Sungai Serut, kerajaan / Sumatera, Prov. Bengkulu

Kerajaan Sungai Serut dulu terletak di Provinsi Bengkulu, Sumatera.

The kingdom of Sungai Serut was locted on Sumatera, Provinsi Bengkulu.
For english, click here

Provinsi Bengkulu


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kerajaan Sungai Serut
Pada zaman dahulu, di daerah Bengkulu, pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sungai Serut. Ratu Agung, seorang pangeran berasal dari Banten. Sebagai seorang pangeran yang merangkap pedagang yang mengumpul lada di Sungai Serut ia membina satu kerajaan Sungai Serut yang mengumpulkan hasil bumi dari pedalaman, terutama lada untuk Banten.
Ratu Agung memerintah Kerajaan Sungai Serut dengan arif bijaksana. Ia sangat disegani oleh rakyatnya. Adapun rakyat yang diperintahkan oleh Ratu Agung ialah rakyat Rejang Sawah/Sabah (Suku Rejang yang berasal dari Lebong di dataran tinggi Bukit Barisan yang menyebar ke pesisir). Rakyatnya berperawakan tinggi, tegap, dan besar melebihi ukuran manusia pada umumnya.
Ratu Agung mempunyai enam orang putra dan seorang putri. Keenam putra Ratu Agung adalah Kelamba Api/Raden Cili, Manuk Mincur, Lemang Batu, Tajuk Rompong, Rindang Papan, Anak Dalam, dan yang paling bungsu adalah seorang putri bernama Putri Gading Cempaka.
Wasiat tentang tahta Kerajaan Sungai Serut itu pun diterima oleh Anak Dalam.
Kemudian ada masalah, karena putri Gading Cempaka ingin nikah seorang putra mahkota dari Kerajaan Aceh bernama Pangeran Raja Muda Aceh.
Habis masalah Putera Ratu Agung, Anak Dalam, akhirnya beserta keenam saudaranya segera menarik diri menuju Gunung Bungkuk.
Pangeran Raja Muda Aceh bersama pasukannya yang masih hidup kembali ke Tanah Rencong tanpa membawa hasil.

Sejarah kerajaan di Bengkulu

Di Bengkulu dahulunya pernah berdiri kerajaan – kerajaan yang berdasarkan etnis/suku, seperti :
Dibawah Kesultanan Banten dan mereka menjadi vazal ( Terikat/Daerah Taklukan). Di Sebagian daerah Bengkulu ini, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17. British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris “Cut Land” yang berarti tanah patah, karena daerah bengkulu ini merupakan daerah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu.
Pada waktu itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagnagn lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan pada tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.
Sejak 1714, dibangunlah sebuah benteng yang bernama Marlborough dan selesai dibangun pada tanun 1719 yang hingga sekarang masih berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak menghasilkan lada dalam jumlah yang mencukupi.
Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.
Penemuan deposit emas didaerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Sekarang, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Sejarah kerajaan di Bengkulu: https://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu
– Sejarah kerajaan Sungai Serut dan kerajaan Sungai Lemau: http://blogkasihpunya.blogspot.nl/2017/01/kerajaan-sungai-serut-dan-sungai-lemau.html
– Tentang Ratu Agung: http://rejang-lebong.blogspot.nl/2009/02/ratu-agung-kisah-kerajaan-sungai-serut.html


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: