Kahuripan, kerajaan / Prov. Jawa Timur

Kerajaan Kahuripan: 1009 – 1049. Terletak di Jawa timur.
Kahuripan adalah nama yang lazim dipakai untuk sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Airlangga pada tahun 1009. Kerajaan ini dibangun sebagai kelanjutan Kerajaan Mataram Kuno (Medang) yang runtuh tahun 1006.

The kingdom of Kahuripan: 1009 – 1049. Located on east Java.
For english, click here

Lokasi prov. Jawa Timur


* Foto kerajaan / kingdom Kahuripan: link

* Foto foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto foto Jawa masa dulu: link
* Foto foto situs kuno di Jawa: link


Sejarah / History

I   Garis sejarah kerajaan Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

II  Sejarah / History kerajaan Kahuripan, 1006–1049

Kahuripan adalah nama yang lazim dipakai untuk sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Airlangga pada tahun 1009. Kerajaan ini dibangun sebagai kelanjutan Kerajaan Medang yang runtuh tahun 1006.
Pada tahun 1009, datang para utusan rakyat meminta agar Airlangga membangun kembali Keraajaan Medang. Karena kota Watan sudah hancur, maka, Airlangga pun membangun ibu kota baru bernama Watan Mas di dekat Gunung Penanggungan.
Pada mulanya wilayah kerajaan yang diperintah Airlangga hanya meliputi daerah Gunung Penanggungan dan sekitarnya, karena banyak daerah-daerah bawahan Kerajaan Medang yang membebaskan diri.
Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membagi kerajaannya menjadi dua, yaitu bagian barat bernama Kadiri beribu kota di Daha, diserahkan kepada Sri Samarawijaya, serta bagian timur bernama Janggala beribu kota di Kahuripan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan.
Setelah turun takhta, Airlangga menjalani hidup sebagai pertapa sampai meninggal sekitar tahun 1049.

Sumber: Wiki

Peta wilayah kerajaan Kahuripan


Daftar Raja / List of Kings

Airlangga memerintah 1019-1045, mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang.
Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri.
– Sumber: Wiki


Tongkat Dua Naga simbol pembagian Kerajaan Kahuripan

Tongkat berwarna emas dengan pegangan dua kepala naga ini merupakan koleksi Museum Singasari, yang terletak di Desa Klampok, Kecamatan Singosari di Kabupaten Malang. Museum ini terletak berdekatan dengan beberapa situs bekas Kerajaan Singasari, diantaranya Candi Singasari, pemandaian Ken Dedes dan dua arca Dwarapala Raksasa.

Menurut petugas penjaga museum, tongkat berkepala dua naga ini melambangkan pembagian dua Kerajaan Kahuripan menjadi Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu atau Kediri. Bisa dilihat di tongkat, bahwa naga kedua seperti keluar dari tengkuk atau leher bagian atas naga utama.

Berdasarkan Kitab Negarakertagama, Serat Calon Arang dan Prasasti Wurareh di Arca Joko Dolog, pembagian kerajaan Kahuripan dilakukan karena Raja Erlangga mempunyai dua putra yang sama-sama ingin berkuasa. Sebelum membelah kerajaan, Erlangga menempuh cara lain. Dengan bantuan Resi Barada, dia berusaha melakukan pendekatan ke Kerajaan Bedahulu di Bali untuk menjajaki kemungkinan satu putranya menjadi raja di Bali, karena bagaimana pun Erlangga adalah putra sulung raja Udayana. Tapi, kerajaan di Bali sudah dipimpin oleh anak cucu Udayana lainnya.


Peninggalan kerajaan Kahuripan

Petirtaan Belahan, dikenal juga sebagai Candi Belahan
Petirtaan Belahan, dikenal juga sebagai Candi Belahan atau Sumber Tetek, adalah sebuah pemandian bersejarah yang dibangun pada abad ke-11, pada masa pemerintahan raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.

Candi Jalatunda
Candi Jalatunda merupakan bangunan petirtaan yang dibuat pada zaman Airlangga.
Candi ini merupakan monumen cinta kasih Raja Udayana untuk menyambut kelahiran anaknya, Prabu Airlangga, yang dibangun pada tahun 997 M. Sumber lain menyebutkan bahwa candi ini adalah tempat pertapaan Airlangga setelah mengun-durkan diri dari singgasana dan diganti anaknya.

Image result for Candi Jalatunda

Prasasti Kamalagyan
Deze site, die getuigt van de grootheid van koning Airlangga, ligt tussen de huizen van bewoners. Er is niets bijzonders. Op het eerste gezicht lijkt het op een grote grafsteen. Er is geen speciaal teken zoals bij de Majapahit-tempels in het beroemde Trowulan. Er is alleen een beschermende plaats in de vorm van een kleine joglo met een hek rond de inscriptie.

Prasasti Pamwatan
Prasasti Pamwatan adalah sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga, yaitu pada tahun 965 Saka atau 1043 Masehi. Menurut sejarawan L.C. Damais, tanggal tepatnya adalah 20 November 1042. Isi prasasti ditulis dalam bahasa Jawa Kuno. Prasasti ini ditemukan di Desa Pamotan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Dari prasasti ini dapat diperkirakan bahwa ibu kota Kerajaan Kahuripan saat itu ialah Daha.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Kahuripan di Wiki: Wiki
Sejarah kerajaan Kahuripan: http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-kahuripan.html
Sejarah kerajaan Kahuripan: http://wartaloka.blogspot.co.id/2012/02/kerajaan-kahuripan.html
Tahun 1019, kerajaan Kahuripan: http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Archive/Sejarah-Indonesia/Zaman-Pra-Kolonial/Tahun-1000-1099/Tahun-1019-Kerajaan-Kahuripan
Daftar raja: Wiki


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s