep. Kei

– Tentang Rat dan ratskap: https://medium.com/
Adat pemerintahan Ratskap: http://ohoitelcommunity.blogspot.co.id/
Adat pemerintahan Ratskap: https://www.facebook.com/notes/kei-besar
– Suku Kei (masyarakat): http://suku-dunia.blogspot.nl/
– Sejarah kepulauan Kei: https://hukubun.wordpress.com/
– Hukum Adat di kepulauan Kei: http://hasanudinnoor.blogspot.co.id/
– Sejarah kepulauan Kei: http://kebudayaanmasyarakatkei.blogspot.co.id/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: