Wanagiri, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Cirebon

Kerajaan Wanagiri kira-kira terletak di Jawa, di sekitar kecamatan Palimanan (wilayah Cirebon sekarang).
Kerajaan  ini merupakan kerajaan jajahan dari kerajaan Tarumanagara, sedangkan pada perkembangan selanjutnya berada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda.
Pada perkembangan selanjutnya, tepatnya pada abad ke-15, kerajaan Wanagiri dibagi menjadi empat kerajaan, yaitu kerajaan Cirebon Girang, kerajaan Japura, kerajaan Surantaka, dan kerajaan Sing Apura.

The kingdom of Wanagiri was located on di Jawa, in the District of Cirebon.
This kingdom was a colony of the kingdom of Tarumanagara, but later it was under the control of the Sunda Kingdom.

In the 15th century, the Wanagiri kingdom was divided into four kingdoms, namely the Cirebon Girang kingdom, the Japura kingdom, the Surantaka kingdom, and the Sing Apura kingdom.
For english, click here

Lokasi Cirebon


Garis kerajaan-kerajaan di Jawa: link


Foto sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link
* Foto situs kuno di Jawa: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Untuk video-video sejarah Jawa, klik di sini


KERAJAAN WANAGIRI

Sejarah kerajaan Wanagiri, abad ke-4 sampai abad ke-15

Pusat pemerintahan Wanagiri diduga berada di kawasan Gunung Cimandung dan Gunung Cangak. Namun melihat sisi arkeologis, Gunung Cimandung cenderung merupakan wilayah yang disakralkan. Di Situs Cimandung banyak ditemukan sumber mata air dan tatanan batu yang orienteasinya digunakan untuk kegiatan religi.

Dari sebaran tempat-tempat yang disakralkan di Ciamandung lebih cocok sebagai bekas pertapaan. Dugaan ini dilatarbelakangi bahwa Resi Sentanu dari Mandala Indraprahasta menganggap kawasan Cimandung dan Gunung Cangak ini sebagai duplikasi dari Mahameru yang disakralkan di India.

Kemandalaan Wanagiri ini juga berubah menjadi kerajaan kecil di Palimanan, Cirebon sekarang. Selanjutnya Mandala Wanagiri dan Mandala Indraprahasta disatukan demi kepentingan politik kerajaan. Mandala menjadi kerajaan seperti halnya Mandala Indraprahasta, Mandala Wanagiri berubah menjadi kerajaan. Keduanya juga berada di bawah kekuasaan Tarumanagara. Pada pertengahan abad 5 M kerajaan di pegunungan ini pernah tak berdaya didera kemelut suksesi Tarumanagara.

Lokasi kerajaan Wanagiri, 810 M

Kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh

Perode berikutnya setelah Tarumanagara terbagi dua, yaitu Sunda dan Galuh, Kerajaan Wanagiri menjadi bagian dari Kerajaan Indraprahasta yang pro ke Kerajaan Galuh di Ciamis. Raja yang berkuasa di Kerajaan Wanagiri saat itu bernama Adipati Kusala raja Wanagiri (719-727) menikahi Ganggakirana putri bungsu Padmahariwangsa, raja Indraprahasta ke-13. Putra sulungnya yang bernama Wiratara menjadi penguasa Indraprahasta berikutnya, sedangkan putra kedua Padmahariwangsa yang bernama Citrakirana menikah dengan Purbasora (putra Sempakwaja, penguasa Galunggung). Kerajaan Wanagiri berbalik menjadi penguasa Indraprahasta tahun 719 M, setelah Sanjaya menghancurkan Indraprahasta gara-gara Purbasora yang menjadi adik ipar Wiratara melibatkan Indraprahasta untuk menggulingkan Senna, Ayah Sanjaya. Maka untuk meredam pembalasan dendam dari keluarga Indraprahasta dan Wanagiri, Sanjaya mengangkat Adipati Kusala raja Wanagiri (719-727) untuk berkuasa di Indraprahasta.

Berita mengenai Wanagiri tidak terdengar lagi sejak abad 8 sampai 14 M. Baru kemudian dikisahkan lagi ketika Prabu Bunisora Suradipati, penguasa Sunda Galuh, mengangkat putranya yaitu Ki Gedeng Kasmaya (1347 – 1437 M) menjadi penguasa Wanagiri.

Saat Prabu Niskala Wastukancana berkuasa di Sunda Galuh menggantikan Bunisora Suradipati, Wanagiri sepertinya dipecah menjadi beberapa kerajaan untuk dipimpin putra-putra dan cucu Niskala Wastukancana. Yaitu:
Kerajaan Surantaka yang diberikan kepada Ki Gedeng Sindangkasih,
Kerajaan Singapura dipimpin oleh Surawijaya Sakti,
Kerajaan Japura dirajai Amuk Murugul yang diangkat sebagai penguasa wilayah Japura oleh ayahnya, Prabu Susuk Tunggal, penguasa Sunda putra Prabu Niskala Wastukancana dari Ratna Sarkati.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber kerajaan Wanagiri

Sejarah kerajaan Wanagiri: http://westjavakingdom.blogspot.co.id/2011/07/kerajaan-wanagiri.html
– Sejarah kerajaan Wanagiri: https://hystoryana.blogspot.com/


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: