* FOTO kesultanan Jambi / Sumatera

Sultan Jambi: Abdurrachman Thaha Safiuddin. Dinobatkan sebagai Sultan tahun 2012.

Sultan Inderapura (hitam), raja Siau (merah) dan sultan Jambi (kuning), 2011

Lambang kesultanan Jambi


Perjanjian kesultanan Jambi – kolonial belanda

Utusan Kerajaan Jambi ke Turki, 1800

Sultan Thaha Syaifuddin. 1816 – 1904

Sultan Thaha Syaifuddin (1816 – 1904) dan pengawalnya.

Sultan Jambi pada tahun 1877-1879.

Pangeran Ratu Martaningrat menyerah ke Belanda tahun 1903.

Lukisan pelukis Belanda, zaman Keraton Jambi ditembaki kapal Belanda dari Sungai Batanghari pada tahun 1858…sehingga keluarga Raja harus diungsikan, namun Sultan dan para pahlawan Jambi terus berjuang melawan penjajah.

Kediaman Sultan Jambi di Dusun Tengah (sekarang di desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi),kabupaten Batanghari pada tahun 1877-1879.

Setelah Istana Tanah Pilih Kota Jambi di hancurkan Belanda, dan Sultan Thaha mundur ke pedalaman Jambi. Oleh Kerabat Orang Kerajaan Jambi dipilih lah Pangeran Singkat Lengan menjadi Sultan menggantikan Thaha dengan gelar Sultan Ahmad Nazaruddin. Masa itu Kesultanan Jambi masih mengendalikan Ibukota (Kota Jambi) namun Sultan Ahmad Nazaruddin tinggal di Dusun Tengah, tiga atau empat hari perjalanan dari Ibukota., disebuah rumah sederhana dari papan.

————————————-

Kira-kira dimanakah Sultan Thaha ini berfoto? Siapa yang memotret beliau ,dan kapankah peristiwa pemotretan ini terjadi? Mengikut Laporan Snouck Hurgronje, sejak Sultan Thaha dilantik menjadi Sultan Jambi, beliau menolak perjanjian kontrak tradisi antara Jambi dan Belanda sebagaimana selalu dibuat dan ditandatangani oleh pendahulunya, dan menyatakan perang melawan Belanda dengan bergerilya dan pindah ke hulu Jambi.
– Sumber: Via Dicky, Facebook

————————————-

Ini makam Pangeran Kedah gelar Sultan Abdul Kahar (Sultan Tuo) anak Panembahan Koto Baru dan Makam Ratu Tidja anak Sultan Abdul Jalil , di kawasan Situs Solok Sipin. Sultan Abdul Kahar adalah Raja Jambi (1615-1643) yang pernah membakar Loji Belanda di Kumpeh yang pada akhirnya wilayah itu dinamakan Desa Gedong Tebakar. Sultan Abdul Kahar merupakan Raja Jambi pertama bergelar Sultan. Pada era kemerdekaan , nama desa diubah menjadi Desa Gedung Karya. Sehingga sejarah nya menjadi hilang. Makam Sultan Abdul Kahar terhimpit diantara padat nya rumah-rumah penduduk Solok Sipin. Nama besar nya sudah dilupakan seiring semakin sulitnya mencari tapak sejarah keberadaan nya.
Foto : Sakti Alam Watir

————————————-

Ini makam Pangeran Kedah gelar Sultan Abdul Kahar (Sultan Tuo) anak Panembahan Koto Baru dan Makam Ratu Tidja anak Sultan Abdul Jalil , di kawasan Situs Solok Sipin. Sultan Abdul Kahar adalah Raja Jambi (1615-1643) yang pernah membakar Loji Belanda di Kumpeh yang pada akhirnya wilayah itu dinamakan Desa Gedong Tebakar. Sultan Abdul Kahar merupakan Raja Jambi pertama bergelar Sultan. Pada era kemerdekaan , nama desa diubah menjadi Desa Gedung Karya. Sehingga sejarah nya menjadi hilang. Makam Sultan Abdul Kahar terhimpit diantara padat nya rumah-rumah penduduk Solok Sipin. Nama besar nya sudah dilupakan seiring semakin sulitnya mencari tapak sejarah keberadaan nya. Foto: Sakti Alam Watir


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: