Sejarah Negeri Soahuku

———————————————————————————————————————-
Artikel lengkap : https://groups.yahoo.com/neo/groups/ambon/conversations/messages/29848
I. TERBENTUKNYA NEGERI SOAHUKU

Sebagaimana kita ketahui lewat buku-buku karangan penulis sejarah seperti: Rumpius 1700, Valentiyn 1724,
Poetiray 1925, Tielman 1925 dll. Bahwa hampir seluruh pantai pulau seram dalam abad 13 dan 14 belum ada
penghuninya. Akibat dari perpecahan di Nunusaku maka rakyat pulau Seram terpencar di sekeliling tempat.
Demikian pula dengan Kapitan Urumaenalo dari keluarga Ruhupessy. Setelah ia tiba di hutan Soa Huku,maka ia
mengambil tempat tinggal di Aikasuro. Menurut penuturan orang tua-tua negeri Soahuku bahwa
Urumaenalo berdiam di Aikasuro karena ini tempat kediamannya yang terakhir dihutan, dan baiklah kita
tetapkan Aikasuro sebagai tempat asal mulanya negeri Soahuku.

Aikasuro terletak didalam petuanan negeri Soahuku. Selama kapitan Urumaenalo berdiam di Aikasuro maka
selalu ia mengadakan peninjauan ke daerah kekuasaanya. Kemudian datang juga Anakotta dan Titaley, yang
disusuli denga Ririnama dan Simatau. Mereka bergabung dengan Urumaenalo sehingga merupakan satu kesatuan
persaudaraan yang kuat walaupun mereka tinggal agak berjauhan satu dengan lain. Hal ini dapat juga dilihat
dari benteng mereka yang kini masih ada bekasnya.
Kemudian datang juga keluarga-keluarga lain dimana mereka ditemui oleh kapitan Urumaenalo dengan senang
hati untuk menjadi satu negeri bersama-sama dengan keluarga-keluarga lain yang sudah ada. Mereka yang
datang masing-masing adalah keluarga :
1. Wakanno dari Banda
2. Ruhupessy kambelo dari(Kambelo)Seram Barat, mereka
datang lewat Sepa.
3. Latuny dari Nolana(Maloa) Seram Barat.
4. Kakiay dari Ariuno (Humpinelo)
5. Tamaela dari Hukuanakotta (Seram Barat)
6. Sopacua dari Hukuanakotta (Seram Barat)
7. Latarissa dari Bacan.

Sebagai bukti bahwa mereka tidak bermusuhan dengan
kapitan Urumaenalo maka di bawa serta tanda fam/marga
masing-masing dan diberikan kepada kapitan Urumaenalo
sebagai pemilik petuanan.
1. Tanda bukti pengenal tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Ruhupessy Kambelo, membawa burung Guheba dan ikan
Kalapessy.
b. Latuny,membawa Kelapa Raja dan Ikan salmaneti
Putih.
c. Kakiay,pohon Bawang Laut dan Ikan Tatu Merah.
d. Wakanno,membawa Pala dan Ikan Ciori
e. Tamaela,membawa arombai dan ikan Tuu.
f. Sopacua,membawa burung taon-taon dan ikan Tuu
g. Latarissa,membawa pohon bambu dan ikan
bendera(artepono).
Setelah keluarga-keluarga tersebut mengambil tempat kediaman masing-masing,maka Urumaenalo membagi
keluarga-keluarga itu atas 4 soa. Kecuali Anakotta, Ririnama, Simatau dan Titaley karena mereka tinggal
agak jauh.

2. Soa-soa tersebut adalah sebagai berikut :
1) Tamaela,Latuny,Sopacua : Soa Latu
2) Ruhupessy Latarissa : Soa Suun
3) Wakanno : Soa Waka
4) Kakiay : Soa Nopu.

Selain itu masing-masing marga menetukan Teonnya sendiri sebagai nama gelaran dari mata rumah mereka,
masing-masing teon adalah sebagai berikut :
� Ruhupessy : Wairusi
� Tamaela : Sitania
� Sopacua : Sitania
� Wakanno : Hakalessy
� Latuny : Simpele
� Kakiay : Naata
� Latarissa : Wakasama
Untuk mempertahankan daerah kekuasaan mereka maka kapitan Lauro Nikulau (Latuny) menjaga tanjung Kuako.
Selama penjagaannya ia membunuh banyak orang yang mendarat disitu sehingga tempat disebelah barat
tanjung Kuako disebut Haualauwo yang artinya berbau darah karena pembunuhan.
Selain kapitan Lauro Nikulau yang membunuh banyak
orang ditanjung Kuako maka kapitan Sopinae Lamansama Wakanno juga termasuk seorang kapitan yang bengis. Ia
selalu mengejar orang untuk dibunuh sehingga negeri Soahuku disebut juga Kansuiro yang artinya �Kejar
mengejar Orang untuk di bunuh�.
Satu kenyataan ialah ia mengejar dan mengusir keluarga Paliama yang secara
diam-diam menempati daerah kekuasaan mereka yaitu di makelewono. Paliama kemudian pindah ke Siri Sori
Saparua meninggalkan benteng mereka yang hingga kini masih ada. Ayah dari Sopinae Lamansama Wakanno bernama Pitalaale. Sopinae tidak mengenal ampun maak dari keperkasaanya kita dapat berpela dengan Ameth.
Sebelum rakyat Soahuku turun kepantai maka keluarga Titaley, Anakotta, Simatauw dan Ririnama berpindah ke
Saparua (lihat sejarahnya dibawah).
—————————————————————————————————————————–

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: