Tubav Yamlim, ratskap / P. Kei Besar – Prov. Maluku

Ratskap Tubav Yamlim berada di desa Fer, Pulau Kei Besar, Kep. Kei, prov. Maluku.
Di Kepulauan Kei terdapat negeri-negeri kecil, yang disebut Ratskap, dan dikepalai Rat.
Ratschap Tubab Yam Lim, terdiri dari 11 (sebelas) desa, yaitu Desa Tamangil Nuhuten, Desa  Tamangil Nuhuyanat,  Desa Sungai, Desa Ngafan, Desa Fer, Desa Langgiar Fer, Desa Waduar Fer, Desa Kilwat, Desa Sather, Desa Tutrean,  Desa Weduar, dan 9 (sembilan) dusun.

Lokasi Kep. Kei

—————————-

Lokasi desa Fer di pulau Kei Besar


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Foto budaya suku Kei: link


Video budaya suku Kei

* Tarian Saryat suku Kei: link
* Tarian adat suku Kei: link
* Tarian tradisional kep. Kei: link
* Pengukuhan raja Dullah (2020): link
* Pengukuhan raja Raut Kilsoin (2020): link
* Pengukuhan raja Kat El Ohoinangan (2020): link


RATSKAP (NEGERI) TUBAV YAMLIM

Tentang raja ratskap Tubav Yamlim

Raja: Abdul Hamid Rahayaan, dilantik sebagai raja untuk periode 2018-2022 pada tanggal desember 2018.

Rat (Raja) Tubav Yamlim Feer Drs. Hi. Abdul Hamid Rahayan


Sejarah Ratskap Tubav Yamlim

Ratschap Tubab Yam Lim, terdiri dari 11 (sebelas) desa, yaitu Desa Tamangil Nuhuten, Desa  Tamangil Nuhuyanat,  Desa Sungai, Desa Ngafan, Desa Fer, Desa Langgiar Fer, Desa Waduar Fer, Desa Kilwat, Desa Sather, Desa Tutrean,  Desa Weduar, dan 9 (sembilan) dusun.

Sebutan/julukan Nen Dit kemudian disandingkan kepada dua putri bangsawan dari Bali yang dijuluki dua srikan di Larvul Ngabal dari Bali masing-masing Putri keturunan kasdew/bawdew (dari Bali) yang bernama Sakmas dengan sebutan NEN DIT SAKMAS (Srikandi Larvul) sebagai pelopor dan pelaku terbentuknya hukum adat Larvul di kepulauan Kei. Nen Dit Sakmas memulai perjalanan sejarahnya dengan mencari dan menemukan jodohnya dengan Arnuhu di danar. (Bangsawan dari Luang Mobes).
Perkawinan Nen Dit Sakmas dengan Arnuhu Danar secara adat dan tidak punya turunan namun, terbentuk dua kerajaan yakni:
1. Arnuhu menjadi Raja Danar dengan gelar Rat Famur (Danar).
2. Dit sakmas menjadi raja di Wain dengan gelar Rat Dit Sakmas (Wain).
Nen Dit Sakmas dalam perjalanan sejarahnya membawa sebuah Hab (Saloi) yang berisi perbekalan dan ditancapi tujuh helai daun kelapa (cikal bakal huwear-sasi) serta membawa seekor kerbau (Kemudian kerbau dipotong dan dibagi kepada sembilan kelompok) dan lahirlah istilah Kerbau Siw-Ursiw (Lorsiw). Alat yang dipakai untuk memotong kerbau siu itu disebut siruk/pedang dari Bali. Darah yang terpancar dari pemotongan kerbau dijadikan lambang komunitas Ursiw dengan sebutan Lorsiw. Hingga saat ini srikandi Nen Dit Sakmas tersenyum mekar di Alam Maya karena pewaris Larvul maupun sebagian Ngabal mengenanginya dengan membuat pemugaran pada pusara (Situsnya, menghidupkan kembali eksistensinya dalam berbagai versi sejarah dan kreasi seni.

Putri keturunan Jingra Bangsawan dari Bali Nen Dit Somar (Srikandi Lor Lim) sebagai pelopor dan pelaku terbentuknya hukum Ngabal di kepulauan Kei. Nen Dit Somar memulai perjalanan sejarahnya dengan dicari untuk dijadikan jodoh atau pasangan hidup oleh Wadufin Tailelew (bangsawan keturunan datuk Abdullah dari Aceh-pembawa/penyiar misi agama Islam pertama di Kepulauan Kei di Maluku).
Perkawinan Dit Somar dengan Wadufin Tailelew secara Biologis dan mempunyai keturunan hingga sekarang (Marga Difinubun). Sebagai bukti perkawinan, Dit Somar dan Wadufin Tailelew diberi Nganga/Tombak dari Bali yang disebut Ngabal sebagai alat untuk melindungi diri mereka ketika kembali ke kampung halaman (Ohoi Fer). Nganga atau Ngabal kemudian dijadikan sebagai lambang untuk mengukuhkan/melantik Hila’ai Talarat Fer menjadi Rat/Raja Tubav Yam Lim (Raja Fer) untuk pertama kali sebagai Uun Rat (Kepala Raja dalam Utan Loor Lim di Kepulauan Kei). Sangat disayangkan! Srikandi Nen Dit Somar hingga saat ini hanya tinggal nama bahkan jarang disebut namanya oleh pewaris Ngabal, bahkan ada yang tidak mau tahu mengenal sosok dan sejarahnya. Pemerintah Daerah pun tidak mau mengurusi, apalagi Masyarakat (Kei Umum) yang hanya tepuk dada bahwa memiliki tapi tidak peduli di mana pusara (Situsnya, sejauh mana eksistensi kesejarah hanya).

– Sumber: https://www.facebook.com/ahmaddifinubun1957/posts/nen-dit-sakmas-dan-nen-dit-somarpara-srikandi-evavkeisebutanjulukan-nen-dit-kemu/628302967657978/

Kiri: Raja ratskap Fer, dan kanan: raja ratskap Maur Ohoiwut, 2018


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber Kep. Kei

– Tentang Rat dan ratskap: https://medium.com/
Adat pemerintahan Ratskap: http://ohoitelcommunity.blogspot.co.id/
Adat pemerintahan Ratskap: https://www.facebook.com/notes/kei-besar
– Suku Kei (masyarakat): http://suku-dunia.blogspot.nl/
– Sejarah kepulauan Kei: https://hukubun.wordpress.com/
– Hukum Adat di kepulauan Kei: http://hasanudinnoor.blogspot.co.id/
– Sejarah kepulauan Kei: http://kebudayaanmasyarakatkei.blogspot.co.id/


Maluku, tahun 1700 M

Maluku, tahun 1700 M


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: