Pinrang – daftar dan sejarah kerajaan2 di kab. Pinrang / Prov. Sulawesi Selatan

Kabupaten Pinrang terletak di provinsi Sulawesi Selatan.

Lokasi kabupaten Pinrang


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


KERAJAAN-KERAJAAN DI PINRANG

* Daftar kerajaan-kerajaan di kabupaten Pinrang

Kerajaan-kerajaan di wilayah Pinrang:
Kerajaan Suppa,
Kerajaan Sawitto,
Kerajaan Alitta,
Kerajaan Letta,
Kerajaan Batulappa,
Kerajaan Kassa.

* Sejarah kerajaan-kerajaan di Pinrang

Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki keragamam masyarakat karena merupakan peralihan antara masyarakat Bugis, Mandar, Toraja, dan Enrekang. Karena masyarakatnya saling berbaur, maka muncul lah bahas percampuran yang kemudian dikenal dengan Bahasa Pattinjo.

Sejarah Pinrang pada masa kerajaan

Di masa lalu, sebelum Bangsa Eropa berkuasa di wilayah Pinrang, dahulu wilayah sebelum terbentuknya Pinrang terdiri dari beberapa kerajaan-kerajaan. Adapun beberapa wilayah kerajaan itu yang cukup terkenal di anataranya kerajaan Suppa, kerajaan Sawitto, dan kerajaan Alitta. Ketiga kerajaan tersebut tergabung kedalam persekutuan Limae Ajatappareng bersama dua kerajaan lainnya yaitu kerajaan Sidenreng dan kerajaan Rappang.

Kerajaan Suppa

Seperti epik kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan yang pembentukannya melalui konsep To Manurung atau dikenal dengan kepemimpinan To Manurung, kerajaan Suppa pun sejarah pembentukannya diawali dengan pengangkatan To Manurung sebagai raja atau Datu Suppa pertama oleh orang-orang yang menyaksikan dan mendengar berita kedatangannya di tanah Suppa yang diperkirakan pada abad ke-14.

Kerajaan Suppa merupakan salah satu kerajaan anggota Federasi Limae Ajatappareng yang letaknya di sebelah barat Danau Tempe dan Danau Sidenreng. Sekitar abad ke-15, Federasi atau persekutuan ini muncul dan dipelopori oleh La Makkarawi Datu Suppa (tapi hal ini masih menjadi kajian lebih lanjut) di mana hasil dari persekutuan itu adalah bergabungnya Lima Kerajaan, yaitu kerajaan Sidenreng, Suppa, Sawitto, Rappang dan Alitta.

Salah satu motif bergabungnya kerajaan-kerajaan ini karena dikenal sebagai penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan dan menjadi rebutan bagi kerajaan-kerajaan besar yakni Luwu, Bone, dan Gowa.

Pasca persekutuan terbentuk, tampak eksistensi Ajatappareng makin maju, itu ditandai hadirnya beberapa pedagang dari luar, antara lain Antonio De Paiva pada Tahun 1544, seorang pedagang asal Portugis. Kemajuan perdagangan hasil-hasil pertanian telah mengundang kerajaan yang lebih besar untuk melakukan penguasaan.

Federasi Ajatappareng dan Federasi Massenrempulu, 1670 M

Massenrempulu, 1670

Kerajaan Sawitto

Kehadiran kerajaan Sawitto terdapat dua versi, yaitu pertama beranggapan bahwa kehadiran kerajaan Sawitto berasal dari Toraja, sementara versi lain mengatakan berasal dari Bone. Namun yang pasti kehadiran kerajaan Sawitto bersamaan dengan munculnya seseirang yang tidak diketahui asal-usulnya dan disebut To Manurung sekitar abad ke-14.

To Manurung datang menjelma di lereng barat pegunungan Lamddarau, yaitu suatu tempat yang disebut Lurah Marajae yang berarti telaga luas. To Manurung itu diberi nama Puang Risompae degan gelar Tompoe ri Busa Empo, tempat kemunculannya ini kemudian disebut Nasawi Tottompo, artinya orang yang muncul dari busa air. Tempat inilah yang nantinya berubah penyebutan menjadi Sawitto.
Kedatangan To Manurung itu disambut baik oleh masyarakat dan diangkat menjadi pemimpin di daerah itu. Maka berdiri lah kerajaan Sawitto dengan To Manurung sebagai raja pertamanya.

Pada perkembangan selanjutnya, kerajaan Sawitto terus tumbuh dan melakukan hubungan dengan kerajaan di sekitarnya, bahkan membentuk persekutuan antara kerajaan tetangganya. Persekutan itu dikenal dengan Persekutuan Liame Ajatappareng yang anggotanya terdiri dari Kerajaan Sawitto, Suppa, Alitta, Sidenreng, dan Rappang.

Kerajaan Alitta

Selain kerajaan Suppa dan Sawitto, ada pula kerajaan Alitta, meskipun pengaruhnya tidak sbesar Suppa dan Sawitto, tetapi kerajaan ini juga menjadi salah satu dari anggota persekutuan Limae Ajatappareng. Kerajaan Alitta ini terletak di wilaya utara kerajaan Suppa.

Sejarah Pinrang pada masa pemerintahan Hindia Belanda

Cikal bakal Kabupaten Pinrang berasal dari Onderafdeling Pinrang yang berada di bawah Afdeling Parepare. Onderafseling Pinrang sendiri merupakan gabungan empat kerajaan yang kemudian menjadi selfbestuur atau swapraja, yaitu Kassa, Batulappa, Sawitto dan Suppa.

Kassa dan Batulappa sebelumnya adalah anggota Federasi kerajaan Massenrempulu, sementara Suppa dan Sawitto sebelumnya adalah anggota konfederasi Ajatappareng. Selanjutnya Onderafdeling Pinrang pada zaman pendudukan Jepang menjadi Bunken Kanrikan Pinrang dan pada zaman kemerdekaan akhirnya menjadi Kabupaten Pinrang.

Menjadi Kabupaten

Pada tahun 1952 terjadi perubahan daerah di Sulawesi Selatan, pembagian wilayahnya menjadi daerah swatantra. Daerah swantantra yang dibentuk adalah sama dengan wilayah afdeling. Perubahannya adalah kata afdeling menjadi swatantra dan Onderafdeling menjadi kewedana.

Dengan perubahan tersebut maka Onderafdeling Pinrang berubah menjadi Kewedanaan Pinrang yang membawahi empat swapraja dan beberapa distrik. Pada tahun 1959 keluarlah undang-undang nomor 29 tahun 1959 yang berlaku pada tanggal 4 Juli 1959 tentang pembentukan daerah-daerah tingkat II di Sulawesi, termasuk membentuk Daerah Tingkat II Pinrang.


Sumber kerajaan-kerajaan di Pinrang

– Sejarah kab. Pinrang: https://attoriolong.com/
– Sejarah kab. Pinrang: http://pulaunesia.blogspot.com/
Sejarah kab. Pinrang: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pinrang


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: