Waigeo, Kerajaan / Papua Barat – Kep. Raja Empat

Kalau ada yang tahu info tentang kerajaan Waigeo, mohon kirim ke: paulkijlstra@gmail.com.


Kerajaan Waigeo (marga Tafalas) adalah kerajaan di kabupaten Raja Empat, prov. Papua Barat.
Pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara.

The kingdom of Waigeo was a kingdom in the region Raja Empat, province of West Papua.

Klik foto untuk besar !

Provinsi Papua

Provinsi Papua

Lokasi Raja Empat


* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto Papua: link


Daftar Raja Waigeo

* Gandżun (1900-1918)

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29


Tentang kerajaan Waigeo

Pusat kekuasaannya kerajaan Waigeo adalah di Wewayai, pulau Waigeo.

Penguasa Kerajaan Waigeo (sejak abad ke-16 bawahan Ternate): Gandżun (1900-1918).
Tahun 1660, Voc memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum. Tidore menganggap dirinya atasan Biak.


Peta-peta kuno Papua tahun, 1493, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857

Untuk peta-peta kuno Papua, klik di sini

Peta tahun 1493


Kerajaan Islam di Papua

Kerajaan Waigeo
Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)
Kerajaan Salawati (marga Arfan)
Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas)
Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai)
Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)
Kerajaan Patipi
Kerajaan Arguni
Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota
Kerajaan Aiduma
Kerajaan Kaimana


Sejarah Islam di Papua

Syiar Islam di Bumi Papua terjadi terutama terkonsentrasi di wilayah Papua Barat, mulai dari Raja Ampat hingga Fakfak. Ada beberapa versi mengenai masuknya Islam di Papua. Kebanyakan sumber sejarah masuknya Islam di Papua berdasarkan sumber-sumber lisan masyarakat setempat. Versi Papua, misalnya, berdasarkan legenda di masyarakat setempat, khususnya di Fakfak. Versi ini menyebut Islam bukanlah dibawa dari luar seperti Tidore atau pedaganh Muslim, tetapi Papua sudah Islam sejak Pulau Papua diciptakan oleh Allah. Versi ini tentu saja tidak bisa diterima, namun secara tersirat versi ini menandakan Islam di Papua telah menjadi kepercayaan yang menyatu dengan masyarakat setempat.

– Sumber dan sejarah lengkap: http://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2015/07/27/74618/500-tahun-islam-di-papua-dari-raja-ampat-hingga-sultan-papua-1.html


Sejarah Papau Barat

Tahun 1660, VOC memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum.
Tidore menganggap dirinya atasan Biak. Pada masa itu, pedagang Melayu mulai mengunjungi pulau Irian. Justru pandangan Tidore ini yang menjadi alasan Belanda menganggap bagian barat pulau ini adalah bagian dari Hindia Belanda.
Sejak abad ke-16, selain di Kepulauan Raja Ampat yang termasuk wilayah kekuasaan Sultan Bacan dan Sultan Ternate, kawasan lain di Papua yaitu daerah pesisir Papua dari pulau Biak (serta daerah sebaran orang Biak) sampai Mimika merupakan bagian dari wilayah mandala Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berdekatan dengan wilayah Papua. Tidore menganut adat Uli-Siwa (Persekutuan Sembilan), sehingga propinsi-propinsi Tidore seperti Biak, Fakfak dan sebagainya juga dibagi dalam sembilan distrik (pertuanan).

Sumber: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html


Sejarah / History Raja Empat

Di Kepulauan Raja Ampat terdapat 4 kerajaan tradisional, masing-masing adalah:
* kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo;
* kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara
* kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan
* kerajaan Misool, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol.

Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Sejak abad ke-16 bawahan kerajaan Bacan.
Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

Kerajaan Waigeo sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate.

Sumber: http://nadyasabrina01.blogspot.co.id/2013/01/kepulauan-raja-ampat-surga-para.html
—————–
Based on the history, on the Raja Ampat Islands, there were four traditional kingdoms, respectively Waigeo kingdom,  the power center in Wewayai, Waigeo island; Salawati kingdom, the power center diSamate, North Salawati island; Sailolof kingdom with power centers in Sailolof, South Salawati island, and Misol kingdom, the center of power in Lilinta, Misol island.


Sumber / Source

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29
– Kerajaan2 Islam di Papua: http://www.gurusejarah.com/2015/01/kerajaan-kerajaan-islam-di-papua.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sistem kerajaan2 tradisional di Papua: http://papuaweb.org/dlib/s123/mansoben/05.pdf
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Bomberai
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat
– Sejarah kepulauan Raja empat: http://www.marikoworld.com/travels/indonesia/raja-ampat/


Kepala kampung di sebuah desa di pulau Waigeoe, Papua. Lukisan cat air yang dibuat pada waktu Expedisi Belanda ke Papua tahun 1887. Indonesia Timur Tempo Dulu, FB

Kepala kampung di sebuah desa di pulau Waigeoe, Papua. Lukisan cat air yang dibuat pada waktu Expedisi Belanda ke Papua tahun 1887. Sumber: Indonesia Timur Tempo Dulu, FB


 

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: