Seba (Heba), Kerajaan / Nusa Tenggara Timur – Savu

Kerajaan Seba (Heba) terletak di pulau Sawu. Kab. Sabu Raijua, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Seba was a kingdom on the island of Savu. District of Sabu Raijua.

Klik foto untuk besar !

Provinsi NusaTenggara Timur

Provinsi NusaTenggara Timur (hijau)

Pulau Savu

Pulau Savu


* Foto pulau Savu: link
*
Foto situs kuno / megalitik Sawu: link


Sejarah / History kerajaan Seba

Pulau Sabu juga dikenal sebagai Savu atau Sawu. Warga di pulau itu sendiri menyebut pulau mereka Rai Hawu, yang berarti Tanah Hawu. Dan orang-orang Sabu menyebut diri Do Hawu. Nama resmi yang digunakan oleh pemerintah daerah adalah Sabu. Orang Sabu menjelaskan, bahwa nama pulau ini berasal dari nama Ga Hawu, nama salah satu dari nenek moyang mereka, yang dianggap datang ke pulau pertama. Kontak awal adalah dengan Belanda VOC pada tahun 1648. Referensi ke Sabu dari periode selalu menyangkut tentara Sabu, tentara bayaran atau budak. Pada 1674, awak sekoci Belanda dibantai di Timur Sabu, setelah kapal mereka kandas. Belanda merespon dengan membentuk aliansi dengan raja dari Seba, sehingga pasukan bisa dikirim untuk membalas. Namun, mereka gagal masuk benteng Hurati, di B’olou Desa Sabu Timur, seperti yang dikelilingi oleh tiga tembok pertahanan. Untuk menyelamatkan muka, kekuatan Belanda menerima pembayaran dalam bentuk budak, emas dan manik-manik.
——————–
Sabu Island also known as Savu or Sawu. Residents on the island itself call their island Rai Hawu, which means Land of Hawu. And Sabu people call themselves Do Hawu. The official name used by local government is Sabu. Sabu people explains, that the island’s name is derived from the name of Ga Hawu, the name of one of their ancestors, who are considered came to the island first. Initial contact was with the Dutch Vereenigde Oost-Indische Companie in 1648. References to Savu from the period invariably concern Savunese soldiers, mercenaries or slaves. In 1674, the crew of a Dutch sloop were massacred in East Savu, after their vessel ran aground. The Dutch responded by forming an alliance with the raja of Seba, so troops could be sent in to retaliate. However, they failed to enter the fortress of Hurati, in B’olou Village of Eastern Savu, as it was ringed by three defensive walls. To save face, the Dutch force accepted payment in the form of slaves, gold and beads.


Daftar raja / List of kings Seba

1) Kore Rohi was the 1st King recognized by Portugese.
2) J’ami Kore.
3) Hab’a J’ami.
4) Lay Hab’a.
5) Bire Lay.
6) Riwu Bire.
7) Lomi Riwu.
8) Ina Tenga (her Savunese Loving Name), (Beni Ae/Queen) died in 1684. Her first Savunese name is not known. Succeded by her nephew, a son of her brother Lay Lomi.
9) J’ara Lomi (a succesor before 1694, brother of Lay Lomi and Ina Tenga).
10) Wadu Lay (mentioned between 1710 and 1731, son of Lay Lomi, nephew of Dj’ara Lomi and Ina Tenga).
11) J’ara Wadu (son of Wadu Lay, mentioned: 1746 or ’47-1761 or ’67).
12) Lomi J’ara (known also as Ama Doko: his Savunese loving name. He is known from the Visit of Captain Cook in 1770 and died in November 1778. He is a son of J’ara Wadu (Dj’ara Wadu).
13) Doko Lomi (eldest son of Lomi Dj’ara 1790-1794). Some information mentioned that Doko Lomi succeded his father about ten years earlier which was from 1778.

A certain Meha Mano (Mesa Mano) was made fettor of Heb’a (Seba) after his deceased father in the year 1790. Meha is subtitute for Mesak or Mesach.

14) Riwu Doko (son;until 18..)??
15) Bire Doko (brother; until 1830)??
15) Dj’ara….. (Ama Loni)(different lineage; 1830-1859).
16) Talo Dj’ara (Ama D’ima)(son; 1859-1863).
17) (Ama Nia) Dj’awa….. (son of 16; 1863-186 .
18) Kaho Dj’awa (Ama Doko) (son; first Christian King; also named Sjarle Kaho Dj’awa; 1868-1881; died).
19) Lazarus Rohi Dj’awa (Rosi Dj’awa) (1881 – his death 12/2/1890; brother).
20) Alexander Rihi Dj’awa (1890 – his death 1901; brother).
21) Elias Ludji Radja Pono (1901 – his death 2/11/1906; brother).

The brother of 20 until 23 was King (Ama Ludji) Dimu….. of Melolo/Sumba, who ruled there f.i. in 1890.

24) Samuel Thomas Dj’awa (Logo Rihi); son of 22; 1906 ruled until his death 28/9/1935; born 16/4/1885; from 1914-1918 he was made by Dutch the chief of a sort federation of the 5 principalities of the Savu Islands.
25) Paulus Charles Dj’awa (Rohi Rihi; brother; 1935 – his death in 1963).
26) David D. Bire Ludji (of different lineage; 1963-19../died 1992).
He was also the last ruler of the Seba pricipality.

Sumber: link (tidak ada lagi di internet)


Istana kerajaan Seba, Teni Hawu

Istana ini dibangun pada tahun 1875 silam dan terletak di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Istana Teni Hawu didirikan oleh Raja Sabu ke IX-XI. Kini istana tersebut dikelola oleh Agustina, keturunan ke-IV dari Raja Sabu ke-XI.

Di dalam Istana Teni Hawu masih terdapat berbagai dokumen dan peralatan yang dipakai oleh Raja untuk mepersatukan masyarakat Sabu. Demikian juga di bagian depan Istana terdapat 2 buah meriam yang masih utuh. Konon menurut cerita pihak istana bahwa kedua meriam tersebut merupakan meriam yang dijatuhkan tentara Jepang pada saat perang dunia kedua yang ditujukan untuk melumpuhkan kekuatan Raja. Namun meriam tersebut tidak bisa meledak karena adanya kekuatan majis yang melindungi istana tersebut.

Sumber: http://tourism.nttprov.go.id/objek/383-istana_teni_hawu_di_sabu_seba


Peta kuno

klik peta untuk besar

Nusantara, tahun 1493

Kepulauan Sunda Kecil, tahun 1725


Sumber / Source

– Sejarah: link (tidak ada lagi di internet)
Daftar raja: link (tidak ada lagi di internet)

– Sejarah Kab. Savu Raijua: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sabu_Raijua#Sejarah
– Suku Sabu (Savu): http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-sabu-nusa-tenggara-timur.html
– Sejarah Savu: http://savuraijuatourism.com/2/page/26/sejarah
– Sejarah Savu: http://nttonlinenow.com/home/89-cerita-ntt/3912-sejarah-sabu-raijua
– Sejarah Suku Savu: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-suku-sawu.html

English


Foto foto

Raja Lazarus Rosi Djawa dari Seba (1881-1890)

Raja Seba (Sawu) ca. 1870

Raja Seba (Sawu) ca. 1870.  Source: kerajaan indonesia


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: