Geger Hanjuang, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Sumedang

Kerajaan Geger Hanjuang berdiri pada abad ke-16. Terletak di kab. Sumedang, prov. Jawa Barat.
Setelah Prabu Tajimalela turun tahta, maka Prabu Gajah Agung meneruskan tampuk kekuasaan Kerajaan Tembong Agung dan ibukota kerajaannya dipindahkan dari Leuwihideung, Darmaraja ke Ciguling, Pasanggrahan, Sumedang Selatan sesuai titah dari Prabu Tajimalela. Mulai saat itu Kerajaan Tembong Agung lebih dikenal dengan nama Kerajaan Geger Hanjuang.

Lokasi Kabupaten Sumedang


* Foto situs kuno di Jawa: link
* Foto Jawa dulu: link


Raja dan sejarah kerajaan Geger Hanjuang

Info di bawah di ambil dari: http://westjavakingdom.blogspot.com/2011/07/kerajaan-geger-hanjuang.html

1492 – 1502: Prabu Gajah Agung / Atmadibrata

Karena kepindahan pusat kerajaannya ke Ciguling, maka Prabu Gajah Agung dikenal juga dengan sebutan Prabu Pagulingan.
Prabu Gajah Agung diberi senjata pusaka yang sangat ampuh oleh ayahnya yaitu berupa pedang “Ki Mastak” dan keris “Ki Dukun”, yang hingga saat ini bisa disaksikan di Museum Geusan Ulun Sumedang.

Prabu Gajah Agung memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Ratu Istri Rajamantri (akhirnya dipreristri oleh Prabu Jayadewata / Prabu Siliwangi dan dibawa ke Pakuan), sedangkan anaknya yang kedua yaitu Sunan Guling menjadi penerus Kerajaan Geger Hanjuang.

Prabu Gajah Agung wafat dan dimakamkan di Cicanting Darmaraja.

1502 – 1515: Sunan Guling / Prabu Mertalaya

Sunan Guling wafat pada tahun 1515, kemudian digantikan putranya, Sunan Tuakan (Tirta Kusuma).

1515 – tidak diketahui: Sunan Tuakan / Tirta Kusuma

Merupakan putra dari Sunan Guling. Dikarenakan Sunan Tuakan tidak memiliki anak laki-laki, maka yang meneruskan kerajaan Geger Hanjuang adalah putrinya semata wayang yang bernama Nyi Mas Ratu Patuakan.

1530: Nyi Mas Ratu Patuakan

Nyi Mas Ratu Patuakan memiliki suami yang bernama Batara Sakawayana / Sunan Corenda (anak dari Kusumalaya dan Ratu Simbarkancana dari Kerajaan Talaga).
Dari pernikahannya itu, lahirlah puteri yang bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata / Satyasih yang bergelar Ratu Pucuk Umum (“umum” = sembah) Sumedang dan kemudian menjadi penerus tahta bagi Kerajaan Geger Hanjuang.

Pada masa kekuasaan Nyi Mas Ratu Patuakan (sekitar tahun 1529), agama Islam mulai menyebar di wilayah Sumedang. Penyebar agama Islam adalah Maulana Muhamad / Pangeran Palakaran (putera dari Maulana Abdurahman / Pangeran Panjuanan).

Nyi Mas Ratu Inten Dewata / Ratu Pucuk Umum Sumedang

Setelah Nyi Mas Ratu Inten Dewata berkuasa maka beliau memindahkan ibukota kerajaan dari Ciguling ke Kutamaya. Mulai saat itu, nama Geger Hanjuang ikut berubah juga menjadi Kerajaan Sumedanglarang


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234