Lengkese, kerajaan / Prov. Sulawesi. Selatan – kab. Takalar

Kerajaan Lengkese adalah kerajaan di Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan, Kab. Takalar. Kerajaan ini beriri pada abad ke-16.

The kingdom of Lengkese is located on Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan, Kab. Takalar. Founded in the 16th century.
For english, click here

Lokasi kabupaten Takalar


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN LENGKESE

Sejarah kerajaan Lengkese

Komunitas adat Lengkese dulunya merupakan bagian dari wilayah kerajaan tua Kalimporo. Bersama dengan negeri-negeri Turatea (Laikang, Bangkala dan Binamu) dan Lakatong berada di bawah kekuasaan Gowa setelah Kalimporo melemah.
Sebelum perjanjian Bongaya pada 1667, wilayah ini dikontrol oleh I Mammaliang Daeng Pole (putra dari Karaeng Tumailalang Matoaya Kerajaan Gowa, I Mallewai Daeng Ma’nassa) yang kemudian bergelar Karaengta Lengkese dan menetap di Lengkese serta mejadi ayah dari beberapa orang anak dari seorang istri yang tidak disebutkan namanya.
Pada tahun 1664, I Mammaliang Daeng Pole Karaeng Lengkese menggantikan ayahnya sebagai Tumailalang Matowa di Kerajaan Gowa, namun beliau tetap berhubungan dengan Lengkese hingga tahun 1667 di mana tahun itu pula wilayah-wilayah ini ditaklukkan oleh Kompeni Belanda bersama Lakatong, Takalara, Topejawa, Pappa, Galesong dan Polongbangkeng.
Pada awal abad ke-18, Lengkese dibawah penguasaan Karaeng Bontolangkasa (I Mannawari Sultan Abd Hadi) ketika Karaeng Bontolangkasa bertindak sebagai raja di Kerajaan Gowa. Pada tahun 1781, Lengkese diambil kembali oleh Kompeni dan sejak saat itulah selalu dipimpin oleh Gallarrang, adapun gallarrang yang pertama disebut bernama I Daeng Maccopa, seorang yang kaya.
Pada tahun 1824 status Lengkese menjadi bagian dari Distrik Takalara bersama Lakatong yang merupakan bagian dari Divisi Distrik Selatan. Gallarrang Lengkese dibantu dalam pemerintahan oleh Jannang Bonto Ba’do, Jannang Timporongang dan Jannang Bontomanai. Para Jannang dalam mengkoordinir masyarakatnya dibantu oleh Suro yang diangkat dan diberhentikan oleh para Jannang. Dijelaskan pula bahwa Lengkese tidak memiliki ornamen (regalia kalompoang) bahkan mereka tidak tahu, apakah benda-benda semacam itu pernah ada. (Diolah dari Adatrecht Bundels,  Zuid Celebes Hal 324 – Gravenhage, Martinus Nijhoff 1929 oleh Kala’birangta Institute).


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Foto

Duduk di depan (dari kiri) : I-Tjoneng Karaeng Manjalling, I-Mappanyukki, H. Van der Wall (Controller), Assisten Controller, I-Mangi-mangi, Karaeng Barangmamase, Bakeng (anak pelihara Karaeng Barangmamase)
Berdiri di belakang (dari kiri): Karaeng Lembang Parang, Kadi Gowa, Karaeng Popo, Karaeng Lengkese, Karaeng Katapang (Karuwisi).
Tempat di depan Kantor Onderafdeeling Gowa, Sungguminasa. (Foto tahun 1924). Koleksi pribadi. Sumber foto: nur kasim, FB


Peta Sulawesi Selatan tahun 1909


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: