Kutai Martadipura, kerajaan / Prov. Kalimantan Timur

Kerajaan Kutai Martadipura: abad ke4 – 1635.
Secara historis, ada dua kerajaan yang memerintah di wilayah Kutai yaitu:
* Kerajaan Kutai Martadipura (399–1635), sebuah kerajaan Hindu,
* Kesultanan Kutai Kartanegara (1300-sekarang), sebuah kerajaan Muslim-Melayu.
Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa, memerintah 1635-1650, mampu menaklukkan kerajaan Kutai Martadipura dan menggabungkan dua kerajaan sehingga menjadi “Kutai Kartanegara Ing Martadipura”.

The Kingdom of Kutai Martadipura: 4th century – 1635
Historically, there have been two kingdoms which ruled in the region of Kutai which are:
* Kingdom of Kutai Martadipura (399–1635), a Hindu kingdom,
* Sultanate of Kutai Kartanegara (1300-now), a Muslim-Malay kingdom.
Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa, who ruled 1635–1650, was able to conquer the kingdom of Kutai Martadipura and merged the two realms thus becoming “Kutai Kartanegara Ing Martadipura”.
For english,  click here

Lokasi Kabupaten Kutai Kartanegara


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KERAJAAN  KUTAI  MARTADIPURA

Sejarah kerajaan Kutai Martapipura, abad ke4 – 1635

Garis sejarah

* Kerajaan Sentawar, cikal bakal kerajaan Kutai, abad ke-4, link
* Kerajaan Muara Kaman, cikal bakal kerajaan Kutai, abad ke-4, link
* Kerajaan Kutai, abad ke4 – abad ke-17,
* Kesultanan Kutai, abad ke14 – 1960, link

Kerajaan Kutai Martapura adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang didirikan sekitar abad ke-4. Letak kerajaan ini berada di daerah Muara Kaman di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Keberadaan Kutai diketahui berdasarkan sumber sejarah yang ditemukan, yaitu berupa tujuh Prasasti Yupa yang ditulis dengan huruf Pallawa dengan Bahasa Sanskerta.
Dalam Prasasti Yupa (abad ke-5), disebut nama Raja Kudungga (350-375) yang pertama menduduki takhta kerajaan Kutai. Disebut pula bahwa Kudungga memiliki seorang putra bernama Asmawarman (375-400) yang menjadi raja kedua Kutai.
Asmawarman memiliki tiga orang putra, salah satunya bernama Mulawarman, yang akhirnya menjadi raja (400-446) dan berhasil membawa kerajaan Kutai menuju masa kejayaan.

Masa kejayaan kerajaan Kutai

Dari Prasasti Yupa, dapat diketahui bahwa masa kejayaan kerajaan Kutai berlangsung ketika diperintah oleh Raja Mulawarman. Mulawarman disebut-sebut sebagai raja yang memiliki budi pekerti baik, kuat, dan pernah mengadakan upacara persembahan 20.000 ekor lembu untuk kaum Brahmana yang bertempat di Waprakecvara. Waprakecvara adalah tempat suci (keramat) yang merupakan sinkretisme antara kebudayaan Hindu dengan kebudayaan Indonesia.
Sebagai keturunan Aswawarman, Mulawarman juga melakukan upacara Vratyastoma, yaitu upacara penyucian diri untuk masuk pada kasta Ksatria. Pada masa pemerintahan Mulawarman, upacara penghinduan ini dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, karena Bahasa Sanskerta bukanlah bahasa rakyat sehari-hari.
Selain itu, di bawah kekuasaan Raja Mulawarman kehidupan ekonomi kerajaan mengalami perkembangan pesat dari sektor pertanian dan perdagangan karena letaknya sangat strategis.

Runtuhnya kerajaan Kutai

Keadaan kerajaan Kutai setelah Mulawarman tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas. Kerajaan Kutai Martapura kemudian runtuh setelah ditaklukkan oleh kesultanan Kutai yang memeluk Islam.
Pada 1635, raja terakhir kerajaan Kutai Maharaja Dharma Setia gugur di tangan Pangeran Sinum Panji Mendapa dari kesultanan Kutai. Sejak saat itu, wilayah kekuasaan kerajaan Kutai Martapura berada di bawah kekuasaan kesultanan Kutai Kartanegara.

– Sumber: Wiki


Prasasti Yupa

Prasasti Yupa adalah sebuah prasasti yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai. Terdapat tujuh buah yupa yang memuat prasasti, tetapi baru 4 yang berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa Pra-Nagari dan dalam bahasa Sanskerta, yang diperkirakan dari bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar 400 Masehi. Prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi anustub.

Prasasti Yupa

Yupa, Kutai. Kerajaan Kutai diketahui berdasar sumber berupa prasasti (yupa) berjumlah tujuh buah. Kerajaan Kutai diperkirakan muncul pada abad ± 4 M.


Daftar Raja

Memerintah dari Tahun 350-1605 di Muara Kaman.
Disadur dari kumpulan catatan A. Iansyahrechza. F dalam buku memburu sejarah Kutai 1996

* 350-375: Maharaja Sri Kundungga / Sri Gedongga
* 375-400: Maharaja Sri Acwawarman / Wamsekerta
* 400-446: Maharaja Sri Mulawarman Naladewa / Wamseragen
* 446-495: Maharaja Sri Wangsa Warman
* 495-543: Maharaja Maha Wijaya Warman

* 543-590: Maharaja Gaja Yana Warman
* 590-637: Maharaja Wijaya Tungga Waraman
* 637-686: Maharaja Jaya Tungga Nagawarman
* 686-736: Maharaja Nala Singawarman
* 736-783: Maharaja Nala Perana Tungga Warmandewa

* 783-832: Maharaja Gadingga Warmandewa
* 832-879: Maharaja Indra Warmandewa
* 879-926: Maharaja Singa Wirama Warmandewa
* 926-972: Maharaja Singa Wargala Warmandewa
* 972-1020: Maharaja Cendera Warmandewa

* 1020-1069: Maharaja Prabu Mula Tunggaldewa
* 1069-1117: Maharaja Nala Indradewa 1069-1117
* 1117-1166: Maharatu Mayang Mulawarni /Putri Aji Pidara Putih
* 1166-1214: Maharaja Indra Muliia Tungga Warmandewa
* 1214-1265: Maharaja Sri Langkadewa

* 1265-1325: Maharaja Guna Perana Tungga
* 1325-1337: Maharaja Nala Duta (Dewan RajaPerwalian)
* 1337-1373: Maharaja Puan Reniq Gelar Wijaya Warman
* 1373-1407: Maharaja Indra Muliia
* 1407-1425: Maharaja Sri Ajidewa

* 1425-1453: Maharaja Mulia Putra
* 1453-1509: Maharaja Nala Praditha
* 1509-1534: Maharaja Indra Parutha
* 1534-1605: Maharaja Derma Setiya

– Sumber / Source:  http://kutaihulu.blogspot.co.id/2011/08/kerajaan-kutai-martapura-martadipura.html

Yupa Inscription. Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/culture/1226/mulawarman-epigraph

Yupa Inscription. Link


Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


Sumber

Sejarah kerajaan Kutai kuno di Wiki: link
Sejarah kerajaan Kutai kuno:  http://keckotabangun.blogspot.co.id/2011/02/kerajaan-kutai-martapura-martadipura.html
– Sejarah kerajaan Kutai kuno: http://www.gurusejarah.com/2014/09/sejarah-kerajaan-kutai-kerajaan-hindu.html
– Sejarah kerajaan Kutai kuno: http://informasiana.com/sejarah-kerajaan-kutai-yang-lengkap-selamat-membaca/
Sejarah raja raja kerajaan Kutai kuno:  http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-hindu-buddha/sejarah-raja-raja-kerajaan-kutai-martadipura-abad-ke-4-10012.htm
– Daftar raja:  http://kutaihulu.blogspot.co.id/2011/08/kerajaan-kutai-martapura-martadipura.html


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: