Lamaknen, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Lamaknen terletak di pulau Timor, Kab. Belu, prov. Nusa Tenggara Timor.

The kingdom of Lamaknen is located on the island of Timor, Kab. Belu, prov. Nusa Tenggara Timor.
For english, click here

Kabupaten Belu

——————–
Lokasi pulau Timor


* Foto kerajaan Lamaknen: link

* Foto raja-raja sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja dulu di Timor: link

* Foto situs kuno pulau Timor: link
* Foto suku Timor: link


Raja sekarang (2019)

Loro Ignatius Josef Kalimau dari Lamaknen, bersama permaisuri.

Tick Loro Ignatius Josef Kalimau of Lamaknen, Timor, with his queen


Sejarah kerajaan Lamaknen

Terjemahan Google

Wilayah Lamaknen sudah lama menjadi sengketa antara kekuatan kolonial Portugal dan Belanda. Setelah Perjanjian Lisabon (1859), Lamaknen ditugaskan ke wilayah kolonial Belanda, sedangkan wilayah utara, timur dan selatan jatuh ke tangan Portugal. Jalannya perbatasan tetap kontroversial.

Pada tahun 1897 ada beberapa pertempuran untuk wilayah di Lamaknen antara timur laut kerajaan Lamaquitos (Lamakhitu) dan selatan Lakmaras, yang bersekutu dengan Bunak di barat daya. Konsekuensi dari berbagai pergeseran teritorial antara kerajaan lokal Bunak adalah bahwa demarkasi antara dua kekuatan kolonial Portugal dan Belanda tetap kontroversial untuk waktu yang lama dan menjadi subyek negosiasi yang panjang.

Raja (Loro) Lamaknen, Ignatius Josef Kalimau

Sebuah kompromi dicapai dengan Konvensi Den Haag tanggal 1 Oktober 1904. Portugal akan menerima Maucatar sebagai ganti daerah kantong Portugis Noimuti di Timor Barat dan daerah perbatasan Tahakay, Tamira Ailala (Tamiru Ailala, sekarang di distrik administratif Malaka) dan Lamaknen. Portugal meratifikasi perjanjian itu sampai tahun 1909, tetapi kemudian terjadi perselisihan mengenai gambar perbatasan di perbatasan timur Oe-Kussi Ambeno. Pada tahun 1910, Belanda memanfaatkan situasi yang membingungkan setelah jatuhnya monarki Portugis untuk mengambil alih kembali suku Lakmaras dengan pasukan Eropa dan Jawa.

Portugis segera diganggu oleh pemberontakan Manufahi, yang membuat mereka siap untuk bernegosiasi. Setelah pertukaran surat yang lama antara kabinet negara bagian federal, kesepakatan dicapai dalam Konvensi 1913 untuk menyerahkan keputusan tentang sengketa kepada arbiter. Pada tanggal 25 Juni 1914, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag mengeluarkan putusan arbitrase (Sentenca Arbitral). Pekerjaan survei tanah selesai pada April 1915. Pada 17 Agustus 1916, perjanjian itu ditandatangani di Den Haag, yang secara garis besar menetapkan perbatasan antara Timor Timur dan Barat yang masih ada sampai sekarang. Lamaknen dan Lakmaras tinggal bersama Belanda.

Pada tahun 1933, Lamaknen digambarkan sebagai penyatuan kerajaan Bunak Makir, Lamak Senulu (Lamaksenulu, Lamaksanoeloe), Kewar, Leowalu (Leowaloe), Loonuna (Loonoena, Lona), Nualain (Noealain, Noalain), Lakmaras dan Dirun (Diroen). Penguasa Dirun menyandang gelar Fettor, sedangkan yang lainnya disebut Rajas oleh Belanda. Tahakay juga menjadi bagian dari Lamaknen setelah diambil alih oleh Belanda pada tahun 1904.
– Sumber: Wiki

Uma Metan Loro Kewar (Rumah atau Istana Raja) Lamaknen


Daftar raja Lamaknen

  • Dom Miguel da Silva (fl. 1732)
  • Dom Sebastião Carvalho (fl. 1737)
  • Gaspar Ximenes Manuel da Costa (fl. 1766)
  • Dom Pedro (fl. c. 1769)
  • Dato Meno (fl. 1818-1832)
  • Bee Siri Loi (1867-?)
  • Serang Lae (1900-1904)
  • Siri Loko (1905-1916)
  • Lamaknen merged into Belu Tasi Feto
  • Loro Laku Malik (?-1950)
  • Loro A.A. Bere Tallo (1950-2002)
  • Loro Josef Kalimau (2003-)

– Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Lamaknen_.28Maere.29.5B57.5D

Raja Makir Leonardus Bele Leki, yang pernah memimpin Makir – Lamaknen


Sejarah Timor

Timor Barat adalah sebuah wilayah yang mencakup bagian Barat Pulau Timor, kecuali distrik Ambeno sebuah enclave milik Timor Leste. Secara Administratif, Timor Barat merupakan bagian dari Propinsi Nusa Tenggara Timur – Indonesia. Pualau Timor sekaligus Ib kota dengan pelabuhan utamanya yang terletak di Kupang. Sejarah menunjukan bahwa selama penjajahan, kawasan ini dinamakan Timor Belanda dan menjadi pusat pejuang asal Belanda pada masa perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Luas Wilayah Timor Barat ialah 15.850 km.
Pulau Timor memiliki tiga bahasa ibu yang berasal dari grup bahasa Austronesia dari cabang Fabron digunakan oleh warga Timor Barat, sedangkan bahasa lainnya digunakan di Timor Leste. Ketiga Bahasa yang digunakan di Timor Barat tersebut antara lain Dawan, Rote dan Helong.
Pulau Timor telah terbagi menjadi dua bagian selama berabad-abad. Timor Barat, yang dikenal sebagai Timor Belanda dari tahun 1800-an hingga 1949 ketika ia menjadi Timor Indonesia, sebuah bagian dari negara Indonesia yang terbentuk dari eks Hindia Belanda dan Timor Leste yang dikenal sebagai Timor Portugis dari tahun 1596 hingga 1975.

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.


Peta-peta kuno Timor

Untuk peta kuno P. Timor, klik di sini

Kerajaan-kerajaan Timor tahun 1900


Sumber

Sejarah Lamaknen (bah. german): https://de.wikipedia.org/wiki/Lamaknen
– Daftar raja Lamaknen (bah. german):  https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Lamaknen_.28Maere.29.5B57.5D


 

2 Comments

2 thoughts on “Lamaknen, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

  1. Liliyanti

    Bleh mnta sejarah dan seluk-beluk suku marae?

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Sorry, kami belum punya info tentang suku marae.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: